ATHAYA ( Mengejar Cinta Pria Arogant)

ATHAYA ( Mengejar Cinta Pria Arogant)
Perawat rumah sakit


__ADS_3

...**...


Di Rumah sakit


Kenan masih berada di bawah alat alat bantu pernafasan. Monitor nya masih berbunyi dengan nyaring.


tut.. tut.. tut..


Seorang perawat memasuki ruangan Kaisar untuk mengecek keadaan terkini.


Fanesha Amira Yang berjaga malam dengan beberapa temannya.


Amira di tugaskan untuk mengecek keadaan Kenan setiap saat.


Amira segera melihat denyut nadinya. "sepertinya masih seperti tadi." gumamnya. setelah melihat riwayat keadaanya sejak tadi siang. lalu melihat wajah pria yang ada diatas tempat tidur.


"Kenan.." gumamnya. Amira menatap lekat wajah pria yang tengah tertidur tak berdaya.


"Kenan Dhermando.. benarkah ini kau?" batinnya


Amira mengamati wajah Kenan. " benar ini kau Kan Ken.. kenapa jadi seperti ini." tanyanya dalam hati.


Kenan adalah teman SMA nya Amira. Amira ingat betul wajah Kenan. mereka dulu begitu dekat bahkan Amira sering berangkat sekolah bersama Kenan.


Namun entah kenapa mereka tiba tiba saja tidak bisa bertemu lagi. Karena Amira harus pindah besama orang tuanya.


Ayah Amira yang hanya pegawai swasta biasa. sudah kemungkinan akan di pindah pindah.


Dan setelah malam itu malam kelulusan mereka. saat Amira melihat Kenan tak berdaya setelah minum bersama teman teman. Amira juga kehilangan kontaknya.


Tut... tut.. tut. Amira kembali menatap Kenan. "Cepat bangun Ken." gumamnya. banyak yang ingin aku ceritakan.


"Mira.." panggil Sofi


Amira segera menoleh dan menatap Sofi. "Ada yang nyari." ucap Sofi


Amira segera berdiri dan meninggalkan Kenan.


"Ada apa lagi sih Fer..?" tanya Amira. saat melihat kehadiran Ferdi.


"Mir.. aku akan menjelaskan semuanya." ucapnya.

__ADS_1


"Sudah lah.. aku tak ingin melanjutkan hubungan ini." ujar Amira


"Mir.. aku akan segera bercerai dari Aliena. tolong beri aku satu kesempatan lagi." ujar Ferdi


"itu bukan urusanku. dan aku tidak mau melihat wajahmu lagi. cepat tinggalkan aku.", ucap Tegas Amira


" Mira.. pliss.." mohon Ferdi. Amira segera pergi meninggalkan Ferdi yang masih memohon mohon.


...***...


"Maaf.." gumam Kaisar. saat menyadari dirinya sudah dengan lancang melepas pakaian Aya.


Kaisar segera menutup tubuh Aya dengan selimut. Kaisar kembali membersihkan bibir Aya yang basah dengan ibu jarinya. Lalu segera berdiri mencari kan pakaian miliknya yang tidak terlalu besar untuk Aya pakai.


"kau tidurlah.. aku akan tidur diruang depan." ucapnya lalu segera pergi meninggalkan Aya.


Aya hanya mengangguk lalu segera merebahkan tubuhnya di atas tempat tidur milik Kaisar.


"Sial.. kenapa aku bisa se ceroboh itu. dasar bodohh.." umpat nya. jantung Kaisar masih berdetak sangat cepat. Kaisar menyentuh bibirnya dan tersenyum. Seperti masih merasakan jika payu*ara Aya masih menempel.


Kaisar merasakan Jika Juniornya masih tegak. Kaisar segera pergi kekamar mandi untuk menuntaskan nya. karena tak mungkin dirinya akan tertidur dengan lelap jika juniornya masih belum puas.


Aya masih masih menampakkan kegugupan nya. Entah kenapa dirinya tadi begitu sangar menikmati sentuhan dari Kaisar. Aya seperti menginginkan lebih. Aya memang wanita agresif namun hanya pada pria yang dicintai.


Aya menyentuh tubuh bawahnya yang basah. Aya tersenyum dengan pipi yang terlihat merona.


Derrttt.. Derrttt


Dari tadi ponsel Kaisar berdering.


Namun Kaisar nggak mengangkat. karena Kaisar tau itu pasti dari papanya. bukannya ingin menjadi anak durhaka.


Kaisar hanya tak ingin memberi harapan pada mereka. Cukup Aya yang ada di hatinya saat ini. dan Kaisar akan mencoba selalu memberi waktu luang untuk Aya. memberi perhatian dan mencurahkan segala cintanya pada Aya.


...***...


Pagi begitu indah.


Kaisar sudah bangun dan telah membuat roti panggang kesukaannya. setelah selesei Kaisar segera masuk ke kamarnya.


Kaisar memandang Aya yang masih tidur nyenyak.

__ADS_1


"Ay.. bangun yuk. udah siang." ucap Kaisar lembut.


Eunghhh...


"Jam berapa kak?" tanya Aya dengan suara parau.


"Jam 6 pagi. kau harus bersiap karena aku yang akan mengantarmu." ucap Kaisar


Kaisar tertawa saat melihat bibir Aya yang terlihat semakin se*i.


"Ada apa sih?" tanyanya


"lihatlah " ucap Kaisar. lalu mengangkat tubuh Aya


"Bibir mu tambah se*i" ujar Kaisar.


Aya menatap bibirnya sendiri. lalu menatap Kaisar yang masih tertawa.


Aya segera menghadap ke wajah Kaisar. lalu meraih bibir Kaisar, Aya mencium lalu menggigit bibir Kaisar.


Kaisar melotot saat merasakan nyeri di bibir. "busyett..", dalam hati Aya ingin mengumpat. Namun tak tega.


"Aya.. " gumamnya


"Jangan ngetawain lagi. ini juga ulah kak Kai." jawab Aya


Kaisar segera membuka mulutnya dari tangan yang Kaisar gunakan untuk menutupi.


Seketika Aya tertawa terpingkal pungkal melihat penampilan bibir Kaisar.


"Kau sudah berani membalas sekarang yaa.." ucap Kaisar. lalu segera menangkap tubuh Aya.


Kaisar membawa tubuh Aya ketempat tidur dan menggelitik kin tubuh Aya.


"udah kak.. udah.. gelii. " teriak Aya.


...***...


Kaisar sudah ada di rumah sakit


"Kai.."

__ADS_1


__ADS_2