
Wajah Xian dipenuhi kekhawatiran. Setelah mendengar jika Yize terluka ia ingin ikut pergi tapi dilarang oleh Feng. Katanya jika ia ikut itu akan membuat orang lain curiga dan akan berdampak buruk untuk Yize.
“Tenanglah Xian aku yakin dia akan baik baik saja” ucap Feng mencoba menenangkan.
“Bagaimana kau bisa yakin jika dia baik baik saja. Dia satu satunya peninggalan dari kakak Yu” jelas Xian.
“Ada yang menjaganya, bahkan penjaganya lebih hebat dariku” jelas Feng yakin dengan bocah kecil yang bersama Yize mempunyai kekuatan setara dengan seorang jiwa dewa.
“Kita tunggu saja dan semoga semua baik baik saja” lanjut Feng.
Dilain sisi Zeze meletakan batu pemulih Jiwa diatas tubuh Yize agar batu itu bekerja. Tidak terlalu lama wajah Yize yang pucat sudah kembali normal.
“Kalian” ucap Yize saat membuka mata.
“Syukurlah tuan baik baik saja, Yun kira Yun akan ditinggalkan lagi dan sendirian lagi” ucap Yun sambil menangis.
“Kamu bicara apa. Mana mungkin aku meninggalkanmu bodoh kita kan keluarga” ucap Yize menepuk kepala Yun pelan.
“Kalau aku tuan” ucap Yelu memelas.
“Tentu saja kamu juga “ jawab Yize membuat yelu girang.
“Dan Zeze juga” tambah Yize.
“Dasar manusia seenaknya sendiri “ jawab Zeze bohong, dalam hati ia merasa senang. Seingatnya Liang tidak memiliki sifat yang lembut seperti ini.
“Yize kau harus berterima kasih dengan pavillium Bunga karena telah memberikan batu pemulih jiwa untuk membantumu sembuh” jelas Zeze.
“Baiklah besok aku akan kesana dan Zeze beri aku resep lagi untuk berterima kasih dengan mereka” minta Yize.
“Dasar manusia” jawab Zeze sebal.
“Hei kau sekarang juga berwujud manusia” ucap Yelu, dan mereka berdua kembali bertengkar lagi.
__ADS_1
Yize yang melihat itu merasa bersyukur masih diberi keluarga seperti mereka walau bukan terikat oleh darah. Kali ini ia tidak akan membiarkan keluargnya terluka sedikitpun.
Sesuai rencana kemarin Yize datang ke pavillium bunga untuk berterima kasih.
“Aku berterima kasih kepada kakak Xian, untuk itu aku memberikan resep ini untuk pavillium bunga” ucap Yize memberikan sebuah resep.
“Meng ambil resepnya dan tinggalkan kami berdua” perintah Xian dan Meng hanya menurutinya.
“Ada apa kakak Xian?” Tanya Yize bingung.
“Apa kau tidak mau menjelaskan kepadaku siapa kau sebenarnya” tanya Xian berpura pura tak peduli.
“Baiklah boleh aku duduk” minta Yize dan Xian hanya mengangguk.
Yize membuka tudung kepalanya dan melepas sebuah benda yang ada dikepalnya.
“Kau” ucap Xian kaget melihat warna Yize yang berwarna putih.
“Aku hanya tak ingin seseorang mengenaliku kalau aku bisa membuat obat” jelas Yize.
“Aku seorang kultivator dan seminggu lagi aku akan mendaftarkan diri ke akademi perang” jelas Yize.
“Aku sudah menduganya, apalagi saat pelayanmu datang kesini meminta batu itu” jawab Xian.
“Aku memeberi tahu siapa diriku yang sebenarnya jangan sampai kau berani menghianatiku” ancam Yize.
“Mana mungkin aku menhianatimu”
“Maksud mu?”
“Melihatmu mengingatkanku kepada kakak sepeguruanku” jelas Xian.
“Baguslah kalau begitu, jangan sampai kau menjadi musuhku. Aku pergi” setelah mengucapkan kata kata tajam itu Yize meninggalkan pavillium.
__ADS_1
“Kenapa sikapmu menjadi dingin seperti ini? Kemapa lingyi kecilku yang ceria itu” gumam Xian pelan mengungat dulu waktu bertemu dengan lingyi yang masih kecil dan hidup bahagia dengan keluarganya.
Sejak saat itu Yize hanya mengunjungi Pavillium hanya untuk menjual obat saat uangnya habis. Dan seminggu sebelum ujian masuk akademi ia memfaatkan nya untuk melatih pedangnya.
“Akhirnya hari ini tiba juga” ucap Yize saat berdiri didepan gerbang akademi perang.
“Tunggu dulu bocah mau apa kau?” Tanya seorang penjaga akademi.
“Aku ingin mendaftar ke ujian masuk” jawab Yize jujur.
“Kau pikir akademi ini bisa dimasuki oleh siapa saja. Lihatlah dirimu dan siapa bocah yang kau bawa” ucap penjaga itu menertawakan Yize.
“Siapa yang kau sebut bocah manusia” ucap Zeze .
“Siapa lagi kalau bukan dirimu”
“Dasar manusia sialan” ancam Zeze.
“Sudahlah” ucap Yize menenangkan Zeze agar tidak terpancing oleh amarah.
“Hei teman jika kau ingin mendaftar kau harus mempunyai surat rekomendasi akademi perang seperti milikku” ucap seseorang yang baru saja datang.
“Oh surat itu” ucap Yize langsung mengambil surat yang pernah ia terima kemarin dari orang tidak dikenalnya.
“Kau punya suratnya kenapa tak kau berikan dari awal” tanya laki laki mudah itu.
“Aku lupa” jawab Yize lalu memberikan surat itu.
Setelah mengecek surat milik Yize dan laki laki muda itu mereka mendapat lencana untuk mengikuti ujian masuknya untuk tiga hari kedepan.
“Aku kira ujiannya dilakukan hari ini juga” ucap Yize sambil menimang nimang lencananya.
“Kau orang baru ya” ucap laki laki itu kepada Yize.
__ADS_1
“Iya” jawab Yize singkat.
“Ayo kerumahmu biar aku jelaskan semuanya. Bisa bahaya kalau kau tidak tau apa apa” ucap laki laki itu.