Art Of War

Art Of War
Perburuan 3


__ADS_3

Setelah mengalahkan burung baka hitam Yize mengambil darah siburung dan menyuruh Zhao untuk mengambil batu intinya. Lalu Yize mengeluarkan sebuah tungku dari cincin penyimpanannya.


"Yize kau bisa membuat obat?" Tanya Zhao kaget.


"Tidak begitu pintar aku hanya akan mengekstrat darah burung ini" jawab Yize lalu memasukan darah burung baka hitam kedalam tungku.


Zhao dan Yelu melangkah menjauh dari Yize. Zhao tak menyangka Yize yang seoarang kultivator juga bisa membuat obat yang merupakan sebuah hal yang sulit.


"Tuanku sangat hebatkan?" Ucap Yelu membanggakan Yize.


"Terlalu hebat" jawab Zhao.


Yize memfokuskan kekuatanya kearah tungku dan hingga beberapa saat pil ekstrat darah burung baka hitam selesai.


"Kau buat pil itu untuk apa?" Tanya Zhao.


"Ah ini pesenan paman Shen" jawab Yize bohong, karena ia ingat pesan kakek Jiang untuk menyembunyikan sayap yang ia punya.


"Yize ayo bawa batu inti ini ke kedai pasti bakal dapat banyak duit" ucap Zhao girang.


"Hahaha batu itu untukmu saja aku sudah dapat darahnya saja sudah cukup" jawab Yize merangkul pundak zhao.

__ADS_1


"Jangan begitu teman seharusnya ini milikmu karena kau yang mengalahkan burung itu" jelas Zhao.


"Aku kan hanya menggantikan temanmu jadi batu ini milikmu dan teman mu. Jadi tidak usah khawatir tentang diriku, aku kaya" ucap Yize membuat Zhao tertawa dan Yize pun juga ikut tertawa.


Mereka kembali pulang dengan aman tanpa ada gangguan dari hewan sihir. Dan mereka berpisah di gerbang masuk kota. Setelah melewati perdebatan saat perjalanan akhirnya Zhao menerima batu inti nya.


Dibilang kaya juga bisa saja karena Yize mengetauhi jika cincin yang diberikan kakek Jiang itu terdapat harta juga. Tidak hanya bisa menekan kekuatannya cincin itu juga bisa menyimpan barang. Ia yakin pasti cincin itu mahal.


Saat asik bercanda dengan Yelu, Yize dikejutkan oleh pemandangan yang membuat matanya kaget dan mengepalkan tangannya erat.


Didepannya Xuan sedang melindungi paman Shen dan Yun dari sekelompok orang tak dikenal.


“Yun, paman Shen” teriak Yize membuat mereka menatapnya.


Bukannya menjawab Yize langsung memukul wajah orang itu dengan keras hingga terjengkal kebelakang.


“Kau!, serang dia” perintah orang itu kepada bawahannya.


Yize dikeroyok 5 orang sekaligus. Tapi itu merupakan hal mudah baginya.


“Serangga penjilat seperti kalian enyahlah” ucap Yize garang membuat mereka lari terbirit birit.

__ADS_1


“Yun, paman Shen apa kalian terluka?” Tanya Yize membantu paman Shen terbangun dari duduknya.


“Kau hebat” puji Yize memegang pucuk kepala Xuan.


Setelah mereka membersihkan kerusakan yang dibuat oleh orang orang tadi, Yize meminta maaf kepada paman Shen karena karena dirinya mereka jadi korban.


“Kalian cepatlah pergi dari sini, mereka pasti akan mencari mu lagi nanti” ucap Paman Shen.


“Oleh karna itu aku tidak boleh pergi dari sini, nanti mereka akan melukai kalian lagi, jadi aku harus memberi balasan untunya. Apalagi menghabisi soarang bangsawan seperti mereka” ucap Yize dengan sorot mata penuh kebencian membuat paman Shen terkaget.


Ditempat lain


“Bagaimana?” Tanya seorang laki laki paruh baya yang sedang memandang langit malam lewat jendela.


“Lapor tuan, sesuai dengan ucapan tuan, dia membuat masalah dengan anak wali kota Mo” jawab seorang laki laki dengan pakaian seperti seorang perajurit tingkat tinggi.


“Jelaskan!” Ucap laki laki paruh baya itu.


Sesuai dengan perintah ia menjelaskan seluruh kejadian yang ia lihat.


“Hahahahaha dasar anak itu, Xue Feng kirim surat untuk wali kota Mo agar tak mencari masalah lagi” susuh laki laki tua itu kepada tangan kanannya.

__ADS_1


“Baik tuan” jawabnya lalu pergi melaksanakan tugasnnya.


“Liu Cengseng berterima kasih lah padaku karena sudah menyelamatkan keluargamu dari anak setan itu” gumam laki laki tua itu dengan mata yang masih menatap langit malam.


__ADS_2