ATHAYA ( Mengejar Cinta Pria Arogant)

ATHAYA ( Mengejar Cinta Pria Arogant)
Penyamaran


__ADS_3

...***...


Tahun demi Tahun telah di lewati.


Hubungan Kenan dengan Fahira semakin dekat. sedangkan kehidupan Rafika sebagai single parent sudah berjalan selama 7 tahun.


Kehidupannya semakin membaik. Ekonominya sudah cukup untuk menghidupi putranya. walau masih tinggal dengan orang tuanya Rafika tetap harus menghidupi putranya dengan layak.


Tidak ada niatan untuk mencari ayah baru buat Rafa. Rafika takut tidak bisa setia. belajar dari pengalaman yang sudah di lewati. hingga harus putranya yang menanggung. memiliki ibu tapi tidak memiliki ayah.


Rafa sang putra kini sudah mulai berbaur dengan teman teman di Taman kanak-kanak.


"Bunda.. kenapa Rafa tidak memiliki Ayah?" tanya Rafa saat Rafika mengantar sekolah


"Rafa punya Ayah. cuma ayah Rafa kan lagi kerja." jawabnya


"Bunda Rafa setiap hari di ejek teman temen Rafa karena tidak memiliki Ayah." ucapnya


"Yang mengejek Rafa itu tidak tau. kalo Ayah Rafa belum selesei dengan pekerjaanya." jawabnya.


"Sudah sampai.. Rafa sekolah yang bener yaa biar cepat pintar dan kita segera jemput Ayah." ucap Rafika


"Siap bunda.." jawab Rafa


Rafa segera masuk kehalaman sekolahnya. karena sudah di tunggu oleh beberapa temanya.


Rafika segera meninggalkan Rafa karena harus bekerja. Rafika saat ini sudah di promosikan di bagian supervisor marketing. karena kinerjanya sangat bagus dan cakap nya sangat luwes.


...***...


Saat ini Aya tengah berada di sebuah kafe bersama beberapa teman seangkatannya. merayakan kesuksesannya dan penempatan kerja di beberapa kabupaten..


🎤


Pertamaku melihat dirimu


Detak jantung ini tak menentu


Aku jatuh cinta padamu


Setiap langkahmu akan ku ikuti


Takkan pernah lelah ku arungi


Hingga engkau menjadi milikku nanti


Bila waktu beri kesempatan


Untukku lebih dekat denganmu


Jika Tuhan penuhi pintaku


Betapa bahagia hatiku


Pertamaku melihat dirimu


Detak jantung ini tak menentu


Aku jatuh cinta padamu


Setiap langkah akanku ikuti

__ADS_1


Takkan pernah lelahku arungi


Hingga engkau menjadi milikku nanti


Bila waktu beri kesempatan


Untukku lebih dekat denganmu


Jika Tuhan penuhi pintaku


Betapa bahagia hatiku


Bila waktu beri kesempatan


Untukku lebih dekat denganmu


Jika Tuhan penuhi pintaku


Betapa bahagia


Betapa bahagia


Betapa bahagia hatiku


"Dila.. Selama ini aku memendam perasaanku padamu. Aku mencintai sudah semenjak aku melihat. Dila.. maukah kau menerima cintaku dan menyempurnakan kehidupanku sampai tua nanti?" tanya Darrel.


Sontak orang yang hadir pun bersorak. "Terima.. Terimaaa... Terimaaa..." beberapa dukungan dari beberapa teman teman Aya.


Aya ternganga tak percaya.. Selama ini Darrel menyimpan rasa pada dirinya. Dan selalu biasa saja saat bertemu atau pun berpapasan saat berada digedung.


"Maaf Rel.. Aku.. aku belum bisa.. Aku masih ingin fokus menikmati kelulusan ku ini." jawabnya


Entah kenapa.. Semenjak dirinya di tolak terang terangan okeh Kaisar. Aya jadi enggan untuk membuka hatinya lagi.


"Kenapa Dilla? apa kau sudah memiliki yang lain?" tanya Darrel.


"Aku.. belum bisa membuka hatiku lagi." jawabnya.


"Kenapa Dil.. Apa ada trauma dengan pria?" tanya nya.


"Tidak.. Hanya belum ingin membuka lembaran baru. maafin aku Darrel." jawabnya


Darrel tersenyum " tidak apa apa.. aku tidak akan memaksa mu." jawabnya.


"Aku mohon setelah ini.. hubungan kita tetap baik baik saja.. seperti sebelum aku mengungkapkan perasaanku." ucap Darrel


Aya mengangguk dan tersenyum pada Darrel. Darrel memang orangnya lebih bijaksana dalam menyikapi setiap permasalahan. karena itulah banyak teman wanita Aya yang jatuh cinta padanya.


Selain bijaksana Darrel juga memiliki ketampanan yang sempurna. kulitnya yang sawo matang menambah kegagahannya. seperti keturunan orang India.


...**...


Athaya saat ini tengah berada di rumah mendiang kedua orang tuanya. Aya menatap foto kedua orang tuanya yang terpajang di dinding. foto itu selalu tersenyum.


"Ma.. pa.. Aya akan mengungkap orang yang membunuh mama dan papa." gumamnya.


Aya masuk ke kamarnya dan membuka laci. disana Aya mengambil sebuah arloji lama yang sudah tidak bisa di gunakan.


"Siapapun kamu.. kamu harus membayar atas hilangnya nyawa kedua orang tuaku." lirih Aya


otaknya kembali ke 8 tahun yang lalu.

__ADS_1


"Tolong.. jangan bunuh istri dan putriku." ujar papanya.


Saat itu rumah Aya di kepung beberapa orang pria dengan perawakan yang tinggi besar. mereka mencari sesuatu yang di duga di sembunyikan oleh papa Aya.


Papa Aya hanyalah seorang sopir taxi. dan bebrapa hari yang lalu salah satu orang itu ada yang naik taxinya. tidak tau kenapa orang itu meninggalkan tasnya di mobil Papa Aya.


Karena papa Aya tidak tau apa isinya pun segera membawa ke kantor polisi. dan menyerahkan barang itu.


Dan ternyata yang ada di dalam tas itu narkoba sejenis Ektasi. saat di timbang ternyata lebih dari 1000 gram.


Beruntung papa Aya tidak menjadi saksi ataupun tersangka dari Barang yang dibawanya.


Namun tidak menyangka jika nyawa keluarga tengah di bidik oleh segerombolan gembong narkoba.


Aya ingat sekali saat mereka menembakkan peluru di dada papa dan juga mamanya.


klutikk..


suara benda jatuh dari pemilik pria yang ada di rumah Aya. pria itu tidak menyadarinya dan segera pergi meninggalkan rumah Aya setelah kedua orang tuanya berhasil di renggut nyawanya.


Aya mencengkram arloji itu.. " Aku akan memasukkanmu kedalam penjara dan membusuk disana." gumamnya.


Derttt... Derttt...


ponsel Aya berdering..


"Yaa Hallo.. ada apa San.." tanya Aya. sesaat setelah menyakat ponselnya


"Siapp.. selamat malam komandan.. Malam ini ada bocoran akan ada transaksi obat terlarang di sebuah kafe Xx.. " lapor seorang anak buahnya.


"Baik.. kita adakan apel sebentar di kantor." jawabnya.


Beruntung Aya di tugaskan masih di kabupaten kota kelahirannya. jadi bisa mengunjungi makam kedua orang tuanya setiap waktu.


Aya segera bergegas pergi dan segera mengambil motor nya.


45 menit kemudian


Aya sudah berada di depan kantornya. di sana sudah ada bebrapa timnya yang sudah berjaga.


Aya segera membawa mereka masuk kedalam ruangannya.


"Malam ini.. kau harus standbye di lokasi. awasi setiap gerak gerik pengunjung. jika ada yang mencurigakan cepat hubungi tim." ucap Aya pada Tama.


"Dan kau Sandi.. kau juga harus selalu siaga besama Tama dan juga Bimo." ucap Aya.


"Kau Fatih dan Huda tetap bersamaku. kita memantau dari jarak Dekat.." ucap Aya.


"Siap komandan.." ucap Timnya serentak.


"Sekarang cepat bersiap." ujar Aya.


Mereka segera berganti pakaian dengan pakaian bebasnya. begitu juga dengan Aya. Aya memakai gaun warna biru. untuk menyamar jadi pengunjung. di dalam Gaun Aya sudah memasukkan Senjata api jenis pistol agar mudah di simpan.


Kali ini Aya sebagai umpan penggoda pria yang sudah terlihat mencurigakan.


Aya memakai sepatu hak tinggi. dan juga membawa tas untuk ponsel penghubung.


Menurut informasi mereka akan bertransaksi sekitar pukul 9 malam.


"Ma. pa.. Do'akan Aya semoga berhasil." ucap Aya. sebelum berangkat.

__ADS_1


...Bersambung. ...


__ADS_2