
"Nggak bisa dong kak.. mana bisa kita melarang untuk mencintai." jawab Amanda
" ya sudah.. sudah makan buruan tidur" ucap Kaisar.
Amanda segera meninggalkan sang kakak sendiri. Kaisar masih lanjut dengan gitarnya. sudah lama Kaisar tidak memainkan benda satu ini. benda ini telah mengingatkan awal Kaisar dekat dengan Aliena.
Aliena adalah teman sewaktu SMA. dulu Kaisar adalah pria idaman para siswi termasuk Aliena. Belum ada satu wanita pun yang berhasil mengambil hati Kaisar. karena sikap dinginnya itu. tak ada yang berani menyentuh hati Kaisar.
hingga terjadi suatu kecelakaan Kaisar yang sedang main volly terjatuh dan kakinya terkilir. Dan Aliena lah yang menolongnya.
sejak saat itu hubungan Aliena dan dirinya semakin dekat.
Kaisar menatap mobil yang berhenti tepat di depan rumah kontrakan Aya. Dan keluarlah seorang pria dengan perawakan seperti Kaisar. wajahnya yang bersih dan terlihat berwibawa.
Kaisar mengernyitkan keningnya. Dan tetap mengawasi pria itu.
Terlihat Aya membuka pintu dan langsung memeluk pria yang baru saja datang.
Kaisar hanya menatap tak tau apa yang ada dalam kepalanya. Kaisar melihat Aya membawa masuk pria itu.
Kaisar masih tetap duduk termangu di tempat yang sama. jari jemari nya lincah memainkan gitar yang ada di pangkuannya.
Derttt... Derttt.. ponsel Kaisar berdering.
"Rumah sakit? " pekiknya. Kaisar segera menggeser tombol hijaunya.
"Hallo.. ada apa Wid? " tanya Kaisar Widya adalah Asisten Kaisar
"Baiklah aku segera datang." ucap Kaisar dan segera mengakhiri begadangnya
"Mau kemana Nak. buru buru amat? " tanya Papa Kaisar
"Ada pasien kritis pa.. Kaisar harus segera kerumah sakit" jawabnya.
Kaisar segera mengambil jacket kulit dan mengambil kunci motornya. kalo dalam keadaan darurat begini Kaisar tak bisa, membawa mobil. karena sangat akan memakan waktu.
...**...
"Bagaimana sekolahmu Ay.? " tanya Kenan.
"Aya di tunjuk lagi jadi peserta lomba Tarik suara bang.", jawabnya. Sembari matanya mengawasi luar rumah
Athaya melihat dan mendengar suara motor Kaisar keluar. Hatinya kembali sakit. " Pasti akan menemui wanita itu.. Dasar pria nggak punya perasaan. " batin Aya.
" Bagus dong.. abang bangga sama kamu. seandainya mama dan papa masih ada. mereka pasti juga bangga." tambah Kenan
__ADS_1
"Tapi bang.. ada yang tidak menyukai Aya ikutan lomba" ucap Aya
"Biarkan saja Ay.. tunjukkan bahwa kamu tidak akan mengecewakan mereka" jawabnya. hanya pada Kenan Lah Aya berkeluh kesah. dan menceritakan tentang masalahnya.
"Iya sihh. Aya juga begitu akan tunjukkan pada mereka. jika Aya bisa menjadi yang terbaik." ucapnya.
"Sudah.. ayo ini di makan." ucap Kenan. Yaa Kenan malam ini langsung ke kontrakan adeknya setelah perjalanan dari luar kota, karena sangat merindukan adek tersayangnya.
"Bang.. Abang pernah nggak mencintai seseorang? " tanya Aya.
Kenan mengernyitkan keningnya sembari menatap adek semata wayangnya.
"Kenapa tanya gitu? Aya sedang jatuh cinta? " tanya Kenan
"Hemm.. Hehehe.." jawab Aya
"Dengerin abang yaa Aya. Fokus belajar dulu nggak usah mikirin cinta cinta an." ucap Kenan menasehati
"Abang.. Aya kan tanya. pernah mencintai seseorang nggak.? " ucap Aya. karena belum puas dengan jawaban yang kakaknya berikan.
"Pernah.. cuma karena Dia sudah memiliki suami sendiri ya abang nggak egois dong." jawab Kenan
"Maksud Egois itu apa bang? " tanya Aya lagi
"Begini yaa Aya. kita boleh mencintai seseorang namun kita tak boleh membuat orang yang kita cintai itu kecewa pada kita." jawab Kenan
"intinya.. jika kau mencintai seseorang. jangan egois, mencintai itu merelakan sesuatu yang kita sukai. tidak harus menjadi milik kita. karena itu akan membuat benalu dalam sebuah hubungan." terang Kenan.
Tidak terasa mereka sudah menghabiskan waktu selama 3 jam.
"Abang nginap di sini saja. Karena kalo malam begini pasti Rafika sudah tidur." ucap Kenan
"Iyaa nggak papa bang." Jawab Aya
Aya segera menyiapkan tempat tidur untuk abangnya. Setelah itu Aya juga masuk ke kamarnya sendiri.
Kenan menatap sang adik. ada rasa kasihan pada nya. Gadis yang seharusnya masih bermanja dan bercanda ria pada mama dan papanya. kini harus menjadi dewasa sebelum waktunya.
"Aya.." panggil Kenan
Aya menoleh dan melihat Abangnya membentangkan kedua tangannya. "sinii Abang kangen sama Aya." ucapnya
Aya dengan ragu melangkah kepelukan abangnya. "Kenapa abang begini.. Aya kan jadi takut." ucap Aya
"Abang hanya sayang sama Aya. Seandainya Abang bisa menolong mama dan papa waktu itu. munkin Aya masih bersama mereka." jawabnya
__ADS_1
"Aya udah ikhlas kok bang. Mungkin Tuhan sudah mempunyai rencana lain untuk Aya." sahutnya
"Sampai saat ini.. orang yang udah menembak mama dan papa belum ketemu. semoga suatu saat nanti bisa ketemu ya Ay." ucap Kenan
Aya mengangguk lalu kembali memeluk sang kakak.
"Ya sudah kamu tidurlah." ucap Kenan
Aya segera melangkah keluar kamar Kenan.
...***...
"Apa yang terjadi dengan pasien ini.? " tanya Kaisar. sesaat setelah sampai dirumah sakit.
"Dia kena peluru dokter. dan peluru itu harus segera di keluarkan " ucap Widya
Pasien ini adalah gembong narkoba. namun Kaisar tidak tau. karena wajahnya belum pernah terlihat di media sosial. atau berita berita televisi.
"Kalo begitu cepat siapkan ruang oprasi nya" ucap Kaisar dan segera menyiapkan segala keperluan untuk tindakan oprasi
Setelah semuanya siap. Kaisar segera menuju ruang oprasi.
Diruang oprasi Kaisar malah terbayang pria yang sedang bersama Aya. 'Siapa pria itu.. apa Aya itu pecinta pria pria dewasa sepertiku. ini tidak baik untuk persahabatan bersama Amanda. Amada bisa terpengaruh oleh Aya. dasar gadis jelek. ' umpat nya dalam hati.
"Dokter.. pasien kembali anfal dok." ucap Widya. yang berhasil membuyarkan pikiran Kaisar.
Kaisar segera kembali fokus pada pasiennya. saat ini adalah pekerjaan Kaisar yang jadi taruhan. nyawa orang yang tidak boleh semena mana memberi pelayanan.
"Cepat siapkan Alat AED automated external defibrillator titah Kaisar
Widya segera menyiapkan automated external defibrillator dengan cekatan. Kaisar segera mengecek kembali keadaan pasien.
Tut.. tut.. tut.. Jantung pasien kembali normal. Kaisar segera mempercepat pekerjaan. "tambahkan obat bius pada pasien." titah Kaisar lagi.
cairan obat bius kembali di suntik kan kedalam selang cairan infus.
Setelah Setengah jam terjadi ketegangan. kini Pasien sudah selesei di oprasi. keringat begitu banyak membanjiri tubuh Kaisar.
"Sekarang bawa pasien ke ruang NICU dan pantau setiap Menitnya." titah Kaisar.
Kaisar segera memasuki ruangannya. 'gara gara gadis jelek itu. pekerjaanku hampir gagal.' gumamnya.
Kaisar menatap jam yang ada di meja. Waktu sudah menunjukkan pukul 02.00 dinihari.
Kaisar segera berkemas untuk pulang. rasanya sangat lelah malam ini. Kaisar segera pergi ke parkiran di mana dirinya menaruh motornya. Setelah itu Kaisar segera menyalakan mesinnya.
__ADS_1
Hanya ditempuh selama 30 menit. Kaisar sudah berada di komplek tempat tinggal orang tuanya. Kaisar menatap mobil pria yang masih terparkir rapi di jalan depan rumah Aya.
...Bersambung...