Art Of War

Art Of War
Melawan seorang wanita?


__ADS_3

Mereka bertanya tanya siapa laki laki yang sedang berdiri diarena pertandingan. Melawan seorang wanita? Itu sebuah lelucon bagi mereka. Tapi tidak bagi Yize, siapapun lawannya entah laki laki maupun wanita semua dipandang sama dimatanya. Bermurah hati? Jangan bicara kan tentang hati bersama Yize, karena sejak saat itu hatinya sudah mati.


Yize tersenyum remeh melihat Yuan didepannya.


“Laki laki sial, dia tak tergoda dengan pesonaku” ucap Yuan dalam hati.


Yuan kembali menyerang Yize menggunakan kekuatan spiritualnya. Tetapi dengan sengaja Yize tak bergerak sedikitpun dari tempatnya.


“BOOMMM!!!”


“Laki laki bodoh” ucap Yuan dengan senyum.


“Yuan!!! Sudah cantik tetapi juga hebat!”


“Yuan!!!! Habisi laki laki itu, berani sekali dia menyerangmu”


“He? Apa cuma begini saja kekuatan dari kelas atas sungguh mengecewakan” ucap Yize yang tiba tiba muncul dengan tubuh yang masih baik baik saja tanpa lecet sedikitpun.


Yuan terkejut melihat Yize yang baik baik saja, begitu juga para penonton. Yuan percaya jika ia mengenai Yize, ia juga melihat Yize tak bergerak sedikitpun tadi. Apa yang terjadi tadi.


“Apa kau sedang kebingungan? Tentu saja orang dengan kemampuan rendah sepertimu tidak akan mengerti apa yang sedang terjadi” jelas Yize.


“Sekarang waktunya membalas” ucap Yize dengan smirk diwajahnya.

__ADS_1


Yuan bahkan akan bersiap melawan tetapi Yize sudah berada dibelakangnya dengan mengajukan pedangnya tepat dileher Yuan.


“Di dia sangat cepat” ucap Yuan dalam hati.


“A a aku me menyerah” ucap Yuan dengan gagap karena seluruh tubuhnya bergetar ketakutan.


“Aku tak bisa mendengarnya” ucap Yize dengan menggoreskan pedangnya sedikit hingga leher Yuan berdarah.


“AKU MENYERAH!” teriak Yuan membuat Yize melepaskan dirinya dan tubuhnya terjatuh ketanah.


“Bagus!” Gumam Yize lalu berjalan dengan sombong kelur arena.


“Pemenangnya Yize dari kelas bawah!” Ucap sang juri.


“Tunggu,! Apa kau tidak merasa jika itu berlebihan? Dia seorang wanita.”Tanya Se Yun saat berpapasan dengan Yize.


“Berlebihan? Tidak ada peraturan yang melarang untuk melukai musuh.”jelas Yize sambil menyimpan pedangnya.


“Tapi...”


“Dipertarungan wanita maupun laki laki semua sama, hanya ada hidup dan mati.” Tambah Yize dengan pandangan tajam menatap tepat ke mata Se Yun.


Se Yun terdiam ditempat ada suatu perasaan takut menggerogoti tubuhnya. Lalu dia tersadar dan melihat Yuan yang sudah berada ditempat istirahat dengan tubuh yang masih bergetar ketakutan.

__ADS_1


“Yuan apa kau baik baik saja?” Tanya salah satu temannya.


“Menakutkan, dia sangat menakutkan” gumam Yuan pelan.


“Yize!!!” Teriak Liyan sambil memeluk Yize dengan erat.


“Lepas!” Ucap Yize melepas pelukan Liyan dengan paksa.


“Tuan sangat hebat!” Puji Yun dengan bangga.


“Terima kasih” jawab Yize sambil menepuk pucuk kepala Yun.


Disisi lain.


“Apa kau sadar dia memakai jurus itu?”


“Iya, masih muda tapi sudah sekuat itu sungguh benih yang bagus”


“He? Jangan berharap, hanya aku yang bisa membimbingnya” ucap laki laki itu dengan rambut hitam panjang dan wajah tampannya menatap lurus kearah Yize yang berada dibawah.


Laki laki itu masih mengamati Yize dari kejauhan tapi dari yang ia tau dan dia lihat saat ini sungguh berbeda. Ia melihat Yize sedang bercakap cakap dengan teman temannya dengn santai. Lalu ia melihat Yize pergi kearah belakang arena. Tentu saja laki laki itu mengikutinya.


“Ternyata benar yang tadi hanyalah topeng” ucap laki laki itu dari balik bangunan tua, melihat Yize yang sedang sendirian dengan raut muka dipenuhi dengan haus akan balas dendam.

__ADS_1


“Menarik! Baiklah aku akan membantumu”


__ADS_2