
“Paman! Paman! “ teriak Xuan dipagi hari membuat seluruh orang keluar dari kamarnya.
“Ada apa Xuan teriak teriak” jawab Paman Shen.
“Lihatlah ini paman, wali kota Mo memberi kita koin banyak, katanya untuk meminta maaf soal kejadian kemarin” jelas Xuan membuat paman Shen bingung.
“Baguslah kalau mereka tau diri beraninya melawan tuan” ucap Yelu membuat paman Shen menatap Yize dengan tatapan penuh arti.
“Karena mereka sudah meminta maaf jadi kita juga mau pamit paman” ucap Yize dengan sopan.
“Bawalah beberapa koin ini nak” suruh paman Shen.
“Tidak usah paman aku masih ada simpanan” tolak Yize.
Setelah sarapan bersama Yize berpamitan untuk pergi dan melanjutkan perjalanannya.
“Yun bagaimana belajar medisnya?” Tanya Yize kepada pelayanya itu.
“Lumayan tuan saya sudah bisa mengobati luka akibat hewan sihir dan mengetauhi tanaman tanaman obat” jelas Yun dengan senang.
“Bagus” puji Yize sambil mengelus kepala.
“Yun hebat” teriak Yelu membuat Yize tersenyum licik.
“Kita cari Gua untuk tinggal sementara dan berlatih” ucap Yize membuat Yelu diam ketakutan. Tentu saja ia akan menjalani latihan neraka.
“Ke ke kenapa tidak dikota Gu saja?” Tanya Yelu tergagap gagap.
“ karena untuk menghindari kejadian seperti kemarin” jawab Yize.
__ADS_1
“Bukannya tuan memang mau menghabisi para bangsawan ?”
“Itu ada waktunya sendiri” jawab Yize dengan senyum misteriusnya membuat Yelu dan Yun takut sendiri.
“Kalian kenapa? Ayo cepat mau malam ini” ucap Yize saat melihat Yelu dan Yun masih terdiam ditempat.
Setelah menelusuri hutan, mereka akhirnya menemukan gua yang terletak diujung hutan.
“Tuan apa gua ini tidak berbahaya?” Tanya Yelu lalu menyembunyikan dirinya didalam kantong Yize.
“Tidak apa kalo ada bahaya masih ada aku, yun jangan jauh jauh dariku” ucap Yize.
“Manusia lemah berani sekali menginjak kan kakimu didaerahku” terdengar suara dari dalam gua yang terdengar menyeramkan.
“Siapa dirimu berani sekali menilai orang seenaknya sendiri, selemah apapun diriku tidak ada hubungannya dengan dirimu.” Jawab Yize melangkahkan kakinya mendekati sumber suara.
“Naga! Tuan cepat lari dia berbahaya” teriak Yelu keluar dari kantong Yize.
“Lari! Hahahaha kamu suruh aku lari? Aku tidak akan lari lagi yelu cukup waktu itu aku lari seperti pengecut” jawab Yuze dengan mengeratkan giginya serta mengeratkan kepalan tangannya. Wajahnya menyiratkan aura membunuh yang mengerikan.
“Tuan” panggil Yun berniat menenangkan Yize.
“Hah! Tenanglah Yun kita disini bukan cari musuh” ucap Yize setelah tenang.
Sedangkan naga yang berada didepannya sedikit terkejut melihat ekspresi Yize tadi.
“Maaf sebelumnya boleh kami tinggal digua ini untuk sementara?” Tanya Yize dengan sopan.
“Hahahaha kau orang kedua yang berkata seperti itu” jawab naga itu dengan terbahak keras.
__ADS_1
Yize, Yelu dan Yun tertegun melihat naga itu terbahak didepannya.
“Jangan terbengong seperti itu, baiklah kalian boleh tinggal disini tapi kalian harus melawanku dulu” ucap naga itu tiba tiba memasang wajah serius.
“Yelu lindungi Yun” perintah Yize memberikan Yelu kepada Yun lalu berubah kewujud aslinya.
“Tak kusangka kau bisa menjadi tuan hewan sihir kuno itu” ucap naga itu setelah melihat perubahan Yelu.
“Diamlah aku tidak punya banyak waktu lagi. Jika aku menang biarkan aku tinggal disini dan jika aku kalah bunuhlah aku” ucap Yize sambil mengacungkan pedangnya.
“Tuan!” Panggil Yelu dan Yun.
“Kenapa diam?” Tanya Yize saat melihat naga itu belum bereaksi sedikit pun.
“Jika kau hanya diam biar aku duluan yang menyerang duluan” ucap Yize.
“Tunggu!” ucap naga itu saat melihat Yize bersiap akan menyerangnya.
“Dari mana kau mendapatkan pedang itu?” Tanya naga itu saat melihat pedang yang sangat ia kenal itu.
“Bukan urusanmu, sekarang bersiaplah” bukannya menjawab Yize malah melanjutkan serangannya.
“Kau boleh tinggal disini jika kau memberitahuku” jawab naga itu membuat Yize terdiam.
“Baiklah” jawab Yize lalu memandang pedangnya sendiri lama baru memandang naga itu setelah menghembuskan nafasnya pelan.
“Pedang ini milik ayahku dan diberikan padaku sebelum dia meninggal” jawab Yize menggenggap pedangnya erat.
“Baiklah kau boleh tinggal disini tapi jangan membuat keributan” ucap naga itu lalu menutup matanya seolah olah tertidur.
__ADS_1