
...**...
Kenan segera meremas lembaran gambar yang ada di tangannya.
seperti halnya dengan keadaan Aya sang adek. Kenan juga marah besar saat mengetahui lembaran itu.
Bukan tidak percaya sama Kaisar. tapi lebih kepada sang pengirim. "Mereka mencoba menggagalkan pernikahan kamu Ay." kata Kenan Lirih.
Aya memandang Kenan tidak faham. "maksud abang?" tanyanya
"Abang yakin Kaisar sangat mencintaimu. wanita ini yang selalu mengejar Kaisar." ucapnya lagi.
Kenan menceritakan jika pernah melihat wanita itu datang kerumah sakit milik Kaisar. namun dengan Arrogant dan angkuhnya Kaisar mendorong Alina keluar. Kenan yang saat itu ingin menemui dokter di laboratorium hanya diam di tempat. menyaksikan pertengkaran Kaisar dengan wanita yang bernama Alina.
Saat Alina terjatuh dan meringis kesakitan. alih alih Kaisar mau iba padanya. tapi malah Kaisar berjongkok dan mencengkram rahang Alina dengan kuat. sambil mengatakan sesuatu. yang membuat Aliena menunduk dan mengepalkan kedua tangannya.
"Kau harusnya percaya sama Kaisar. dia adalah pria yang baik untukmu."
"Jika, Kaisar akan macam macam sama kamu. kamu tinggal tembak aja. kamu kan punya senjata api banyak.", ucap Kenan sambil mencandai adeknya
Aya tersenyum geli mendengar perkataan sang kakak.
" Ayah.. apa kita akan menunggu om Kaisar menjemput? " tanya Rafa tiba tiba.
"oohh.. iyaa ayoo kita jalan sekarang."
"Kenan.." panggil seorang wanita yang duduk dengan kursi roda. di belakang ada wanita Tia yang mendorong.
Kenan menghentikan langkahnya dan menoleh ke asal suara.
"Fahira.."
"Bisa kita bicara sebentar."
Kenan menatap tautan jemarinya pada Aya. meminta persetujuan dari sang adek.
"Abang temuin dulu kak Ira. kami nunggu di mobil."
Kenan mendorong kursi roda itu dengan pelan. menuju di bangku salah taman yang ada di halaman rumahnya
"Ken.. aku tau kau kecewa sekali padaku. aku tau kau benci banget padaku. Aku datang kesini menemuimu tidak minta belas kasihmu untuk memaafkan aku. Aku hanya ingin jujur padamu jika aku masih sama, sangat mencintaimu."
Kenan diam mendengarkan apa yang ingin Fahira sampaikan. jujur sebenarnya hati Kenan masih menyayanginya. namun kekecewaan itu ternyata lebih mendominasi hatinya
__ADS_1
"Aku sudah menerima hukuman ku atas perbuatanku. Satu hal yang harus kau tau. Gilang itu pria mandul. jadi Anak yang di kandung mantan istrimu adalah anakmu."
Kenan tidak kaget. karena hasilnya memang benar jika Rafa adalah anaknya.
...***...
Setelah obrolan dengan Fahira selesei.
Kenan segera mendorong kembali kursi roda Fahira.
"Selamat jalan Fahira. semoga kau menemukan kebahagiaan mu di tempat yang baru." ucap Kenan. sebelum mobil Fahira pergi.
"Terimakasih Ken.. Kuharap hubungan kita tetap hangat sebagai sahabat seperti dulu. saat kita bertemu nanti." ucapnya getir
Kenan tersenyum lalu mengecup kening Fahira dengan lembut. "Hati hati."
Mobil Fahira sudah menjauh. kini tinggal Kenan yang masih mematung di tempat. menatap kepergian mobil warna Kuning yang mulai mengecil
"Ayah.." panggil Rafa. Kenan segera menoleh dan tersenyum pada Rafa.
"Ayo kita berangkat sekarang.."
Mereka segera masuk ke mobil.
Kenan menoleh sesaat lalu tersenyum pada Aya. "Semuanya baik baik saja." jawabnya. Kenan tau apa yang di pikirkan oleh Aya.
20 menit kemudian.
Mereka sudah sampai di gedung di mana akad nikah akan segera di langsungkan.
Kaisar diam dengan gusar. 10 menit dirinya menunggu kedatangan Aya dan juga keluarganya. Namun tak juga nampak.
Melihat mobil yang dikirim keluarganya terlihat. Kaisar langsung tersenyum kakinya segera menuruni anak tangga dan menjemput Pengantin perempuannya
Karena terburu buru Kaisar tidak melihat tangga yang lebih tinggi. Kaisar terjatuh dan kakinya terkilir.
Aya segera, menghampiri Kaisar yang masih berjongkok.
"Apa yang luka?" tanya Aya
"Tidak ada.. karena sangking semangatnya ingin menjemputmu. hingga tak lihat jalan." jawabnya
Kaisar sedikit terhuyung saat berdiri dan Kenan segera membantunya.
__ADS_1
"Lain kali lihat jalan dong kak." lirih Aya
"Karena kamu terlalu lama. hingga aku sedikit lelah berdiri di depan pintu."
"Maaf.. tadi ada sedikit masalah." jawabnya
Kaisar segera menghentikan langkahnya menatap hawatir pada calon istrinya. "apanya yang luka sayang."
"ini" jawab Aya sambil menujukkan dadanya. Aya tidak serius karena hanya ingin menggoda Kaisar agar tersenyum. namun Kaisar menanggapinya dengan serius.
"Apa aku telah membuat luka di sini.?" tanyanya
Aya menoleh dan mencondongkan wajah. sebelum berbalik sempurna kearah Kaisar.
Aya tersenyum lalu menggeleng. "Aku bercanda" jawabnya
Mereka memasuki gedung. disana sudah banyak tamu undangan yang hadir. peka penghulu dan bebrapa saksi sudah siap di tempat duduknya.
Kenan segera duduk di samping Kaisar sebagai wali nikah dari mempelai perempuan.
...**...
Alina sebagai tamu tak di undang ikut menyaksikan upacara sakral kedua mempelai itu. hatinya begitu nyeri saat melihat Kaisar dengan lantang mengucapkan ijab kabul dan dengan sempurna menyebut nama mempelai wanita
Alina segera pergi dengan sesenggukan. 💥Aku tidak boleh menyerah aku harus mendapatkan Kaisar bagaimanapun caranya.💥
Alina sudah berada di dalam mobil dan mengawasi pintu masuk gedung hotel yang sudah di sewa keluarga Kaisar.
Setelah lebih dari 6 jam.
Terlihat jika tamu sudah mulai membubarkan diri. mata Alina awas mengawasi setiap yang keluar. cukup lama Alina menunggu momen ini.
keluarlah rombongan pengantin. Kaisar akan segera membawa Aya terbang untuk bulan madu. jadi mereka tidak ingin membuang waktu disini.
terlihat Kaisar berjalan sedikit pincang karena efek jatuh tadi.
Kaisar membuka pintu untuk Aya. Namun terlihat Aya berjalan kembali ke teras gedung.
AYAAA AWAASSSS....
BRAAAAKKKKK......
Aya terpekik kaget.
__ADS_1