ATHAYA ( Mengejar Cinta Pria Arogant)

ATHAYA ( Mengejar Cinta Pria Arogant)
Keciduk


__ADS_3

...**...


Pagi begitu indah.


Aya tengah duduk di teras rumahnya. Aya sedang menikmati udara pagi nan indah ini. lalu tersenyum saat teringat Mamanya yang sedang belanja diwarung keliling milik pak Juned.


"Mama.. Aya merindukan mama." gumamnya.


"Ay.. Abang akan mengurus surat perpindahan sekolahmu. apa kau mau ikut? " tanya Kenan


"Tidak bang.. Aya titip surat ini berikan pada Amanda." ucapnya.


"Abang mungkin akan kesini sore lagi Aya. karena bagaimanapun juga abang sudah mempunyai keluarga." ujar Kenan


"iya bang.. Aya ngerti kok. Aya minta maaf sudah ngrepotin abang." jawab Aya.


"kau tidak ngrepotin abang. kau adalah tanggung jawab abang. kalo ada apa apa cerita sama abang." balas Kenan.


Aya mengangguk.


"Abang berangkat dulu. kau baik baik yaa dirumah." ucap Kenan


Kenan segera pergi meninggalkan adek tercintanya. ada perasaan tidak tega telah meninggalkan dirumah tua sendiri.. namun semuanya demi kenyamanan adeknya sendiri.


...***...


Uenghhh..


Amanda mengerjap ngerjakan matanya. menatap jam dinding. yang sudah menunjukkan pukul 7.


Amanda segera bergegas mandi. lalu melihat dirinya di pantulan cermin.


"Menyedihkan sekali keadaanku." gumamnya. Amanda segera berlari kejendela dan segera menatap rumah kontrakan yang Aya tempati.


"Belum kembali.. kemana kamu Ay.." batinnya. lalu menoleh kearah jendela sang kakak.


Amanda, melihat ada bayangan disana. "menyebalkan sekali.. kenapa aku harus memiliki kakak bodoh seperti dia." gerutunya.


"Manda sayang.. ayoo bangun nak." ucap Adelia yang sudah berada di depan pintu kamar Amanda


"Ya ma.. Manda sudah bangun kok.", jawabnya


Manda segera masuk kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya. Tak butuh waktu lama Amanda pun selesei dengan ritual di kamar mandi.


saat ini Amanda sudah duduk di meja ruang makan. Matanya tak lepas dari kursi yang biasa buat duduk Aya. Matanya kembali berkaca kaca.


" Sayang.. kau kenapa? " Tanya Adelia


"Maa.. kursi ini yang selalu diduduki oleh Aya. Manda belum bisa kehilangan Aya ma." ucap Manda.


"Kau tenang sayang.. nanti pasti kalian akan bertemu kembali di sekolahan." ucap Adelia


Setelah sarapan selese Amanda segera berangkat kesekolah. dengan di antar papanya.


Begitu juga dengan Kaisar. Kaisar segera beranjak dari tempat duduknya lalu berpamitan pada kedua orang tuanya.


Kaisar segera memasuki mobilnya. Matanya tak sengaja melihat ikat Rambut bunga bunga.


"Ini kan milik Aya." batinnya.

__ADS_1


Memang gadis itu terlihat cantik saat memakai bunga bunga ini.



"Sepertinya dia pencinta bunga." batinnya. Kaisar segera mengambil ikat rambutnya. lalu tersenyum membayangkan rambut Aya yang lurus rapi. agak bergelombang itu.


Kaisar segera memasukkan ikat rambut itu kedalam tas dinasnya. lalu segera menyalakan mesin mobilnya.


...**...


Setelah sampai rumah sakit.


Kaisar segera menuju ruangannya.


"Permisi dokter.." sapa seorang wanita.


"Iyaa.. Ada apa yaa bu? " tanya Kaisar


"Bagaimana keadaan ayah saya. yang kemarin habis menjalani oprasi pengambilan peluru.? " tanya, wanita itu


"Ohh iyaa. mari masuk keruangan saya." ucap Kaisar.


Mereka pun segera masuk.


Wanita itu adalah Fahira teman sekantor dengan Kenan


"Begini bu.. Ayah anda sudah melewati masa kritis. dan saat ini tinggal pemulihan saja. dan dari pemeriksaan kami. organ dalamnya tidak ada yang terluka." jawab Kaisar


Fahira segera berucap syukur..


Ini adalah kasus ke 4 ayah Fahira harus melakukan oprasi. Dan kasusnya adalah sama pengambilan peluru yang bersarang di dalam tubuhnya.


"Kalo begitu saya permisi dokter." ucap Fahira.


"Terimakasih dokter sudah memberi pelayanan yang baik.", ucapnya lagi


" Sama sama.. sudah tugas kami untuk memberi yang terbaik buat pasien. " jawabnya


Fahira segera melangkah ke ruang Ayahnya dirawat. Di sana Fahira melihat banyak sekali alat alat yang terpasang di tubuh ayahnya


"Ayah.. sebenar nya perkerjaan ayah itu apa? kenapa Ayah selalu keluar masuk rumah sakit dengan kasus yang sama? " tanya Fahira saat sudah berada di samping ayahnya.


Fahira hanya tinggal memiliki s orang ayah. Sedangkan ibunya tak tau kemana. semenjak Fahira masih kecil. Fahira hanya di besarkan oleh Ayahnya dan juga beberapa pengasuh di rumahnya.


Tit.. tit tit..


suara dentingan dari alat yang menempel di tubuh sanga Ayah.


Fahira menatap jam tangannya. sudah menunjukkan pukul 8. Fahira harus segera ke kantor.


...***...


Kenan saat ini sedang berada di sekolahan dimana Aya menimba ilmu.


Setelah pengurusan perpindahan sekolah Aya. Kenan segera pergi meninggalkan sekolahan megah ini.


"Kak Ken.. " teriak Amanda


"Hai Amanda... bisa Kak Ken bicara sesuatu pada Manda? ", tanya Kenan

__ADS_1


" Bisa kak.. mari kita di taman saja." Jawab Amanda


Mereka segera melangkah menuju taman sekolahan.


"Manda.. ini titipan dari Aya untuk Manda." ucap Kenan


Amanda, menatap amplop yang di serahkan ke dirinya.


"ini apa kak? " tanya Manda


"Hari ini Aya minta pindah sekolah dan dia menitipkan surat itu untuk Amanda." jawabnya


"Pindah.. pindah kemana kak?" tanya Amanda lagi.


"Belum tau Manda. Aya belum punya tujuan saat ini." jawabnya


"Ada masalah apa Aya itu Manda. kenapa tiba tiba minta pindah? " tanya Kenan


Bel masuk sudah berbunyi.


"Maaf kak Ken.. Amanda harus masuk." pamitnya.


"ohh iya. terimakasih yaa kau sudah membantu menjaga Aya." ucap Kenan


Amanda pun mengangguk. lalu segera pergi meninggalkan Kenan sendiri di taman.


Hari ini Kenan cuty ngantor karena harus mengurus Aya.


Sebelum itu Kenan akan pulang dulu. menyapa istri tercint dan sarapan.


Sampai Rumah, Kenan langsung masuk karena tidak ada sambutan hangat dari istrinya.


entah kemana sikap manjanya itu sudah hilang sejak 5 hari yang lalu. Kenan segera, membuka tudung saji di meja ruang makan. Kenan segera membuang nafasnya jengah. tidak menemukan apapun di meja ini.


Kenan segera menemui istrinya. terdengar samar samar sang istri tengah mengobrol dengan seseorang.


"Pantas saja tidak mendengar mobilku yang sudah datang." batin Kenan


Kenan segera masuk ke kamarnya dan melihat sngat istri tengah melakukan Panggilan Video Call dengan bertela*jang.


"Rafika.. '" panggil Kenan.


Rafika langsung terkaget dan melempar ponselnya. Setelah itu segera mematikan panggilannya.


"Mas.. kau pulang sepagi ini? " tanya Rafika gugup


Kenan hanya mengernyitkan keningnya.


"Pagii.. ini sudah jam 10.dan kau bilang pagi. " ucap Kenan sembari melirik tubuh istrinya yang tidak memakai apapun.


"Sebentar mas.. aku habis mandi mau ganti baju dulu. " pamit Rafika. dan langsung menyambar handuknya.


"Katakan.. siapa yang baru saja ngobrol sama kamu Fik. dan kamu malah dengan tenang dan bangga telah memperlihatkan tubuhmu pada orang itu? " tanya, Kenan. Kenan tak suka pengkhiatan. mereka sudah berjanji jika salah satu dari mereka berdua ada yang menghianati. maka kesepakatannya adalah harus pergi meningalkan rumah ini tanpa membawa apapun.


"Dia.. dia.. Bukan siapa siapa mas.. Dia.. dia Senja. Senja cuma ingin.." jawabnya dengan gugup


malu sangat malu dirinya keciduk suaminya sendiri sedang melakukan video call dengan mantan pacarnya. Untung baru sekali ini.


Kenan tidak percaya begitu saja. Kenan segera mengambil ponsel dari tangan Rafika.

__ADS_1


...Bersambung...


__ADS_2