
Rapat akademi diadakan secara dadakan karena kejadian pada ujian murid baru.
"Mereka pasti dari musuh kerajaan" tetua akademi dengan rambut pendek yang bernama Liu Chenfeng.
"Guru Yan bagaimana bisa ada penyusup? Bukanya sudah diperiksa sebelum ujian" tanya guru Xiao.
"Sudah ku lakukan tapi ini diluar informasi" jawab Guru Yan.
"Tenang, sekarang masalah ini akan diambil pihak kerajaan" tegas tetua atas Jiang.
"Target mereka adalah keluarga kerajaan tapi kita juga tak bisa diam saja, mereka juga murid dari akademi. Saya minta para Guru bisa lebih hati hati" ucap Kekk Jiang.
"Baik" jawab semua dengan serentak.
Dikerajaan.
Wajah Yiran yang terluka masih diperban dan mungkin saja akan meninggalkan bekas.
"Jadi Xingyu juga diserang tapi bukan penyusup itu melainka jewan sihir tingkat tinggi?" Tanya Raja Ji Suang.
"pasti ini ulah penyusup itu" ucap Ji Huang ayah Xingyu.
Ucapan dari Ji Huang membuat Yiran sedikit merasa lega. Mereka tidak boleh tau jika dirinya yang telah mengeluarkan hewan sihir itu.
"Ji Ling selidiki masalah ini" perintah Ji Suang lalu pergi begitu saja mengabaikan ucapan Ji Huang.
Ji Huang hanya menghembuskan nafasnya pelan. Adiknya itu berubah total tidak seperti yang dulu dikenalnya. Sejak naik tahta sifatnya menjadi seenaknya sendiri dan terlalu mengejar kekuasaan.
"Ayah!" Panggil Xingyu.
"Putriku beristirahatlah, ayah masih ada urusan dengan kakakmu" ucap Ji Huang. Xingyu hanya menurut, sebenarnya ia ingin keluar dari kerajaan ini. Ia tak kuat melihat ayahnya yang tak dianggap oleh Raja yang merupakan adiknya sendiri dan disuruh untuk melayani kerajaan seperti robot tanpa ada istirahat.
__ADS_1
"Ayah memanggilku?" Tanya Ji Xingli putra pertama Ji Huang.
" temui orang yang bernama Yize, dia yang sudah menyelatkan adikmu." perintah Huang dan Xingli hanya mengangguk.
Xingli pergi ke asrama akademi untuk bertemu dengan murid yang bernama Yize. Saat berkeliling asrama murid baru kelas bawah ia tak sengaja melihat seorang murid yang mirip dengan seseorang yang ia kenal.
"Apa kau yang bernama Yize?" Tanya Xingli secara langsung. Tak semgaja mendengar percakapn mereka.
"Siapa?" Tanya Yize penasaran.
"Perkenalkan saya Ji Xingli kakak dari Xingyu" jelas Xingli memperkenalkan diri.
"Kenapa pangeran yang kesini langsung?” jawab Yize datar.
"Bukan lagi, aku hanya seorang prajurit kerajaan" jawab Xingli sambil tersenyum kecut.
"Maksutmu?" Tanya Yize tak mengerti.
"Kita bisa bicara ditempat lain" ajak Xingli berjalan kearah belakang asrama Yize.
"Jadi?" Tanya Yize lagi.
"Yah kau bisa lihat aku hanya kepala prajurit dikerajaan. Karena melawan raja status pangeranku dicopot dan diturunkan menjadi kepala prajurit." Jelas Xingli sambil duduk dihamparan padang rumput. Yize melihat pakaian yang dipakainya itu merupakan pakaian seorang prajurit kerajaan.
"Aku sedikit tak mengerti apa yang kau lakukan, tapi bukanya raja itu pamanmu sendiri?" Tanya Yize ikut duduk disamping Xingli.
"Dia bukan pamanku, pamanku hanya paman Liang" jawab Xingli membuat Yize terdiam dan pikirannya berhenti. Sedangkan Xingli yanh melihat eksprei Yize hanya tersenyum penuh arti.
"Awalnya aku kesini untuk mengucapkan terima kasih karena telah menjaga adikku. Tapi tak kusangka aku akan menumukan sesuatu yang kucari selama ini” ucap Xingli membuat Yize semakin terkejut.
"Menemukan apa?”Tanya Yize dengan tegas.
__ADS_1
"aku kembali dulu" bukannya menjawab,Xingli dengan tersenyum lalu menghilang begitu saja.
"Teleport" gumam Yize, ia termenung menikmati udara segar. Apa yang dimaksutnya menemukan sesuatu, buat apa difikir bukan urusannya.
"Kau disini rupanya, dari tadi aku mencarimu" ucap Liyan yang ikut duduk disamping Yize.
"Tadi kakaknya Xingyu keseni" ucap Yize.
"Apa? Buat apa?" Tanya Liyan.
Yize menjelaskan secara singkat jika Xingli ingin mengucapkan terima kasih padanya. Melihat reaksi Liyan sepertinya dia tau masalah itu.
"Apa kau tau kenapa dia bukan pangeran lagi?" Tanya Yize membuat Liyan semakin terkejut.
"Ssssst ini merupakan hal tabu dikerajaan, tidak ada yang berani membicarakan masalah ini lagi" bisik Liyan .
"Kenapa?"
"Yah bagi orang orang mungkin tak berani tapi aku tak takut. Jadi begini ceritanya" jelas Liyan mulai menceritakan kejadian beberapa tahun yang lalu.
Mendengar cerita Liyan Pangeran Xingli mendengar jika tidak ditemukannya jasad dari pangeran Lingyi dalam kebakaran itu. Kadi ia berusaha meminta kepada ayahnya jika ingin memcari pangeran Lingyi, tapi ayahnya melarang.
Tentu saja karena keselamatannya sendiri. Tetapi pangeran Xingli tetap mencari pangeran Lingyi, ia yakin jika pangeran Lingyi masih hidup meskipun kerajaan sudah mumutuskan jika jasad pangeran Lingyi sudah hangus karena terbakar.
Tetapi aksi Xingli terdengar oleh raja, dan itu membuat raja marah. Mencari pangeran Lingyi sama saja mencari penghianat kerajaan. Oleh sebab itu status pangerannya dicabut dan akan diusir dari kerajaan. Tapi perdana mentri Yue membantu agar itu tak terjadi dan membuat Xingli menjadi kepala prajurit dan keluarganya tetap dikerajaan.
"Ayahku bilang kepada raja mungkin kak Xingli masih tidak terima akan kematian pangeran Lingyi jadi ayahku meminta raja untuk mengerti" jelas Liyan membuat Yize terdiam.
"Seharusnya yang menjadi raja ayahnya kak Xingli tapi karena kejadian itu yang menjadi raja yang raja Suang" ungkap Liyan.
"Kenapa ayahmu membantunya?" Tanya Yize.
__ADS_1
"Aku tidak sengaja dengar ayahku pernah berkata jika paman Liang dijebak dan dibunuh" bisik Liyan semakin membuat Yize penasaran dengan situasi kerajaan yang sekarang.
Karena dulu ayahnya menolak dijodohkan dan memilih untuk menikahi ibunya, terpaksa keluar dari kerajaan. Tapi waktu itu raja masih bersikeras meneruskan tahtanya kepada ayahnya. Itulah yang ia tau dari cerita para penduduk. Karena ia sudah tinggal diluar kerajaan sejak kecil jadi tidak tau tentang apa apa tentang kerajaan. dan siapa saja anggota kerajaan saat ini.