
“Siapa kau?”
“Apa maksutmu? Tentu saja aku Yize siapa lagi?” Jawab Yize setenang mungkin, awalnya ia sedikit terkejut dengan pertanyaan nya.
“Ha ha haha tentu saja, kenapa aku masih bertanya” ucap Xingyu dengan tawa canggung nya. Ada banyak pertanyaan dikepalanya tapi kenapa malah itu yang keluar.
Mereka masih berjalan menyusuri hutan tapi belum menemukan sungai. Hingga Xingyu melihat sebuah air jatuh dari atas.
“Yize lihat!” Tunjuk Xingyu keatas.
“Tunggu disini” perintah Yize sebelum dirinya naik kepohon untuk melihat tanaman itu.
tanaman air, merupakan tamaman yang menghasilkan air yang bisa digunakan apapun, tentu saja untuk menyembuhkan luka. Ini merupakan keberuntungan bisa menemukan mya disini. Dulu saat dihutan ia sangat tergantung dengan tanaman itu untuk bertahan hidup.
“Xingyu apa kau masih ada kantong, kalau ada lemparkan” teriak Yize dari atas pohon.
Dengan perlahan ia mengambil air itu dan turun dari pohon.
“Ayo kembali sebelum matahari tenggelam” ajak Yize dan Xingyu hanya mengangguk.
Untung saja mereka mengungat jalan untuk kembali sehingga tak akan tersesat. Ia melihat Liyan yang masih terbaring didalam gua. Saat Yize dan Xingyu pergi mencari air, Li berhasil menemukan sebuah gua untuk bermalam.
“Minumlah” ucap Xingyu menyodorkan air itu kemulut Liyan.
__ADS_1
Setelah meminum air itu keadaan Liyan sudah terlihat lebih baik. Dan Yize juga tak sengaja melihat rusa yang sudah tegeletak tak benyawa didepannya.
“Kalian siapkan api” perintah Yize lalu mengambil rusa itu dan memotongnya.
“Kau bisa memasak?” Tanya Xingyu saat melihat Yize sedang sibuk memotong daging dan beberapa sayuran.
“Hm” jawab Yize.
Sambil menunggu Yize selesai memasak, Liyan tiba tiba sadarkan diri dan terduduk.
“Aku masih hidup?” Tanya Liyan saat terbangun.
“Tentu saja bodoh!” Ucap Yize sambil memukul kepala Liyan, membuat Xingyu tertawa pelan.
“Makanlah” ucap Yize setelah selesai memasak.
“Pas kak Yiran pelakunya” ucap Xingyu.
“Kenapa?” Tanya Liyan tak mengerti.
“Hanya keluarga kerajaan yang boleh memiliki hewan sihir tingkat tinggi” jelas Xingyu membuat mereka paham.
“Apa sebenarnya tujuan dia?” Tanya Liyan lagi.
__ADS_1
“Putri Xingyu, jika putri Xingyu terluka tentu saja keluarga kerajaan akan menyalahkan kita. Dan akademi tidak meluluskan ujian kita, dan tentu saja akan ada rumor yang beredar” jelas Li membuat Yize menatapnya.
“Rumor? Memangnya rumor apa?”
“Mencoba membunuh putri Xingyu” jawab Li tegas.
“Apa! Mana mungkin kita!” Teraik Liyan.
“Orang akan percaya dengan kerajaan daripada dirimu”
“Maafkan aku” ucap Xingyu pelan, ia merasa bersalah karena dirinya sekarang, teman temannya dalam bahaya.
“Bukan salahmu, jika mereka ingin bermain tentu saja kita akan melayaninya. Dan tentu saja bukan kita yang kalah” ucap Yize penuh keyakinan.
“Betul! Jika Yize berkata seperti itu pasti akan terjadi” ucap Liyan semangat.
“Baiklah, sekarang prioritas kita jangan sampai mereka berhasil melukai Xingyu” ucap Li.
“Kalian berdua jaga Xingyu biar aku yang lawan hewan sihirnya” ucap Yize lalu berencana untuk pergi.
“Mau kemana?”
“Mengecek keadaan diluar, kalin tidurlah dulu” jawab Yize lalu pergi begitu saja.
__ADS_1
“Ada apa dengan sikapnya itu? Selalu seenaknya sendiri” ucap Li.
“Biarpun begitu, aslinya dia samgat peduli dengan orang orang disekitarnya. Walau caranya salah” jelas Liyan dengan tersenyum, ia tau betul jika Yize bersikap seperti itu agar bisa menutupi dirinya. Sebenarnya apa yang Yize sembunyikan sehingga ia begitu hati hati.