
Situasi macam apa ini? Yize sendiri juga merasa bingung bagaimana bisa laki laki yang baru ia temui tadi bisa berada dirumahnya.
“Aku Yue Liyan putra kedua perdana mentri kerajaan” ucap Liyan memerkenalkan diri.
“Aku Yize ini temanku Zeze” jawab Yize.
“Aku kira dia adikmu” tenak Liyan.
“Siapa yang kau bilang adik?” Ucap Zeze tak terima dengan ucapan Liyan.
“Tenanglah Zeze” perintah Yize.
“Ini tehnya” ucap Yun sambil menyajikan minuman.
“Dia pelayanku Yun dan juga kucing ku Yelu” jelas Yize secara rinci.
“Ada apa dengan keluargamu? Aneh sekali tapi aku suka” ucap Liyan membuat mereka menatapnya aneh.
“Kenapa? Aku hanya berbicara jujur.” Jawab Liyan, Yize sudah bisa menebak jika sifat orang ini blak blak kan.
“Apa maksutmu dengan menjelaskan tadi?” Tanya Yize.
“Oh iya aku lupa. Ujian masuk Akademi perang itu tidaklah mudah, meskipun kau mempunyai surat rekomendasi kau tak bisa lulus dengan mudah. Bisa melakukan seluruh tes bukan berarti kau bisa lulus” jelas Liyan membuat Yize semakin bingung.
“Maksutku backing ngan, jika kau tak memiliki background yang kuat kau tak bisa lulus dengan mudah. Contohnya seperti ku aku tak terlalu pintar bertarung walau kekuatanku di jiwa petarung tahap ketiga tapi aku akan lolos dengan mudah karena ayahku seorang perdana mentri” jelas Liyan membuat Yize mengerti.
“Aturan itu hanya terjadi tahun ini saja, tahun tahun sebelumnya tidak seperti ini. Bukannya aneh?” Tanya Liyan.
“Itu saja yang kutahu jadi semoga berhasil” ucap Liyan lalu pergi.
Yize berfikir bagaimana ia bisa mendapatkan backingan dengan status tinggi.
“Apa kau lupa dengan pavillium Bunga?” Tanya Zeze tiba tiba membuat Yize kaget.
“Maksutmu?”
__ADS_1
“Haduh! Pavillium Bunga merupakan backingan yang hebat, kau bisa meminta bantuannya” ucap Zeze.
“Betul Tuan tinggal kau kasih sebuah resep tingkat tinggi pasti mereka mau” usul Yelu.
“Hei kucing jangan seenaknya sendiri, resep obat bukan sembarangan bisa dikasih orang” ucap Zeze.
“Tenanglah kita bisa bicara baik baik dengan kakak Xian, tapi jika gagal kita pakai cara itu” ucap Yize.
“Yize!” Teriak Zeze tak terima.
Yize membawa Zeze pergi ke pavillium untuk membicarakan masalah akademi perang.
“Kakak Xian ada hal yang ingin aku bicarakan” ucap Yize.
“Ada apa?” Tanya Xian sambil meminum teh.
“Bisakah pavillum Bunga membawaku masuk ke akademi perang?” Tanya Yize.
Xian melihat wajah Yize yang tidak memancarkan permohonan, melainkan tetap tenang. Dan Xian juga melihat bocah yang datang bersama Yize melihat bocah itu memiliki kekuatan yang luar biasa.
“Baiklah, aku menunggumu besok” ucap Yize lalu berpamitan pergi.
“Aku akan melakukan apapun untuk membantumu” ucap Xian.
Saat perjalan pulang Yize tak sengaja melihat Liyan sedang dipukuli oleh seorang laki laki.
“Liyan” panggil Yize.
“Yize, kenapa kau disini? Pergilah” teriak Liyan saat melihat Yize.
“Oh jadi silemah ini punya teman juga. Apa jangan jangan dia juga lemah sepertimu. Hahahaha” ucap laki laki itu dengan sombong.
“Tunggu apa lagi cepat lari, Xingseng itu kuat” ucap Liyan menahan sakit diperutnya.
“Kau dengar itu? Pergilah sebelum terlambat. Lemah” ejek Xingseng dengan sombong.
__ADS_1
“Liyan ayo bangun” ucap Yize mencoba membantu Liyan berdiri.
“Terima kasih” ucap Liyan.
“Yize” ucap Zeze tak percaya Yize tak melawan mereka.
“Zeze ayo” jawab Yize mengabaikan ucapan mereka dan membawa Liyan kerumahnya untuk diobati.
Setelah sampai dirumah Yun membantu untuk mengobati Liyan yang terluka.
“Kenapa kau tak melawannya?” Tanya Zeze.
“Liyan apa dia juga masuk ke akademi perang?” Tanya Yize.
Karena ujung mulutnya robek Liyan menjadi susah untuk menjawab, dan hanya mengangguk.
“Zeze apa kau tau istilah membuang sampah pada tempatnya? Aku bisa membuang sampah sepertinya tepat pada tempatnya besok” jelas Yize membuat mereka kaget.
“Xingseng itu kuat” ucap Liyan.
“Jangan bicara dulu” larang Yun.
“Sekuat apa dia, dimataku dia hanyalah sampah” jawab Yize membuat Liyan kaget.
“Tapi ini bukanlah aneh, bukanya kau anak perdana mentri? Bagaimana bisa dia membully anak seorang perdana mentri” ucap Zeze penasaran.
“Disini yang kuat yang berkuasa, tidak seperti kakak ku yang hebat aku bukanlah apa apa” jelas Liyan.
“Beristirahatlah biar Yun merawatmu dan Yelu mengirim pesan kerumahmu” jelas Yize dan Liyan hanya mengangguk.
Yize pergi keluar rumah dan merenung diatap rumah. Ia tak menyangka bahwa sekarang kekuasaan tidaklah penting.
“Bukannya itu mengerikan?” Tanya Liyan yang tiba tiba duduk disamping Yize.
“Lukamu?” Tanya Yize.
__ADS_1
“Tidak apa apa, Yun sungguh hebat” jawab Liyan menunjukan lukanya yang mulai sembuh