ATHAYA ( Mengejar Cinta Pria Arogant)

ATHAYA ( Mengejar Cinta Pria Arogant)
Wanita Yang Disekap


__ADS_3

...***...


Saat ini Aya tengah berada di taman. dengan di temani Kaisar.


Aya datang ke kota karena lusa minggu depan adalah hari pernikahan kakaknya. sekaligus ingin minta doa restu karena Aya akan bertugas kembali. Sekalian makan siang besama dengan Amanda. Tak lupa Amanda mengajak kakaknya. karena. Kaisar bilang jika dirinya dan Aya akan memulai dari awal.


"Aya Tolong kamu hati hati. pekerjaan mu itu terlalu beresiko untuk seorang cewek." ujar Kaisar.


"Sebelum Aya masuk dan bergabung dengan para penegak kebenaran. Aya sudah pikirkan secara matang. Aya sudah siap dengan resiko yang harus Aya Terima. jadi kak Kaisar tidak perlu hawatir." jawab Aya.


"Bagaimana aku tidak hawatir Ay. orang yang aku cintai akan bertempur dengan musuh negera. bisa saja mereka membawa.." " tenang kak.. tidak akan ada bom juga. Aya hanya ingin mencari siapa yang pembunuh orang tua Aya yang sesungguhnya." jawabnya.


"Tapi mereka sangat berbahaya Ay." ujar Kaisar lagi


"Aku tidak sendiri kak. Aku ada beberapa orang yang sudah di tugaskan untuk menjaga Keamana." jawabnya.


"kak.. Aya harus pulang.." ucapnya.


"Biar kak Kai antar sampai rumah Aya. " ujar Kaisar


'tidak perlu kak. rumah Aya sangat jauh soalnya" balasnya


"Tidak masalah.. kakak akan memastikan tidak ada orang yang mengganggumu." jawabnya


...***...


1jam lebih Kaisar mengemudi mobilnya untuk mengantar Aya.


Tidak ada kata lelah untuk seorang wanita yang sangat di cintai. Aya tertidur di dalam mobil Kaisar. Rasanya tidak tega membiarkan Aya bekerja yang taruhannya adalah nyawa.


Kaisar melirik Aya sebentar. lalu fokus dalam perjalanan yang sudah hampir sampai.


"Aya.. sudah sampai.bangunn.." lirihnya.


Namun Aya belum juga bangun. "Aya.." panggilnya lembut.


huaamm...


"udah sampai yaa kak." tanya Kaisar


"Sudah.. ini kan rumahmu.' tanya Kaisar. sesuai petunjuk jalan yang Aya berikan.


" iya kak.. masuk dulu yuk kak." ajak Aya.


Kaisar pun turun dan berjalan di belakang Aya


"Rumahnya yang sederhana namun terlihat tapi tertata." gumamnya.


"Non Aya.. ada surat" ujar mbok Parti orang yang membantu Aya membersihkan rumahnya

__ADS_1


"Terimakasih mbok. oh iya mbok tolong buatin kopi dia cangkir ya" ujar Aya


"Iya non." jawabnya


Setelah Aya menyuruh Kaisar untuk menunggu sebentar di ruang tamu. Aya segera, masuk untuk berganti pakaian.


...***...


"Cepat kepung tempat ini." ujar Bimo. pada beberapa rekannya.


Saat ini team Aya sudah mengepung sebuah gudang yang di duga sebagai gudang semen.


Setelah beberapa hari gudang ini di pantai oleh Sandi dan juga Vera selalu team Aya. hanya ada kegiatan keluar masuk barang. itupun selalu beroperasi saat tengah malam.


Terlihat dari kejauhan beberapa orang penghuni gudang ini bermain catur ada juga yang mondar mandir untuk berjaga.


"Woi.. kau ke gudang belakang. tadi si bos meminta ku untuk ngecek wanita tua itu " ujar seorang anak buah Herman.


Ini adalah gudang yang dulu sebagai rumah pribadi keluarga Herman. namun setelah ada penghianat an istrinya. Herman mengungsikan Putrinya dan menjadikan rumah megah ini sebagai gudang dan pembuatan obat terlarang


Fahira di bawa ke kota besar agar bisa melupakan ibunya


"Buang senjata kalian. tempat ini sudah di kepung polisi" Aya beseru setelah berhasil menodongkan pistul di salah satu anak buah Herman.


Sontak mereka pun terkejut. saat beberapa polisi sudah berhasil menguasai gudang ini.


"Borgol mereka." Aya berseru memerintahkan untuk memborgol tangan Anak buah Herman.


Dengan cepat Aya pun melawan dengan ilmu bela diri yang sudah di kuasai.


Bughh.. bughh..


auhhh.. bughh.. bughh...


Aya segera mengambil pistolnya. lalu segera mengarahkan tembakan itu pada anak buah Herman yang mencoba untuk berlari.


DOORRR.... tembakan itu melesat rapat di kaki pria yang tadi melawan.


"Bawa mereka ke mobil. jangan sampai terlepas." titah Aya sebagai penanggung jawab oprasi malam ini.


"Cepat sisir semua tempat. car sesuatu sebagai tanda bukti." titah Aya


Setelah beberapa orang tadi membawa anak buah Herman ke mobil. dan segera di bawa kekantor polisi.


Ayah dan ke 7 anak buahnya segera memasuki setiap ruangan.


mereka menemukan obat obatan yang baru saja di kemas.


__ADS_1


"Segera amankan tempat ini." ujar Aya lagi.


lalu Aya pun kembali menyisir setiap ruangan


dan menemukan beberapa bahan obat obatan yang sangat berbahaya.


Aya segera memerintahkan anak buahnya untuk memberi garis kuning.



"Kau Dennis. dan Harry. kau di tugaskan untuk menjaga tempat ini." ujar Aya


"Siapp komandan.." jawabnya


Waktu pukul 01.00


Aya dan beberapa temannya akan segera meninggalkan tempat ini.


Namum telinga Aya seperti di bisiki seseorang. dan meminta tolong.


"Fatih.. tunggu." panggil Aya.


"Siap komandan." jawabnya


"Aku merasakan seperti masih ada kehidupan disini. orang itu seperi sedang membutuhkan pertolongan." ujar Aya


Fatih hanya diam menunggu perintah selanjutnya. biasanya jika atasannya bicara seperti itu. pasti ada yang tidak beres di tempat ini.


"Ayo kita kembali cari ruangan lain. siapa tau nuraniku ini benar." ujar Aya


Fatih dan Dimas pun mengikuti Aya. mereka menuju kebelakang gudang.


Aya segera mengarahkan lampu senternya. dan memang benar masih ada jalan setapak yang sering di lewati.


Aya melangkahkan kakinya. dan melihat sebuah bangunan terlihat sangat rapi namun gelap.


Aya segera mendekat dan melihat pintu itu di kunci dengan beberapa gembok besar.


"Fatih.. cepat buka gemboknya." titah Aya


Gembok itu segera di buka paksa dengan benda yang ada sisi-Nya


Grekk... Grekkk..


Gembok berhasil di buka. Aya segera membuka pintu dan memang sangat gelap..


"Tooolooongg... Saya sakitthhhh.." terdengar rintihan kesakitan dari seorang wanita.


Aya segera mengarahkan sinar senternya ke sembarang arah.

__ADS_1


"Ya Tuhan.. " pekik Aya saat melihat seorang wanita dengan tubuh begitu kurus. yang tidak terawat.


__ADS_2