
Kenan melihat lihat bangunan yang menjulang tinggi. "Menakjubkan." batinnya.
pandangan Kenan tak sengaja menangkap sesosok wanita yang sangat di kenal.
Darahnya tetiba mendidih. Jantung nya tiba tiba mendadak berhenti. pasokan udara pun seolah tak bisa di hirup dengan sempurna. Seperti melihat sosok Rafika. Namun karena jarak yang begitu jauh jadi tak begitu jelas.
Setelah lebih mendekat. terlihatlah siapa orang yang Kenan lihat.
"Rafika.. apa yang kau lakukan di hotel." gumamnya.
Dari belakang berjalan pula pria yang belum pernah Kenan lihat. "siapa pria ituu? kurang ajar sekali Kau berani bermain api di belakangku." gumamnya
Kenan segera menepi kan mobilnya. dan berhenti di samping jalan kiri. menunggu Rafika keluar dari hotel.
masih mengawasi dari jauh. Kenan melihat Rafika masuk ke mobil Pajero warna putih.
Kenan melihat jam tangannya. lalu segera, mengambil ponselnya. dan mulai menelpon Rafika
"Hallo dek.. kau di mana?" tanya Kenan.
"Aku.. aku sedang keluar kota mas. acara ulang tahun temen. mungkin pulangnya agak terlambat." jawabnya
"Ya sudah.. kalo gitu hati hati di jalan. jangan ngebut yaa." ucap Kenan. walau ingin sekali marah. namun Kenan berusaha mengontrol nya.
Mobil yang di tumpangi Rafika melewati mobil Kenan. Kenan segera mengikutinya dari belakang.
Ternyata merka tidak menuju jalan ke kota di mana mereka tinggal. melainkan menuju pantai. Kenan masih mengikuti nya Hingga mobil itu berhenti di salah satu tempat wisata. di sana ternyata ada, beberapa teman Rafika yang sudah menunggu.
"Lang.. hati hati yaa. " ucap Rafika setelah turun dari mobilnya.
"Ok Fika.. Terimakasih atas sesuatunya." jawab Gilang.
"Sudah jangan di bahas.. kita sama sama menikmati." ucapnya. lalu Gilang pun menarik pergelangan tangan Rafika.
kemudian memeluknya dan menciumnya. "Aku masih mencintaimu Fika." ucap Gilang.
"Aku juga. tapi aku sudah ada yang punya." jawabnya
"kita diam diam saja. jangan sampai suamimu tau hubungan kita." ucapnya
Hati Rafika teriris. "Apa..?? jadi dia hanya ingin menjadikanku seorang wanita simpanan. dan hanya ingin menjadi selingkuhan saja? " batin Rafika.
"Tunggu Lang.. apa maksudmu? kita diam diam, kau hanya ingin menjadikan aku wanita simpananmu saja?" tanya Rafika
"Fika.. sadarlah.. kau sudah memiliki suami. jadi tak mungkin aku akan menjadikanmu seorang istri." jawabnya
__ADS_1
"Apa kau tau Lang.. aku sudah menyerahkan apa yang seharusnya menjadi milik suamiku padamu. kau tak mikirin ituu? " tanya Rafika dengan emosi
"Fika.. aku tidak memaksamu.. bukankah kita sama sama menikmatinya.. jadi untuk apa kau menyesal.? " tanya Gilang
"Keterlaluan kau Gilang. nyesel aku sudah kembali jatuh cinta padamu." teriak Rafika.
"Aku pun juga masih mencintaimu. tapi aku tak ingin merebutmu untuk jadi istriku. aku tau kau sudah punya suami. makanya aku hanya ingin membuatmu bahagia saja. kita sama sama bahagia dengan cara kita." ucap Gilang. Rafika terdiam mencerna semua ucapan yang keluar dari mulut Gilang.
"Okeehh.. Jika itu tujuanmu hanya ingin membuat ku bahagia. aku pun juga bahagia dengan hubungan ini. dan ini hari sudah sangat sore aku harus pulang. sebelum suamiku sampai rumah." pamit Rafika.
"ya udah.. hati hati ya sayang." ucap Gilang.
merekapun segera berpisah. dan Rafika segera menghampiri teman temanya
"Ayo kita pulang sekarang. sudah sangat sore ini." ucap Rafika pada beberapa temanya.
...***...
Rafika sudah sampai rumahnya. Dan melihat mobil suaminya sudah berada dirumah.
Rafika melangkah dengan sangat santai. Hingga dirinya memasuki rumahnya.
"Sudah pulang? sampai malam begini?" tanya Kenan.
"Mas.. kan tadi aku sudah bilang. kalo aku akan pulang agak terlambat." jawabnya
"Mas.. kan aku pergi sama teman temanku. aku pergi keluar kota." jawabnya
"Ini.." ucap Kenan yang menunjukkan foto Rafika tengah berpelukan dengan Pria lain di pantai tadi.
"Mas.. ini.. dapat darimana mas?" tanya Rafika.
"Tak perlu kau tau dapat dari mana. karena aku yang mengambil foto itu sendiri." ucap Kenan
"Apa maksudmu mas?" tanya Rafika dengan tubuh dan bibir yang mulai gemetar
"Katakan.. siapa pria itu? " tanya Kenan
"Dia.. Dia teman lamaku mas.. Dia itu baru saja datang dari luar negeri. dan kami hanya bertemu biasa pelukan sebagai sahabat saja." jawabnya. seolah Kenan akan percaya padanya
"Sampai di hotel..?" tanya Kenan
"Hotel.. Hotel apaan sih mas.. aku tidak ke hotel." jawabnya
"Jangan membohongi ku Fika.. aku tau apa yang kau lakukan di luar sana.!!" bentak Kenan.
__ADS_1
"Mas... kau membentak ku? " tanya Rafika
"Yaa.. aku tau kau telah pergi ke hotel dengan pria itu. da asal kau tau Fika.. aku melihat semuanya, saat kamu mencium pria itu. jadi jangan coba coba membohongiku." Kenan dengan nada yang udah mulai tak bisa mengontrol emosi.
"Mas.. maafin aku.. aku hilaf mas.. jujur aku baru melakukan satu kali ini." ucap Fika yang mengakui kesalahannya.
"Sesuai kesepakatan Fika.. siapa yang menghianati dia harus tinggalkan rumah ini." ucap Kenan. lalu segera berdiri meninggalkan Fika.
"Mas.. aku mohon.. maafin aku mas.. beri aku kesempatan satu kali lagi mas.. aku mohon mas.. jangan ceraikan aku." ucap Rafika.
"Maaf Fika.. Mungkin kita harus intropeksi. mungkin aku juga harus membenahi diriku yang kurang baik. begitu juga denganmu Fika. Kita harus hidup terpisah." ucap Kenan.
"Mas.. aku mohon jangan ceraikan aku yaa.. kita saling intropeksi dulu, ok.. kita lakukan. tapi jangan ceraikan aku." mohon Rafika lagi
Kenan hanya diam. dan tak menoleh ke wajah istrinya.
Kenan tidak Terima miliknya di obral ke pria lain. dan itu sangat melukai hati nya. Rafika telah menodai pernikahan ini.
"Aku tidak tau Fika.. Aku tidak suka penghianatan. apalagi kau telah dengan mudahnya memberikan milkku pada orang lain. itu sangat tidak bisa aku Terima." ucap Kenan. dan langsung masuk kekamarnya
pakaian Fika sudah Kenan bereskan. dan sudah Kenan taruh di ruang tamu.
hatinya benar benar sakit. penghianatan ini tak bisa di maafkan dengan mudah. bahkan dalam agama pun sudah di jelaskan dengan sangat jelas hukum yang harus di Terima oleh Rafika.
Rafika segera pergi meninggalkan rumah Kenan. Penyesalan tinggal penyesalan. "kenapa aku dengan mudahnya menerima gombalan Gilang. dan dengan ceroboh nya aku bisa ketahuan suamiku." batinnya
Rafika bingung harus kemana. pulang tidak mungkin. karena pasti kedua orang tuanya akan sangat marah pada dirinya karena sudah menyia nyiakan suami seperti Kenan. suami yang menjamin kehidupan keluarga Rafika.
Kerumah Gilang.. itu juga tidak mungkin. pasti Kenan akan segera menceraikan dirinya. karena ketahuan tinggal bersama.
...**...
Dari tadi Kaisar tidak bisa menghubungi nomer Aliena.
"Ada apa sihh Alina ini.. tumben tumben nya nomer tidak aktif sampai selarut ini." gumam Kaisar.
Tidak ada pilihan lain. selain harus mendatangi rumah orang tua Alina.
"Kai.. kau mau kemana nak. ini sudah malam hlo.." tegur sang mama.
"Kai.. ada urusan sebentar mam." jawabnya.
Ponsel Kaisar berdering.
Kaisar segera mengeluarkan ponsel dari kantongnya. dan melihat siapa yang menelpon.
__ADS_1
"Semoga Alina. ' gumamnya
...Bersambung...