Art Of War

Art Of War
Sebuah Rencana


__ADS_3

Pagi hari ini seluruh murid akademi Perang berkumpul diluar hutan Kultivator sambil menunggu dibukannya penghalang yang menutupi seluruh hutan.



“Selamat pagi semua , saya mewakili seluruh tetua akan membuka penghalang dan memperingatkan kepada kalian semua bahwa acara ini akanberlangsung selama 1 bulan. Jadi jagalah nyawa kalian baik baik dan kembalilah dengan kekuatan baru kalian. Semoga berhasil” setelah menyelesaikan pidatonya tetua itu dengan segera membuka penghalang yang menutupi hutan.



Seluruh murid berhamburan masuk kedalam hutan, tapi tidak untuk Yize yang masih berdiri ditempatnya dan belum bergerak sedikitpun dan merasakan sesuatu yang begitu gelap yang berasal dari dalam hutan.



“Jadi ini alasan kenapa hutannya diberi penghalang”gumam Yize dengan menyeringai.



“Memangnya kenapa?”



“Kenapa kau masih belum masuk?” Tanya Yize sedikit terkejut melihat Liyan yang masih berdiri dibelakangnya.



“Tentu saja menunggumu, apa lagi?” Jawab Liyan dengan serius.



“Kalian berdua mau ikut masuk apa tidak?!”teriak seorang guru saat melihat Yize dan Liyan masih berdiri dipintu masuk hutan sambil bercakap cakap.



“Kita masuk” jawab Liyan sambil menarik Yize masuk kedalam hutan, mereka melihat sekeliling yang terlihat gelap walau disiang hari.



“Yize apa kau merasa bahwa hutan ini sedikit menyeramkan” tanya Liyan sambil melihat sekeliling.



“Sudah terlambat untuk menyesal, ayo jalan” ucap Yize yang berjalan dan diikuti Liyan. Selama perjalanan mereka tidak menemui monster atau hewan gaib satu pun dan itu membuat mencurigakan.



“Yize lhat” ucap Liyan menunjuk kearah jam satu, terlihat sebuah cahaya yang berasal dari sebuah api. Mereka berdua berjalan kearah cahaya itu berasal terlihat sekelompok pemburu.



‘Bagaimana ada orang luar selain murid akademi Perang?” Tanya Liyan bingung dan sedikit takut.



Yize hanya terdiam dan masih memandang kearah sekumpulan pemburu yang sedang membuat api unggun. Hutan iini ada pengalangnya dan baru saja dibuka beberapa saat yang lalu, tidak mungkin mereka ikut masuk. Karena meihat bekas api unggun sebelumnya yang berada diujung tenda mengartikan bahwa mereka sudah berada disini beberap hari yang lalu.



“Liyan ayo menjauh dari sini” ucap Yize dan Liyan mengangguk setuju. Meskipun Yize kuat tidak mungkin dia bisa melawan merek secara bersaamaan. Melihat mereka bisa menembus penghalang itu cukup untuk memastikan bahwa mereka semua berada di jiwa kesatria.



Mereka berjalan berlawanan arah dari keberadaan para pemburu. Dan tentu saja menemukan jawaban kenapa keadaan disekitar mereka terasa tenang tanpa ada edikitpun hewan hewan gaib. Mreka melihat sarang singa bertandk satu merupakan hewan sihir tingkat akhir.



“Yize apa kau bisa melawannya?” Tanya Liyan



“tentu saja tidak bodoh” jawab Yize dengan tegas dan itu tentu benar karena dengan kekuatannya saat ini dia bisa saja terbunuh saat melawannya.



“Terus bagaimana ini apa kita harus kembali ketempat semula, setidaknnya kita bisa menegoisasi dengan para meburu” jelas Liyan karena hanya da da jalan agar mereka bsa keluar dari daerah itu.

__ADS_1



Mendengar ucapan Liyan memiliki ide yang sempura untuk singa bertanduk satu itu dan tentu saja untuk para pemburu itu.



“Liyan cepat kumpulan beberapa batang pohon yang kering” ucap Yize sambil tersenyum membuat Liyan mengangguk, melihat senyum yize membuatnya percaya bahwa dia memiliki rencana walau senyumnya sedikit menyeramkan.



Selama Liyan mencai batang pohon Yize menyiaman beberapa tali dan sesuatu yang bisa membangunkan singa bertanduk satu dari tidurnya. Bebrapa menit setelahnya Lyan datang dengan membawa beberapa batang pohon dtangannya.



“Liyan pakai apimu untuk membakar batang pohon yang kau bawa”



“Apa kau gila? Itu akan membuat singa itu terbangun.”



“Percaya padaku”



Liyan hanay bisa pasrah dan mulai membakar sekumpulan batang kayu didepan gua hingga asap itu memnuhi kedalam gua.



“Liyan ayo pergi” ajak yize dengan terburu buru menarik Liyan menjauh dari gua, dan mereka berjalan kearah dimana para pemburu sedang beristirahat. Melihat itu otak Liyan mulai mengerti rencana Yize.



“Yize kau terlalu menyeramkan” komen Liyan saat menyadari bahwa Yize sedang tersenyum.



“Semua tidak harus diselesaikan dnegan kekuatan” jawab Yize dan mulai memberika sebuah jubah kepada Liyan.




“Pakai saja”



“Wah...kau tidak terlihat dan juga hawa keberadaanmu tidak terasa seolah olah yize tidak berada disana. Yize yang mendengar ucaan Liyan hanay tersenyum dibalik jubahnya.


*sebelumnya*


Liyu menemui Yize di asrama akademi sebelum berangkat kehutan. Dan tentu saja kedatangan Liyu membuat Liyan kaget.



“Murid Yize ada seseorang yang ingin bertemu denganmu, dan ikutlah denganku” ucap Liyu membuat Yie mengikutinya.



“Ada apa?’ Tanya Yize secara langsung tanpa basa basi.



“Aku tak ingin murid pertmaku hanay kembali dengan nama saja” jelas Liyu sambil melempakan sesuatu kearanya tanpa menjelaskan sesuatu.



“Yang satu untuk bocah yang bersamamu” jelas Liyu lagi lalu pergi begitu saja tanpa mendnegar tanggapan dari yize. Tanpa dielaskan Yize bisa mengetauhi benda apa itu.


*saat ini*


Dan tentu saja barang itu adalah jubah setan yang bisa membuat sang pengguna bisa tak terlihat dan keberadaannya pun juga hilang.

__ADS_1



‘Darimana kau mendapatkan barang langka ini?” Tanya Liyan masih takjub dengan jubah setan yang dia pakai. Karena tidak semarang orang bisa mendapatkannya.



“Dari guruku” jawab Yize acuh tak acuh tapi juga jujur. Lalu merak mulai berjalan kearah para pemburu da mearuh beberapa tanamn yang dia campur agar mengeluarkan bau menyengat untuk menarik singa.



“Mari kita tunggu dan melihat pertunjukan.” Ucap Yize yang membuat Lyan merinding dan mereka naik keatas pohon untuk melihat mereka dari kejauhan.



“Yah mungkin ini sedikit seru”gumam Liyan yang mulai mengikuti sikap Yize yang menganggap pertemuran itu menyenangkan.



“Hei apa kau mencium sesuatu?’ Tanya seorang pemburu yang datang sambil membawa minuman keras.



“Mencium apa? Kau pasti sudah mabuk” jawab salah satu temannya yang duduk diatas batu.



“Xun kau tidak boleh mabuk, jangan lupakan untuk apa kita disini.’ Ucap ketua mereka.



“Tentu saja untuk mengambil permata gelap’ jawab pemburu bernama xun.



“Diam bodoh apa kau ingin seseorang mendengarmu?”



“Siapa yang akan mendnegar kita?’



“Tentu saja murid akademi Perang bodoh, pagi tadi aku melihat beberapa murid Akademi perang berada di daerah barat.”



“Maaf ketua “



Dan tentu saja mereka tak menyadari bahwa ada dua orang yang mendengar percakapan mereka.



“Jadi itu tujuan meraka, menarik” ucap Yize.



“Apa itu permata gelap?” Tanya Liyan tak mengetauhi apa itu permata gelap yang dicari para pemburu itu.



“Nanti akan kutunjukan”



“Kau tidak berniat untuk mengambil dari merak bukan?’ Tanya Liyan takut setelah mengetauhi sifatnya seperti apa.



“Siap tau” jawab Yize enteng membuat Liyan menarik rambut kepalaya merasa frustasi dengan jawaban Yize. Ia bisa menebak 100 persen jika Yize akan mengambil batu itu melihat seifatnya.


__ADS_1


‘Jurang mana yang telah kumasuki” ucap Liyan dalam hai mengelurh sedih, jika Yize bisa mendengar mungkin dia akan menjawab dengan jurang neraka.


__ADS_2