
Aya segera di bopong oleh Marvel tim Darrel dan juga Fatih. mereka segera meninggalkan gudang karena keadaan Aya yang sudah lemas kehilangan banyak darah.
Bimo segera mengemudi mobil patroli nya membawa Aya.
"Di bawa ke rumah sakit terdekat." Fatih berseru. karena tidak mungkin akan membawa kerumah sakit bhayangkara terlalu jauh.
Jam sudah menunjukkan pukul 11 malam..
"Suster.. cepat tolong kami." Bimo berseru setelah sampai di rumah sakit.
Beberapa Suster segera keluar membawa Brangkat dorong nya.
Mereka segera membawa Aya keruang UGD.
TOK TOK.. Widya mengetuk pintu ruangan Kaisar. beruntung Kaisar belum pulang. entah Kaisar seperti ingin berlama lama disini. jari jarinya asyik berselancar di group Medical.
Kaisar segera membuka pintu nya.
"Ada apa Widya? " tanya Kaisar setelah pintu di buka.
"Dokter.. ada pasien kritis." ucapnya.
"Baiklah.. aku segera kesana." jawabnya.
Kaisar segera berganti pakaiannya.
Kaisar melangkah dengan cepat menuju ruang UGD.
terlihat beberapa suster tengah sibuk mengecek dan memberi pertolongan pada pasien yang dalam posisi tengkurep.
"Apa yang terjadi?" tanya Kaisar.
"Pasien ini tertembak dokter.. dan pelurunya masih bersangkutan di punggungnya." jawab Suster Mira.
Kaisar segera mengecek detak jantungnya. " cepat kita harus segera mengambil peluru ini. dan pastikan golongan darahnya juga sudah siap." titah Kaisar.
Detak jantung Aya semakin menurun karena kehabisan banyak darah..
Kaisar segera mengecek kembali keadaan pasiennya dari samping.
"Aya.." pekiknya. tubuh Kaisar berubah menjadi panas dingin. jantung berdebar semakin tak karuan.
Rasanya tidak percaya dirinya di pertemukan dengan dengan wanita yang dulu di hina dalam keadaan kritis seperti ini.
Tubuh Kaisar bergetar. bibirnya terbuka ingin mengatakan sesuatu. Syok, tentu dirinya sangat Syok.
"Dokter.. detak jantung pasien dokter. " seruan Mira mampu membuyarkan ketegangan Kaisar.
"A.. Aya.. bertahanlah Aya. aku akan segera menopongmu." ucap Kaisar lirih.
"Cepat siapkan ruang oprasi." ucap Kaisar.
"Tapi dokter.. belum ada keluarga yang bertanggung jawab atas pasien ini." ucap Mira. karena takut jika terjadi sesuatu pihak keluarga belum ada yang datang.malah akan menyalahkan pihak rumah sakit. terlebih Dokter yang menangani.
__ADS_1
"Aku yang akan bertanggung jawab. Cepat siapkan secepatnya." titah Kaisar.
Mira segera menyiapkan ruang oprasi.
Diluar ruangan. ketiga teman Aya begitu panik.
Kaisar keluar dengan peluh dan ketegangan.
"Dokter.. bagaimana keadaan teman kami?" tanya Fatih.
Kaisar menatap ketiga pria itu yang masih berpakaian seragam polisi.
"jadi.. Aya adalah seorang polisi?" batinnya. Aya memang tidak memakai seragam.
"Kamu sedang berusaha. mohon tunggu dan berdoalah semoga tidak terjadi sesuatu. " ucap Kaisar. lalu segera pergi meninggalkan ketiga temanya
...**...
Di tempat yang beda.
Gudang itu berhasil di kuasai oleh polisi. setelah banyak yang berjatuhan penghuni gudang itu.
Mereka segera menyisir setiap ruangan. mencari sesuatu yang sangat meresahkan negara.
Mereka menemukan Beberapa Bungkus barang Rokok masih dalam Packingan.
Setelah itu menyisir kembali ruangan
Beberapa handphone yang sudah terjual bebas. dan semua ini ilegal.
Kapolda segera datang.
"Darrel.. "
Darrel menoleh..
"Siap pak kapolda." jawab Darrel
"Segera amankan tempat ini." titahnya.
"Siapp Pak.. kami akan segera mengamankannya." jawabnya
Kapolda itu segera memerintahkan anak buahnya untuk kembali menyisir tempat ini. sebelum mengamankan barang bukti..
Beberapa penghuni gudang ini sudah di gelandang ke kantor polisi. dengan keadaan yang bermacam macam.
ada 3 orang yang lolos dari kejaran para polisi.
Derrttt... Derrttt...
ponsel Darrel berdering.
__ADS_1
"Hallo Marvel.. bagaimana dengan komandan Dila?" tanyanya
"Sedang menjalani oprasi Komandan." jawabnya.
"Baiklah.. aku akan segera menghubungi keluarganya." jawabnya.
Jam 01.00
Tim Darrel dan Tim Aya sudah meninggalkan lokasi. dan masih ada beberapa polisi yang disini untuk berjaga.
Darrel segera menuju Rumah Kenan kakak kandung Aya. Darrel pernah datang kesini dengan beberapa tamannya.
Tok... Tok.. Tok..
Masih belum ada yang membuka.
Darrel kembali mengetuk nya.
Ceklek...
"Darrel.. " Kenan berucap sesaat setelahelihat tan adiknya yang datang.
" selamat malam kak Ken." jawab Darrel dan menyambut tangan Kenan
"Duduklah.. ada apa malam malam begini kesini?" tanya Kenan
"Maaf malamalam beginienggangu istirahat kak Kenan. saya hanya ingin mengabarkan tentang Dilla." jawabnya
"Aya.. Aya kenapa?" tanyanya
"Saat ini Dilla berapa di rumah sakit kak. karena Dilla terkena peluru waktu bertugas." ucap Darrel
"Apa.." Kenan Kaget.. "baiklah.. di rumah sakit mana. biar kakak segera kesana." ucap Kenan
"Kiya berangkat bareng kak." ucap Darrel. yang di angguki oleh Kenan.
Kenan segera masuk untuk mengambil jacket dan dompet serta handphone. Setelah siap mereka segera berangkat.
30 Menit kemudian.
Darrel dan Kenan sudah berada di parkiran rumah sakit. mereka berjalan dengan langkah panjang mereka.
Kenan segera menanyakan ruang rawat Aya. Namun Darrel segera mengajak Kenan keruangan yang sudah Marvel kabarkan.
"Aya.." gumam Kenan
"Sabar kak.. dalam bertugas kita memang harus sudah siap dengan kemungkinan terburuk." ucap Darrel
Kenan mengangguk. benar yang di katakan Darrel. Kenan sangat tau resiko jadi seorang polisi kriminal. pasti akan ada hal yang harus di taruhkan. Sebenarnya Kenan tidak setuju saat Aya mengutarakan ingin menjadi polisi.
Namun karena Aya ingin mengungkap pembunuh orang tuanya. ahirnya Kenan memberi restu. berharap adeknya bisa menemukan orang yang sudah membunuh orang tuanya.
...***...
__ADS_1
"Sebaiknya kak Kaisar menjauh dari Aya.. karena ada hati yang harus di jaga." ucap Aya.
Kaisar mengernyitkan keningnya tidak faham. "apakah Aya sudah memiliki suami atau calon suami. kenapa bicara seperti itu. " batin Kaisar