ATHAYA ( Mengejar Cinta Pria Arogant)

ATHAYA ( Mengejar Cinta Pria Arogant)
Ahir Sebuah Cinta


__ADS_3

Kaisar melihat mobil dengan kecepatan tinggi. "Ini mobil di area hotel kenapa melakukan dengan kecepatan di atas rata rata?" gumam Kaisar.


Kaisar melihat Ay yang kembali ke teras hotel untuk berpamitan pada Kenan.


"AYAAA AWASSSS.."


BRAAAAKKKKK......


Aya terpekik kaget, saat tubuhnya ada yang mendorong. linglung sesaat sebalum ahirnya mengingat akan Kaisar.


"k.. k a i s a r.. " gumamnya


Aya segera berjalan terhuyung mendekati Kaisar yang sudah tergeletak di jalan.


pemilik mobil itu keluar Histeris.. "Kaisar... kenapa kamu menyelamat kan Aya.. kenapa kamu dengan ceroboh malah menghalangiku.." teriaknya


Aya terdiam terhenyak saat melihat darah segar keluar dari tubuh Kaisar.


"KAISARRR... BANGUUUN..." teriaknya.


Aya segara meraih punggung tubuh Kaisar dan meletakkan dalam pangkuannya.


Baju Aya yang putih sudah berubah jadi warna merah.


Aliena segera di amankan oleh beberapa security


Keluarga Kaisar keluar saat melihat suara Teriakan memanggil Kaisar.


"Ayaa.. ada apa say..." ucapan Adelia terpotong saat mendapati Kaisar berlumur darah.


"Apa yang terjadi nak.. kenapa bisa begini..?!!" teriaknya


Adelia tak bisa menahan emosinya. Adelia histeris meraung sungguh tidak di percaya akan seperti ini akhirnya.


Begitu juga dengan Efendi sang papa sangat syok melihat keadaan putra sulungnya. Efendi segera mendekap tubuh Adelia berusaha menenangkan. begitu juga dengan Kenan. Kenan berada di samping Aya yang sudah memangku tubuh Kaisar.


beberapa saat kemudian, ambulance sudaah datang bersama Haikal.


"Kai.. jangan tinggali aku." Ucapan Aya sambil Sesenggukan.


Kaisar tersenyum pada istrinya lalu tangan di angkat dan mengelus pipi Aya yang basah

__ADS_1


"K a u.. j a n g a n b e r s e d i h. a k u b a i k b a i i k s a j a." lirihnya. sambil menghapus air mata Aya


Tubuh Kaisar segera di angkat dan di bawa masuk kedalam mobil ambulan. Aya dan Adelia ikut bersama Ambulan yang membawa Kaisar. sedangkan Kenan menyetir mobil milik keluarga besar Efendi dan ikut mengantar sampai rumah sakit.


Darah Kaisar tak kunjung berhenti. Aya yang berada sebagai bantalnya merasakan jika darah itu semakin membasahi tubuh bawahnya


"Cepat kak Hai.. beri Kaisar pertolongan darah keluar terus.."


"Sabar Ay.. ini sudah semakin dekat dengan rumah sakit." jawabnya


10 menit kemudian


Mereka sudah sampai dirumah sakit dan Kaisar segera mendapat penangan yang seriuss..


"H a i.. t o l o n g j a g a i innn k e l u a r g a k k u."


"Kai bertahanlah.. aku segera mengobatimu. Optimislah untuk melewati semua ini.'


Haikal segera memberi obat obat bius untuk melakukan penjahitan pada Luka parah yang di alami Kaisar.


Haikal menatap monitor dan selang oksigen yang terpasang di tubuh Kaisar.


TUUUUUUTTTTTTTTTTTTTTT....


" Kai.. semudah Itu kau melepas wanita yang sangat kau cintai.?" tanya Haikal pada Kaisar yang sudah tak bernyawa.


"kita harus segera menyeleseikan ini suster." ucap Haikal pada perawat.


Setelah selesei Haikal keluar.


...***...


"Aya duduklah.." ajak Kenan. Kenan segera merengkuh tubuh Aya melihat keadaan sang adek begitu menyedihkan. pakaian yang berlumur darah rambut yang sudah tak serapi tadi. kulit wajah memucat menampakkan rasa kepanikan. tangan yang dingin dan bibirnya yang gemetar.


Kenan segera melepas jas nya dan memakaikan pada adek tercintanya


Haikal keluar dengan wajah tak kalah sedih dari mereka yang menunggu.


"Bagaimana kak Hai.. ", tanya Aya yang langsung berlari kearah Haikal yang baru saja membuka pintunya.


Haikal menggeleng wajahnya menunduk.

__ADS_1


Bisa di bayangkan bagaimana keadaan Aya saat melihat ketidaknyamanannya Haikal dalam memberi jawaban. "MENGGELENG."


Aya histeris dan langsung masuk keruangan di mana Kaisar berada


Aya tersenyum. Senyum kehancuran hatinya saat melihat beberapa suster tengah melepas semua peralatan yang menempel di tubuh Kaisar..


"Kai.. kau jangan begini dong.. kita baru nikah loh. masak kau akan ninggalin hari bahagia kita. Katanya kau akan megajakku keliling dunia setelah selesei akad nikah. tapi kenapa kau malah tiduran begini."


Kenan dan Haikal hanya mendengar dengan perasaan pilu.


"Kak Hai.. bangunin Kaisar aku mohon.. bang Kenan.. mama.. papa.. bangunin Kaisar Aya mohon. Aya mohon.." Kenan segera merengkuh adeknya dan memeluknya.


"Kai bangun dong. jangan ngeprank kek gini.. aku tidak suka permainan konyol mu ini.." Ucap Aya lagi. setelah lepas dari kungkungan Kenan. tangisan Aya pun pecah.


Adelia sebagai orang tuanya juga tak kalah sedihnya. namun kesedihan yang paling mendalam adalah Aya. istri yang baru di Nikhil beberapa jam yang lalu.


"Ikhlaskan Kaisar Ay.. biarkan dia bahagia di sana." ucap Kenan


"Aku juga berhak bahagia bersama suamiku. Dia janji akan selalu membawa ku pada sebuah kebahagiaan. kebahagiaan macam apa yang dia inginkan.. katakan bang.. katakan pada Aya."


...***...


Jenazah Kaisar sudah di bawa pulang ke rumah duka.


Aya yang duduk di samping jenazah Kaisar. airmatanya, tak berhenti mengalir.


Semua pelayat yang hadir hanya bisa mengelus punggung Aya. memberi dukungan agar kuat menghadapi cobaan ini.


"Sayang.. Mama tau kau sangat sedih. begitu juga dengan mama. tapi jangan begini. ikhlaskan Suami untuk pergi nak. biar dia bahagia saat kau merelakannya." Adelia berkata dan memberi kasih sayang pada menantunya


"Kita hadapi bersama sama tanpa Kaisar sayang.." mama janji.. mama akan selalu menyayangi Aya sebagaimana Kaisar juga sayang sama Aya.


Aya tetap diam tatapannya kosong.


Hingga Kaisar di bawa ketempat peristirahatan terahinya Aya hanya diam. dan tetap melangkah kan kakinya. Amanda tetap setia berada di samping Aya dengan merangkulnya.


proses pemakan berjalan dengan lancar. pengantar Jenazah sudah mulai meninggalkan. tinggal Aya Kenan dan Haikal juga Amanda. sedangkan orang tua Kaisar sudah lebih dulu pulang karena sang mama sudah tidak kuat menahan kesedihannya.


"kenapa cinta ini harus hadir jika akhinya akan seperti ini. lebih baik aku tak mengenal cinta bila perpisahan akan menjadi akhir, sayang. "


"Aya.. Aya.. jangan bilang seperti itu. Ingat disini masih ada abang yang menyayangimu. ada Amanda dan juga keluarganya Kaisa. kau jangan putus asa adekku sayang.." ucap Kenan. lalu kembali memeluk Aya

__ADS_1


Airmatanya kembali jatuh, sesak di dada semakin terasa. Cintanya, seseorang yang sangat berharga, kini pergi untuk selama lamanya. tak pernah berpikir dalam benaknya untuk berpisah dengan sang kekasih seperti ini perihnya.


...END...


__ADS_2