
Latihan pertama setelah masuk ke akademi mereka, yaitu berlatih kekuatan spiritual milik mereka.
“Lihatlah kelas bawah seperti kalian berani sekali masuk kesini” ucap Yiran yang baru datang.
“Yize ayo pergi” ajak Liyan.
“Pergilah kalian tidak pantas berlatih disini” ucap Xiao Hong.
“Apa ada larangan kelas bawah tidak boleh berlatih disini?” Tanya balik Yize.
“Kau!” Terial Yiran.
“Diam!” Ucap seseorang yang baru masuk keruangan pelatihan.
“Perkenalkan saya Xiao Yan, yang bertanggung jawab dalam pelatihan ini. Ada apa dengan kalian? Cepat bersiap” ucap Guru yan dengan tegas.
Dalam hal ini para murid akan dites kekuatan spiritualnya dalam tungkatan tertentu. Tingkat tertinggi yang pernah ada hanya sampai ke tingkat 9 dan itu pun jarang. Apalagi tungkat 10 tidak ada yang pernah menjangkau itu.
Bagi Yize ini hal mudah bagaikan permainan semata. Tapi bukan itu tujuan nya disini.
“Yelu lakukan” bisik Yize kepada Yelu yang siap masuk kedalam akademi secara diam diam untuk mencari informasi. Karena Yelu bisa menyamarkan badannya hingga tak terlihat itu memudahkannya untuk bergerak.
“Baik tuan” jawab Yelu lalu pergi.
“Semua bersiaplah” teriak Guru Yun memberi aba aba.
Semua murid sudah mulai pelatihan spiritualnya. Latihan ini berguna untuk memperkuat tubuh dalam menerima serangan dari lawan.
Tidak lama kemudia Yize mendengar Liyan menyerah ditingkat ke empat merupakan tungkat yang rendah bagi murid akademi perang.
“Aku menyerah” ucap Yize setelah berada ditingkat lima.
“Bagi yang menyerah cepat keluar dari sini dan obati diri kalian” ucap Guru Yun. Guru yun melihat Yize tidak terlihat kelelahan maupun kesakitan. Menurutnya murid Yang bernama Yize ini sengaja menyembunyikan kekuatannya. Saat kemarin dalam pertandingan ujian masuk dia juga menyerah seperti ini. Yang menjadi pertanyaan kenapa dia melakukan itu.
“Ada apa denganmu?” Tanya Liyan dengan nafas tersendat sendat.
“Apa?” Tanya Yize balik.
“Jangan berpura pura, tidak mungkin kau berada ditingkat kelima” jelas Liyan.
“Oh, aku hanya ingin saja” jawab Yize santai.
__ADS_1
Dengan menunggu Liyan menyembuhkan lukanya Yuze juga menunggu kabar dari Yelu.
“Pelatihan hari ini sudah selesai. Besok pelatihan menggunakan pedang” jelas Guru Yun.
Yize dan Liyan pulang kerumahnya.
“Ada apa dengan kalian berdua?” Tanya Zeze saat melihat raut wajah mereka kecewa.
“Kau taulah” jawab Liyan dengan malas lalu masuk ke kamar.
“Tidak ada satu pun informasi di akademi perang” jelas Yelu.
“Bukannya kau kesini agar bisa masuk ke istana?” Tanya Zeze.
“Iya tapi,”
“Kalian sedang membicarakan apa?” Tanya Liyan yang tiba tiba datang.
“Hanya membicarakan soal latihan” jawab Yize bohong.
“Benarkah? Apa boleh kita latihan bersama?” Tanya Liyan dengan semangat.
“Oke kalau begitu aku mau keluar dulu” ucap Liyan lalu pergi.
“Siapa yang mau latihan” ucap Yize.
“Nanti malam kan gak ada aksi, jadi kita hibur saja sibocah itu” jelas Yelu dengan senyum misterius.
“Tuan” panggil Yun.
“Ada apa Yun?” Tanya Yize.
“Tadi ada orang datang memberikan surat ini” jawab Yun dengan memberikan sebuah Surat.
“Baiklah” jawab Yize lalu membaca isi surat itu.
“Datanglah ketempat pelatihan pedang nanti malam” kalimat yang tertulis dikertas itu.
“Yize kemana?” Tanya Liyan saat mereka sudah bersiap untuk berlatih.
“Dia ada urusan, jadi berlatihlah dengan ku” jawab Zeze.
__ADS_1
“Denganmu? Hahahaha walau aku lemah tapi aku tidak melawan seorang bocah” ucap Liyan sambil tertawa.
“Bugg!” zeze memukul Liyan dengan keras.
“Untuk dirimu yang sekarang, berlatih dengan Yize hanya akan membuat mengantarkan nyawamu” jelas Zeze membuat Liyan tak mengerti.
“Bersiaplah” ucap Zeze dan Liyan hanya mengangguk.
Ditempat pelatihan pedang.
“Keluarlah” ucap Yize saat masuk ketempat pelatihan.
“Apa maumu?” Tanya Yize langsung.
“Aku hanya ingin kau mengalahkan Jia li besok saat pelatihan pedang.” Jawab seseorang yang berdiri diujung ruangan.
“Kau memintaku kesini hanya untuk itu? Buang buang waktu” jawab Yize lalu berencana pergi tapi langkahnya terhenti saat orang itu mengucapkan sesuatu.
“Kau yang membunuh dan membakar kediaman Xupeng” ucap orang itu.
“Terus kenapa?” Jawab Yize dengan wajah serius.
“Kau!” Teriak Yize saat orang itu melempar sebuah kertas kepadanya lalu membacanya dengan kaget.
“Bagaimana?” Tanya orang itu lagi.
“Hanya mengalahkan Jia li bukan? Itu hal mudah” ucap Yize lalu pergi begitu saja.
“Aku ingin melihat bagaimana kau membunuhnya” ucap orang itu lalu menghilang.
“Ada apa dengan dia?” Tanya Yize saat melihat Liyan tak sadarkan diri dan sedang dirawat oleh Yun.
“Kita hanya berlatih tadi, tapi tak kusangka dia begitu lemah” jelas Zeze.
“Yelu selidiki ini” ucap Yize lalu melemparkan kertas kepada Yelu.
“Baik tuan” jawab Yelu setelah membaca isi surat lalu pergi.
Yize sekarang memikirkan orang itu. Siapa dia? Bagaimana bisa dia tau kalau dirinya yang mengahbisi Xupeng. Dan bagaimana dia tau apa yang ia cari.
“Terserah” ucap Yize lalu menutup kedua matanya.
__ADS_1