
Dibawah sinar rembulan malam Yize duduk diatas atap rumahnya menatap langit seolah meminta jawaban atas semua pertanyaan yang ada dipikirannya.
“Ibu aku akan membalas semua perbuatan mereka terhadap kita dulu” ucap Yize dengan sorot mata penuh kebencian. Tapi tiba tiba matanya melembut saat melihat Yelu yang duduk dipangkuannya sedang terlelap.
“Tapi mereka tidak ada hubungannya dengan ini semua” ucapnya merasa bimbang antara membawa dan meninggalkan mereka.
“Ada pepatah mengatakan saudara hidup semati” ucap seseorang membuat Yize kaget.
“Kakek tua!” Teriak Yize
“Ada apa bocah? Apa kau sedang ragu?” Tanya kakek Jiang lalu ikut duduk disamping Yize.
“Apa mereka akan tetap ikut dengan ku jika mengetauhi tujuan asliku” ucap Yize sambil mengelus elus Yelu.
“Apa kau sudah bertanya kepada mereka?”
Yize menggeleng
“Jangan takut sebelum melakukannya”
“Siapa yang takut kakek tua!”
“Tentu saja kau bocah”
“Jangan memanggilku bocah”
__ADS_1
Lalu Yize pergi meninggalkan kakek Jiang diatap rumah.
“Aku tunggu kedatanganmu bocah” ucap kakek Jiang lalu menghilang begitu saja.
Pagi ini Yize mengumpulkan Yun dan Yelu untuk membicarakan sesuatu bersama.
“Sebelum pergi aku ingin memberi tau kalian tujuan sebenarnya kenapa aku ingin masuk ke akademi perang. Sebenarnya aku ingin masuk kedalam kerajaan untuk membalas dendam atas kematian ibuku. Jika bukan karena ibu mengorbankan nyawanya untukku dulu mungkin aku sudah mati. Apa kalian akan tetap ikut denganku? Kalian bebas memilih.” Jelas Yize dengan pandangan penuh dendam.
“Tuan, kalau bukan tuan yang memungutku mungkin aku juga sudah mati dihutan. Jadi aku akan selalu berapa di manapun tuan berada” jelas Yun.
“Aku juga tuan aku akan ikut denganmu kemanapun “ ucap Yelu.
Yize tersenyum senang meskipun tidak terikat dengan darah tapi ia merasa mereka sudah seperti dengan keluarga.
“Baiklah ayo berangkat” ucap Yize. Yelu masuk kedapan saku baju nya dan ia menggendong Yun lalu terbang meninggalkan desa batu menuju kota terdekat. Butuh tiga hari untuk mereka sampai dikota mo. Yizu membantai semua hewan sihir yang mengganggu perjalanannya dengan kejam. Yelu awalnya terkejut melihat Yize membunuh hewan sihir itu dengan kejam serta membabi buta tapi, perlahan lahan ia sudah terbiasa dengan pemandangan itu. Begitu juga Yun yang begitu takut dengan Yize dulu tapi sekarang juga sudah tak peduli.
“Yelu mana Yun?” Tanya Yize saat sadar tidak melihat Yun di dalam gua.
“Tadi katanya mau ambil air tapi sampai saat ini belum kembali” jelas Yelu.
“Kita cari dia” ucap Yize lalu keluar bersama Yelu.
Sudah lama Yize masuk kedalam hutan tapi belum menemukan tanda keberadaan Yun.
“Tuan lihat” ucap Yelu memberikan jepit rambut milik Yun yang terjatuh.
__ADS_1
Yize mengambil itu dan mencium bau itu dan langsung kaget.
“Yelu ayo masuklah kekantung ku dan kita pergi” teriak Yize membuat Yelu kaget dan hanya menurut.
Yize menggertakan giginya rapat hatinya bergerumuh kencang. Pikiranya kalut dan terus mengucapkan semoga Yun baik baik saja.
“Yun” teriak Yize setelah sampai didaerah kekuasaan serigala merah.
“Tuan!” Teriak Yun samar samar terdengan oleh Yize dan ia langsung berlari kearah kesumber suara.
“BERANI SEKALI MENYENTUH ORANG KU!!!” Teruak Yize langsung membunuh serigala yang mencoba menerkam Yun.
“YELU LINDUNGI YUN!!!” Yelu merubah tubuhnya menjadi harimau putih besar dan melindungi Yun yang terluka di bawah pohon.
“Serigala jelek ini akhir dari kalian” ucap Yize sebelum melawan para serigala merah. Dengan kecepatan penuh serta dengan kekuatan penuh Yize meluapkan semua kemarahannya. Melihat keadaan Yun membuatnya teringat dengan masa lalu nya. Tidak sampai 15 menit seluruh serigala merah sudah habis terbunuh dengan mengenaskan.
“BERANI SEKALI KALIAN MELUKAI ORANGKU!! MATILAH MENGENASKAN!!” teriak Yize puas lalu menoleh melihat Yun dan Yelu yang masih duduk dibawah pohon.
Jujur Yelu dan Yun sedikit takut melihat ekspresi Yize sekarang apalagi wajahnya nya ada bercak darah para serigala.
“Maaf jika membuat kalian takut, aku tak bisa menahan emosiku” ucap Yize mencoba melihat luka Yun.
“Tuan jangan seperti itu lagi” ucap Yun dan Yize hanya mengangguk.
“Yelu bantu aku mengeumpulkan batu intinya” perintah Yize.
__ADS_1
Karena luka Yun semakin parah Yize memutuskan untuk membawa Yun ketabib dikota mo. Ia memakai sisa sisa kekuatannya untuk menggunakan sayapnya lagi untuk sampai di kota mo malam ini juga.