Art Of War

Art Of War
Pelatihan Pedang


__ADS_3

Sekarang seluruh murid sedang berlatih dipelatihan Pedang.


“Saya Guru Feng dan kalian bersiaplah berlatih” klas Guru Feng saat masuk keruangan.


Guru Feng memanggil satu satu nama dari murid baru untuk bertanding menggunakan pedang tapi tidak menggunakan kekuatan spirit mereka.


Dan Yize selalu menyerah saat namanya dipanggil untuk bertanding.


“Yize dari kelas bawah melawan Ji Xingyu dari kelas atas” ucap Guru Feng.


“Aku menyerah” jawab Yize cepat membuat semua menertawakannya.


“Dasar murid sampah”


“Kalau menyerah terus apa dia pantas masuk ke akademi?”


“Memalukan sekali”


Gumam gumam seluruh murid yang merasa disana. Tapi walaupun Yize mendengar itu ia tak sedikitpun merasa marah.


“Baiklah ini pertarunganmu yang terakhir, Yize melawan Jia li dari kelas utama” ucap Guru Feng.


“Baiklah” ucap Yize lalu mengambil pedangnya. Tentu perilaku Yize ini membuat semua terkaget.


“Ada apa dengannya? Apa cari mati”


“Hei menyerahlah”

__ADS_1


“Iya menyerahlah kau pasti kalah”


“Ada apa dengan kalian? Saat aku menyerah kalian menyalahkanku. Sekarang aku tidak menyerah, kalian menyuruhku menyerah” tanya Yize dengan santai.


“Saudara Yize aku tidak tau apa yang kaupikirkan? Tapi kau akan kalah dariku” ucap Jia li dengan sopan.


“Benarkah?” Tanya Yize tak percaya.


Mereka bertarung ketrampilan pedang, dnegan cara mereka beradu pedang mereka memiliki ketrampilan yang sama.


“Kau hebat, kenapa kau selalu menyerah?” Tanya Jia Li dengan nafas terengah engah.


“Bukan urusanmu” jawab Yuze dengan serius lalu kembali bertarung dengan Jial li.


Dilihat dari pertarungan Jia li selalu menahan serangan dari Yize hingga tidak bisa menyerang balik.


“Menyerah?” Tanya Yize saat pedangnya berada dileher Jia Li.


“Baiklah pertarungan selesai, selanjutnya”


“Guru aku menyerah dan tenagaku terkuras habis jadi tidak bisa bertanding lagi “ ucap Yize lalu keluar dari ruang pelatihan.


“Baiklah yize menyerah dan pelatihan dilanjutkan” ucap Guru Feng.


Jia li masih melihat kepergian Yize. Ia yakin jika Yize sedang berbohong. Saat bertarung dengannya tadi ia merasa Yize tidak mengeluarkan seluruh tenaganya. Yang ia tau pasti dia hanya ingin mengalahkannya saja. Berapa banyak rahasia yang dimiliki Yize.


“Kenapa aku selalu berlatih denganmu?” Tanya Liyan saat berhadapan dengan Zeze.

__ADS_1


“Sudah kubilang kau belum pantas bertarung dengan tuanku” kelas Yelu membuat Liyan semakin penasaran dengan kekuatan Yize yang sebenarnya.


“Yize ada yang salah dengan tubuh Liyan” jelas Zeze.


“Apa maksutmu?” Tanya Yize tak mengerti.


“Kau pasti sudah tau kan kalau ada titik spiritual yang terbuka saat kita berlatih spiritual. Tapi ada beberapa titik spiritual Liyan yang tidak mau terbuka. Seperti ada seseorang yang sengaja menutupnya” jelas Zeze membuat Yize mengerti. Untuk Liyan yang memiliki kekuatan dijiwa petarung tahap 2 kenapa begitu lemah.


“Apa ada cara membukanya?” Tanya Yize.


“Ada tapi ini pil obat tingkat ke8” jawab Zeze.


“Berikan resepnya aku akan membuatnya” ucap Yize.


“Kenapa?”


“Apanya yang kenapa? Aku hanya ingin membuatnya berhutang budi padaku” jelas Yize membuat Zeze tersenyum.


Setelah Yize mendapatkan bahan bahannya ia membiat pil tingkat 8 dengan waktu 3 jam.


“Ini menguras tenagaku” ucap Yize dengan kelelahan.


“Kau hebat” ucap Zeze tak percaya.


“Panggil Liyan” perintah Yize.


Yize menjelaskan kepada Liyan apa yang terjadi pada tubuhnya. Tentu saja Liyan terkejut, selama ini ia selalu penasaran kenapa kekuatannya begitu lemah.

__ADS_1


Setelah minum pil sari Yize, Liyan bia mengeluarkan seluruh kekuatannya.


“Aku pulang dulu” ucap Liyan dengan senang lalu pergi.


__ADS_2