Art Of War

Art Of War
Ujian masuk


__ADS_3

“Apa maksutmu mengerikan?” Tanya Yize tak mengerti ucapan Liyan.


Liyan menjelaskan bahwa kekuasaan sangatlah penting. bagi mereka yang kaya dan berpengaruh, mereka bisa membeli atau menyewa orang yang kuat untuk menindas yang lemah dan miskin.


Tapi jika seorang pejabat melakukan itu merupakan hal yang melanggar hukum.


“Jadi siapa xingseng itu?” Tanya Yize.


“Dia anak pengusaha dikota ini dan dia juga murid dari peguruan Cahaya. Merupakan perguruan hebat” jelas Liyan.


“Jadi keputusanku tadi benar” ucap Yize.


“Maksutmu?” Tanya Liyan.


“Jika aku melawanya tadi, mungkin aku akan membuat masalah dengan mereka tapi jika aku melawannya besok itu tak masalah jika aku menghabisinya” ucapa Yize.


“Aku tau kau kuat tapi berhati hatilah, aku akan ikut bersamamu” ucap Liyan dan Yize hanya mengangguk.


Besok merupakan ujian masuk. Meskipun ujian masuk ini hanyalah formalitas semata. Karena siapa yang memiliki surat rekomendasi mereka sudah menjadi murid akademi perang.


Ujian masuk ini untuk mengukur kekuatan diantara murid baru dan untuk menentukan peringkat. Dan Yize tak berniat untuk menjadi yang pertama. Karena itu akan mencolok baginya.


Pagi ini ujian masuk dilaksanakan. Ada orang orang dari kerajaan yaitu seorang pangeran mahkota yang menjadi tamu kehormatan.


“Selamat pagi semuanya kita akan perkenalkan tamu kehormatan kita. Pangeran mahkota Ji Ling”


“Dan juga ada Perdana mentri Yue Chen bersama Putra pertamanya Yue Jiang. Katanya putra kedua mereka juga masuk keakademi perang”


“Dan juga para tetua akademi perang, tapi yang paling mengejutkan adalah Nona Xian dari pavillium Bunga yang ikut merayakan ujian masuk tahun ini”

__ADS_1


“Beri tepuk tangan untuk mereka. Dan peserta silahkan masuk ke arena” ucap sang pembawa acara.


“Wasit aku menyerah!” Teriak Liyan membuat semua menatap kearahnya.


“Bukannlah kamu Yue Liyan? Putra kedua perdana mentri?” Ucap sang wasit.


“Kenapa kau menyerah?” Tanya Yize tak percaya.


“Aku sudah terluka jika aku ikut bertanding itu akan membuat lukaku tambah parah” jelas Liyan.


“Berjuanglah aku akan melihatmu bersama mereka” ucap Liyan sambil menunjuk tempat dimana Zeze, Yelu dan Yun berada.


“Baiklah kita mulai saja pertarungannya.“


“Pertarungan pertama Ji Yiran melawan Xiao Hong”


Meskipun ini hanya formalitas tapi mereka bertarung dengan serius.


“Yiran majulah” ucap Hong.


“Meski kekuatanmu lebih tinggi satu tingkat dariku, kau pikir kau hebat” jawab Yiran sombong.


Mereka bertarung satu sama lain. Meskipun Hong lebih kuat tapi ketrampilan bertarung mereka terpaut jauh. Mungkin kurangnya pengalaman bertarung.


Tidak butuh waktu lama Hong sudah dikalahkan oleh Yiran.


“Pertarungannya selesai Ji Yiran pemenangnya” ucap sang wasit.


“Pertarungannya selanjutnya Yize melawa Chen Xingsen”

__ADS_1


“Sudah waktunya” gumam Yize sambil menyeringai.


“Wah bukannya kamu temannya silemah Liyan” ucap Xingsen sombong.


“Hei Liyan apa kau tidak takut temanmu ini babak belur?” Tanya Xingsen kepada Liyan yang duduk dibangku penonton.


“Sialan!” Gumam Liyan tak terima.


“Tenanglah manusia yize itu tidaklah lemah” jawab Zeze dengan santai.


“Berhentilah bicara sampah” ucap Yize dengan dingin.


“Siapa yang kau panggil samapah? Aku? Apa dirimu sendiri?” Ucap Xinseng masih sombong.


“Brakk!!” Tanpa aba aba Yize memiluk wajah Xinseng dengan keras hingga dia terjatuh.


“Kau!” Teriak Xinseng tak terima.


“Brak!!” Yize memukul Xinseng lagi dengan keras.


“Sudah kubilang jangan banyak bicara. Sampah” ucap Yize sambil menendang Xinseng dan menginjak kepala nya dengan mudah.


“Buanglah sampah pada tempatnya” ucap Yize lalu menendang tubuh Cinseng tapi tidak sampai keluar arena.


Semua yang melihat itu menatap tak percaya. Xinseng dengan jiwa petarung tahap 2 dikalahkannya dengan mudah.


“Aku menyerah” ucap Yize mengangkat tangannya lalu keluar dari arena dengan santai.


“Ba baiklah pemenangnya Chen Xingsen” ucap snag wasit.

__ADS_1


__ADS_2