
"Kok gitu.. masak baru segitu aja udah nyerah sihh.." sahut Amanda
"Aku tak mau berjuang sendiri. rasanya sangat berat." ucap Aya
"Siapa bilang berjuang sendiri.. ada aku.. aku siap mbantumu.", ucap Amanda
Teetttt.. Teetttt..
jam pelajaran segera di mulai.
Aya dan juga Amanda tengah mengikuti pelajaran Seni.
" Besok akan ada lomba. Dan bu Diah akan mengambil satu atau dua siswa dan siswi untuk di ajukan ke peserta lomba." ucap Bu Diah..
"Aya. bisa kau maju sebentar? " tanya Bu Diah. waktu itu Bu Diah mendengar suara Athaya saat bernyanyi di acara lomba MIPA. Dan Athaya masuk dalam Peserta Festival dan Lomba Seni Siswa Nasional (FLS2N). Bersyukur Athaya berhasil membawa piala juara 2 dari Kabupaten.
Aya pun maju. "Kamu bersedia kan mengikuti lomba. Karena untuk saat ini hanya kamu yang bisa membawa nama sekolah ini kembali naik." ucap Bu Diah
Athaya mengangguk. "Saya bersedia Bu.. " jawabnya
"terimakasihh.. nanti biar ibu yang mencarikan lagu untuk lombanya" jawab Bu Diah
Athaya segera kembali ke bangkunya. "Semangat Aya.. kau pasti akan membawa piala lagi" ucap Amanda
"Semoga Manda.." jawabnya sembari menghadiahkan senyum tulusnya.
...**...
Jam istirahat telah tiba.
Gisella berdiri di pintu kantin. menunggu kedatangan gadis yang sudah merebut posisinya di sini
Athaya berjalan dengan Amanda berjalan dengan sambil bercerita
BRUGHHH... Aya terjatuh karena tersandung kaki Gisella yang disengaja.
"punya mata nggak lo.. kaki segede ini aja nggak lihat." ucap Gisella
"Haii.. Gisel lo sengaja buat Aya jatuh? " tanya Amanda
"Ayo bangun.." ucap Seorang siswa yang mengulurkan tangannya untuk Athaya.
Athaya pun bangun dengan di bantu tangan cowok yang ada di depannya.
"Kau tidak apa apa? " tanya Cowok itu
"tidak apa apa kok. terimakasihh sudah menolongku." ucapnya
"Iya sama sama. kenalkan namaku Erkan." ucap Erkan mengenalkan diri nya.
"Aya... Athaya maksudku." jawab Aya
"Iyaa. karena dia udah merebut posisi ku disini." jawab Gisella
"Woii.. bukan Aya yang merebut. tapi sikapmu itu yang telah membuatmu kehilangan posisimu." tambah Amanda
"Manda.. sudah ayoo kita segera cari tempat duduk " ucap Aya. dan langsung menarik tangan Amanda
"Kesell aku Ay.. dari dulu dia itu suka cari musuh." ucap Amanda
"Sudah.. biarkan saja." jawabnya.
Gisella segera mencekal tangan Aya. "gue peringatin ke elu.. batalkan persetujuanmu untuk mengikuti lomba." sarkas Gesella
"Emang kenapa?? lo takut kesaing ama temen gue hemm? " ucap Amanda
"Diam lo.. nggak usah ikut campur." balas Gisella
"Ini.. sebenarnya ada apa sihh..? " tanya Erka. cowok yang menjabat sebagai KETOS di sekolah ini.
"Mending elo nggak usah ikutan deh Er.. ini urusan kami." jawab Gisella
"Tentu aku harus ikutan. karena aku sebagai ketua OSIS di sini tidak akan membiarkan kecurangan." ucap Erkan.
"Ishh.. menyebalkan" ucap Gisella lalu segera mendorong Athaya. beruntung Athaya langsung di tangkap oleh Erka.
__ADS_1
"Terimakasih sekali lagi. " ucap Aya. yang dapat anggukan dari Erka.
Erka pun keluar dari kantin. karena harus ikut latihan basket.
"Kenapa sihh tu Gisel nggak jelas banget." ucap Amanda
"Biarkan saja.. yuk.." ajak Aya
...**...
Malam ini Athaya tengah duduk di depan meja belajar. terdengar samar samar suara gitar di petik. dan terdengar suara cowok yang sedang menyanyi.
Aya membuka gorden kamarnya dan melihat siapa gerangan cowok itu.
"Kak Kaisar.. ternyata kau juga jago menyanyi. memang jodoh itu selalu ada kesamaannya." gumam Aya.
Aya segera melanjutkan belajarnya dengan cepat. setelah itu Aya keluar. Aya melihat jalanan yang gelap.
"Aya.. " panggil Amanda.
Aya menoleh ke sumber suara yang sudah memanggilnya.
"Sini." panggil Amanda lagi. Siapa yang tidak suka di panggil dan duduk bersama dengan pria yang sangat di cintai.
Entah kenapa perasaan Athaya terhadap Kaisar semakin hari malah semakin tumbuh subur. Padahal Kaisar selalu berkata datar padanya. dan lebih cenderung kasar. namun semua itu tidak mengurangi rasa kagumnya pada Kaisar.
"Sini Ay.. kita nyanyi bersama kak Kai." ucap Amanda
Kisar hanya menatap sekilas Aya dan kembali menatap gitarnya. fokus pada petikan petikan gitar yang di mainkan.
Athaya mengenal aliran gitar ini. lagu dari Artis favoritnya. Aya ikut nyambung dan memulai dengan suara merdunya
Hem.. hemm.
Kutatap dua bola matamu
Tersirat apa yang 'kan terjadi
Kau ingin pergi dariku
Meninggalkan semua kenangan
Oh sayangku, aku tak mau
Kutahu semua akan berakhir
Tapi 'ku tak rela lepaskanmu
Kau tanya mengapa aku
Tak ingin pergi darimu
Dan mulutku diam membisu
Salahkah bila diriku
Terlalu mencintaimu
Jangan tanyakan mengapa
Karena aku tak tahu
Aku pun tak ingin bila
Kau pergi tinggalkan aku
Masihkah ada hasratmu
'Tuk mencintaiku lagi
Apakah yang harus aku lakukan
__ADS_1
'Tuk menarik perhatianmu lagi
Walaupun harus mengiba
Agar kau tetap di sini
Lihat aku duhai sayangku
Salahkah bila diriku
Terlalu mencintaimu
Jangan tanyakan mengapa
Karena aku tak tahu
Aku pun tak ingin bila
Kau pergi tinggalkan aku
Masihkah ada hasratmu
'Tuk mencintaiku lagi
Salahkah bila diriku
Terlalu mencintaimu
Jangan tanyakan mengapa
Karena aku tak tahu
Aku pun tak ingin bila
Kau pergi tinggalkan aku
Masihkah ada hasratmu
'Tuk mencintaiku lagi
Hemmm.. hemmm..
Aya merasakan kedamaian saat berada di sisi Kaisar. Rasanya begitu nyaman. walau Kaisar tidak menyapanya namun bisa duduk bersama dengan nya sesuatu yang sangat di inginkan.
"Dah malam. buruan pada tidur" ucap Kaisar pada dua gadis ABG yang menemaninya bernyanyi.
"Bentar lah kak. masih jam 9 juga." jawab Amanda.
Derttt.. Dertt..
ponsel Athaya berdering.
"Sebentar ya manda. bang Ken telpon." pamit Aya dan langsung melangkah pulang.
"Suara Aya bagus kan kak? " tanya Amanda.
Kaisar yang tidak memiliki perasaan apapun pada Aya hanya menjawab. "Lumayan."
"Ishh dasar kakak.. tidak bisakah merasakan sedikit peka terhadap Aya.?" tanya Amanda
"Maumu apalagi sihh dek.. Kakak udah turutin keinginanmu untuk main gitar di taman. walaupun kakak sangat lelah. tapi kakak nggak ingin ngecewain kamu." jawabnya
"Yaa kakak tuu harus punya perasaan sedikit kek ke Aya." jawabnya
"Kakak itu udah punya kak Aliena. kaka nggak ingin memberi harapan pada Aya temanmu itu. karena kakak hanya cinta sama Aliena." ucap Kaisar.
Jengah rasanya jika setiap hari dirinya selalu di interogasi oleh adiknya yang satu ini. tentang persaan terhadap Aya.
Kaisar berusaha membuang rasa yang dimiliki Aya kepadanya. agar tidak terlalu sakit jika cintanya tak terbalaskan.
Namun entah kenapa Kaisar merasakan jika Athaya bukan tipikal gadis yang mudah menyerah.
__ADS_1
"Dengerin kakak ya adekku. kakak ingin setia pada satu wanita yang kakak cintai. jadi sebaiknya kau nasihati Aya itu agar tidak terlalu berharap pada perasaan kakak." ucap Kaisar.
...Bersambung...