Art Of War

Art Of War
Pedang Hitam


__ADS_3

Yize dan Liyan kembali menyusuri hutan Kultivator dan tidak sengaja karena suatu kejadian yang tiba tiba mereka berpisah. Sebuah array tiba tiba muncul dibawah kaki Yize dan membuatnya tiba tiba menghilang. Dan kejadian tu membuat Liyan bingung dan segera mencari Yize. Dalam pencariannya dia tidak sengaaj bertemu dengan Jia Li dan menceritakan apa yang baru saja dialaminya.



“Aku yakin Dia kan baik baik saja” ucap Jia li agr Liyan tenang.



“Tentu saja aku tau itu, bukan dia yang kukhawatirkan tapi orang yang mencari masalah dengannya” jawab liyan saat mengingat kejadian yang dia alami bersama Yize, semua lawannya tewas mengenaskan.



“Oh begitu” jawab Li yang bingung harus berkata apa.



“Ayo kita bersama sama dan bertemu Yize nanti” ucap Liyan dan merka mengangguk setuju , dialam bebas seperti ini sangatlah aman jika bersama.



Disisi lain yize masih bingung dengan tiba tiba array yang muncl dan membawanya kesebuah reruntuhan dibawah tanah. Dia bukan takut karena musuh hanya saja ia tak tau bagaimana ia harus keluar nanti. Jadi dia hanya berjalan mengikuti jalan setapak dan menyusuri reruntuhan. Dilihat dari bangunannya ini merupakan bangunan yang sudah hampir seratus tahun yang lalau. Banyak gambar yang terlukis didinding saat ia berjalan.



Hingga akhirnya ia melihat sebuah altar yang diatasnya ada sebuah pedang berwarna hitam disana serta aura yang haus darah. Karena penasaran ia melangkah mendekat dan saat tangannya meraih pedang itu tiba tiba kesadarannya masuk kedalam pedang itu.



Saat membuka mata ia berada diruangan putih dan bercahaya.



“Apa ini dunia roh?” Tanya Yize masih bingung.



“Wow baru kali ini aku mendengar hal lain selain gunia mimpi” ucap seseorang bepakaian hitam yang terlihat berlawanan dengan ruangan putih dan bercahaya itu. Laki laki tua itu mengelilingi roh Yize seolah olah sedang menilainya.



“Tubuhmu cukup luar biasa nak, hmm dan juga peracik obat hm hm anak yang menarik” gumam laki laki tua itu.



“Ada apa denganmu pak tua?” Tanya Yize tak suka dengan sikap laki laki tua itu.



“Pak tua? Hahahaha jadi kau belum tau siapa aku?”



“Siapa kau?”



“Aku hanya laki laki tua yang mencari kesenangan”



“Huh”



laki laki tua itu menjelaskan bahwa roh Yize sekarag sedang berada didalam pedang hitam. Dan jika dia ingin kembali dia harus bisa melewati tantangan yang diberikannya kalaupun gagal rohnya juga bisa kembali ketubuh aslinya tanpa mendapatkan apa apa. Tapi jika dia berhasil dia akan bisa menggunakan pedang itu. Tentu saja Yize menyutujuinya, ini merupakan peluang baginya untuk tumbuh lebih kuat.


__ADS_1


Laki laki tua itu menyerang roh milik Yize untuk mengetauhi seberapa kuat Roh miliknya . Karena Yize tak bisa menggunakan kekuatannya ia hanay bisa menghindar dan menahannya dengan kuat. Setelah satu jam Yize hampir tidak bisa menahannya dan rohnya akan menghilang.



“Kau lumaayn juga tapi masih kurang tapi aku suka denganmu maka terimalah ini” ucap laki laki itu sebelum menghilang dan memberikan sebuah gelang berwarna hita.



“Hah..hah...hah..ha” Yize bangun dan merasa dia telah berlari selama berhari hari tanpa makan dan istirahat. Lau dia melihat pergelangan tangan kanannya ada sebuah gelang yang melekat dengan kulitnya. Lalu dia membuka telapak tangannya dan gelang itu berubah menjadi pedang hitan yang berada di altar.



“Mari kita tes seberapa kuat pedang ini” ucap Yize lalu berkeliling reruntuhan untuk mencari lawan dan tentu saja ia bertemu dengan monster tingkat bawah. Dia melawan mereka seperti menyapu semut ditanah.



Hingga waktu berlu ia terus menggiling monster direruntuhan hingga akhirnya dia bertemu dengan raja mereka. Dengan kecepatannya ia segera menyerang tapi diluar dugaanya monster itu juga cepat dan bisa menangkis serangannya dan bahkan menyerang balik sebelum Yize bisa menghindar.



“Brak”



“Uhuk..” Yize batuk darah lalu tersenyumsenang. Jika ia sampai terluka dengan hanay pukulan itu ia tak perlu menahan diri dan segera mengerahkan seluruh kemampuannya. Dan pedang hitam itu juga meningkatkan hasil serangannya. Hanya saja dia masih belum bisa mengendalikan seluruhnya.



“Ha..huuu..huu” Yize berusaha untuk bernafas karena merasa kelelahan dan terluka cukup parah. Tapi sesaat kemudia ia ta menyadari serangan tiba tiba ia tak bisa menghindar terpaksa menerima serangan itu menggunaan pedangnya. Ia kira pedang itu akn hancur karena serangan keras itu tapi pedang itu masih kokoh melindunginya.



“Sekarang giliranku” ucap yize langsung menyerang dengan teknik pedangnya dan memotong leher monster itu dideti detik terakhir. Tubuh monster itu terjatuh begitu juga tubuh yize juga jatuh terlentang karena sudah kehabisan tenaga.




“Sring!” Yize membuka matanya saat melihata pedang hitam yang berada ditanganya bersinar dan melahap tubuh monster yang tewas lalu kembali bersinar. Dia merasakan bahwa pedang hitam itu memperkuat auranya dan bertambah kuat.



“Apa pedang ini menyerap kekuatan monster itu” gumam Yize sedikit tidak mengerti jadi dia memutuskan untuk bertanya dengan Yelu dan zeze nanti. Saat akan istirahat tiba tiba array itu kembali lagi dan membuatnya kembali kehutan lagi.



“Huh?” Ucap Yize kaget saat melihat Liyan dan Jia li serta banyak orang disekitarnya.



“Darimana saja kau? Bagaimana bisa terluka seperti itu? Apa kau tau berapa lama kau menghilang? “ tanya Liyan berturut turut membuat yize malas menjawabnya.



“Kau sudah menghilang selama dua minggu dan besok kita harus kembali ke Akademi jadi kita menunggumu ditempat kamu menghilang” jelas Jia li membuat Yize mengangguk paham. Ia tak menyangka jika ada pebedaan waktu didunia reruntuhan dan didunia asli. Ia merasa baru satu minggu disana.



“Apa yang kau lakukan hingga terluka sepeti itu? Cepat minum ramuanmu” ucap Liyan memarahi yize dan membuat yize merasa aneh dan langsung mengambil ramuannya dan lukanya perlahan sembuh tapi masih tidak semuannya.



“Sebaiknya kita berkumpul bersama karena ada penyusup dari orang luar disini” Jelas jia Li dan yize hanay bisa mengangguk karena keadaannya masih belum setabil.



“Apa kau bertemu dengan anggota sekte gelap?’ Bisik Liyan diam diam saat memabntu mengobati luka luar Yize.

__ADS_1



“Tidak tapi kenapa dengan sekte gelap? Apa mereka yag menyusup?”



“Iya dan banyak iswa yang terbunuh oleh karena itu sekarang para guru sedang memburu anggota sekte gelap yang menyusup masuk” jelas Liyan membuat yize mengangguk. Dan malam hari Yize hanya tertidur karena merasa kelelahan setelah bertarung seminggu penuh tapi dia juga tak menyangka akan mendapatkan pedang yang hebat. Masuk kedalam hutan kultivator masih ada keuntungan untuknya.



Pagi harinya meraka telah keluar dari hutan dengan suasana berduka karena banyak murid yang tewas. Dan tentu saja Yize berbohong jika dia hampir tewas oleh anggota sekte gelap karena luka yang dialaminya.


Saat pulang keasrama Yun terkejut melihat luka Yize dan segar menyuruh yize beristirahat.


“Tidak mungkin kau terluka seperti ini hanay karena melawan sekte gelap” ucap zeze. Yize mengehmbuskan nafanya pelan karena tidak bisa menipu naga tua itu dan akhinya menceritakan seluruh yang ia alami.



“Sepertinya kau mendapatkan pedang dewa perang” jelas zeze.



“Dewa perang?” Tanya yize bingung karna ia tak mendengar tentang dewa perang.



“Ini peristiwa yang sudah lama, dulu ada seeorang pendekar pedang yang sangat kuat sehingga membuat seluruh kerajaan didaratan ingin mengikatnya. Tapi karena sifat nya yang keras kepala dan suka bertarung dengan bebas dia menolak tawaran dari berbagai kerajaan. Karna itu seluruh kerajaan berencana menghabisinya karena takut dengan kekuatannya. Hingga pada akhirnya semua kerajaan mengalami kegagalan dan mengalami kerusakan yang parah. Tapi setelah peristiwa itu pedekar pedang itu disebut dewa perang dan jejaknya tidak pernah muncul lagi, jadi ada yang mengatakan jika dia terluka parah dan tewas secara perlahan. Tapi setelah mendengar ceritamu aku akhinya bisa menebak jika dia membangun dimensi miliknya sendiri dan pada akhirnya menyerahkan jiwanya kepada pedang itu” Jelas Zeze membuat Yize terdiam.



“Bukankah dia hebat? Bisa mengalahkan seluruh orang didaratan” ucap yelu mengomentari cerita Zeze.



“Yah menjadi kuat ada untungnya ada ruginya, jadi ada bagusmya untuk menyembunyiakn kekuatan” jelas zeze lgi.



“Oh jadi pedang ini bisa memakan jiwa jiwa apapun itu termasuk pemiliknya” singkat Yize.



“Memang pedang itu bisa memakan jiwa apapun tapi dia tidak bisa memakan jiwa pemiliknya” ungkap Zeze membenarkan ucapan Yize.



“Tapi jiwa pemilik sebelumnya”



“Aku kan sudah bilang dia keras kepala dan suka bertarung yang artinya dia gila hingga menyerahkan jiwa secara suka rela sehingga dia bisa mati dengan pedangnya.”



“Pendekar pedang sejati” ucap Yeli



“Itu namanya gila bukan pendekar pedang sejati” bantah Zeze.



“Kau bukan manusia, jadi tau apa kau tentang pendekar pedang”



“Kau juga bukan manusia dasar kucing bodoh

__ADS_1


__ADS_2