
...**...
Ceklekk..
Aya segera mendongak saat pintu itu terbuka. perawat satu keluar. laku disusul oleh perawat yang lain.
Terahir Kenan yang keluar.
"Kal Kai.. bagaimana keadaan bang Ken?" tanya. Aya panik.
"Kamu yang sabar ya Ay.. Masih kritis.. " jawabnya
Aya terduduk lemas. Hatinya menjerit mengetahui keadaan abangnya sangat kritis. "Aku tidak mau kehilangan bang Ken.. aku belum siap kehilangan keluargaku satu persatu. ", gumamnya
" Aya" Ucap Amanda. lalu segera memeluk sahabatnya.
"Bang Ken pasti baik baik saja kok." hibur Amanda
...***...
Waktu sudah menunjukkan pukul 19.30
Amanda sudah pulang. karena masih banyak tugas. Sedangkan Kaisar masih di rumah sakit menemani Aya.
"Ay. sebaiknya kau makan dulu. dari tadi kau belum makan." ujar Kaisar. saat ini Kaisar membawa Aya ke kantin.
"Kenapa yaa.. orang orang yang aku cintai pergi meninggalkanku satu persatu." ucap Aya.
"Tidak ayy.. itu tidak benar kan ada aku Ay. aku akan selalu menjagamu.", balasnya
" Ayo makan dulu." ucap Kaisar sembari menyendokkan makanannya.
"Bagaimana jika bang Ken tidak bisa di selamatkan.?" tanyanya
"Pasti bisa.. percaya padaku Ay. aku adalah dokternya aku akan berusaha menyelamatkan bang Kenan." ujar Kaisar
"Ayo makan sedikit saja. untuk nambah tenaga Aya." bujuk Kaisar.
Aya segera membuka mulutnya saat Kaisar menyuapi nya
"makan yang banyak ya" ujar Kaisar
Derttt...
Derrtt..
Derrttt..
ponsel Kaisar berdering.
"Sebentar ya Ay. dari papa." pamitnya
"Hallo paa.."
^^^"kau dimana Kai? papa sudah menunggumu nih"^^^
__ADS_1
"ohh iya pa.. maaf Kai nggak bisa. banyak kerjaan."
^^^"Tidak bisa begitu dong Kai.. emang tidak ada dokter lain selain kamu.?"^^^
"Paa.. bukan masalah ada dan tiadanya dokter lain. tapi Kaisar tidak bisa menuhin keinginan papa."
^^^"papa tidak mau tau. kau cepat pulang karena disini sudah ada tante kamu yang menunggu."^^^
Kaisar segera menutup ponselnya. lalu menatap Aya yang masih dalam kesedihan. Tidak tega meninggalkan Aya sendiri di sini.
Kaisar menatap jam tanganya. "sudah jam 8 malam." gumamnya
"Ay.. kau istirahat di apartemen ku saja ya." ucap Kaisar.
"aku ingin disini saja. menunggu bang Ken bangun." jawabnya
"Tidak bisa begitu Ay. bang Ken belum tau kapan akan bangun." tambahnya
"Bagaimana jika bang Ken bangun dan mencari Aku" tanya Aya
"kamu tidak usah hawatir. Aku sudah menyuruh Mira untuk menjaga 24 jam nonstop. jadi saat bang Ken bangun dia langsung akan menghubungiku." Jawa Kaisar
Aya diam sejenak.
"Pulang ke apartemen ku ya." tanya Kaisar lagi. Aya hanya mengangguk pasrah.
Kaisar segera kembali keruangannya untuk mengambil kunci mobil dan tasnya.
"Ayok" ajak Kaisar. dan segera merangkul pinggang Aya. mereka berjalan beriringan. hingga mereka sampai di parkiran.
Kaisar menatap Aya yang hanya diam melamun. Kaisar melihat jika Aya belum memakai seatbelt. Kaisar segera menipiskan jarak pada Aya. lalu memakaikan seat beltnya.
Aya tercengang saat ada tangan asing menyentuh pahanya. "ka.. kak Kai mau ngapain?" tanya Aya gugup.
"Mau mencium pacarku." jawabnya. Aya seketika menunduk malu.
"kamu dari tadi di ajak ngomong nggak denger." ujar Kaisar.
"Maaf.." lirihnya
"Aya.. jangan sedih lagi. Aku pastika bang Ken akan baik baik saja. ok..!" ujar Kaisar meyakinkan.
Aya mengangguk. lalu tersenyum pada Kaisar.
...***...
Mobil Kaisar sudah memasuki parkiran apartemen nya.
Kaisar segera membuka pintu mobil untuk Aya. lalu mereka berjalan masuk ke gedung apartemen milik Kaisar.
"Kamu mandi Ay.." ujar Kaisar.
"Tapi Aya tidak bawa.." ucapnya.
Kaisar tersenyum. lalu segera membuka almari nya mencarikan pakaian untuk Aya.
__ADS_1
"pake ini yaa.." ujar Kaisar.
Aya hanya mengangguk. Sedangkan Kaisar segera menyiapkan air hangat kedalam Jacuzzi memasukkan beberapa tetes Aroma therapy kedalamnya
Aya masih menunggu sambil melihat kesibukan Kaisar saat menyiapkan semua
"Sudah.. Ini nanti di pakai.", ucap Kaisar. Aya tetap mengangguk.
" kak.. ", panggilnya. Kaisar berhenti melangkah lalu menatap Aya yang kebingungan. bibir bawahnya Aya gigit karena saat akan mengungkapkanya sangat malu.
" Ihh.. Aya ini bikin gugur keimananku saja kalo seperti itu." batin Kaisar.
"Ada apa Ay." tanyanya dengan suara berat.
"Emmm.. Aya.. Aya.. Aya tidak membawa pakaian dalam untuk ganti" ujarnya sambil menunduk.
Kaisar tersenyum "Ngak usah pakai dulu Ay. aku nggak akan macam macam kok." ujar Kaisar.
Aya segera, masuk dan mengunci pintunya. Sungguh sangat malu saat mendapat tatapan dari Kaisar tadi.
Aya segera masuk ke jacuzzi yang sudah Kaisar siapkan. Aya ingin berendam merilekskan otaknya sesaat.
15 menit setelah merasakan airnya mulai dingin. Aya segera keluar dari jacuzzi dan mengambil kimono yang Kaisar siapkan.
Aya menatap dirinya di pantulan cermin. Bibirnya menampakkan senyum. "kegedean" gumam Aya
Aya segera, keluar dan melihat Kaisar sudah memakai pakaian tidurnya
"Kak Kaisar tidak mandi?" tanyanya
"Sudah.. kakak mandi di kamar mandi sebelah." jawabnya
Kaisar duduk di balkon kamarnya sembari menikmati teh hangat dan memainkan gitarnya.
"Jadi ingat waktu kita nyanyi bersama." gumam Kaisar. Aya segera menatap Kaisar. mereka saling tatap
Degg.. jantung Aya berdebar begitu kencang. begitu juga dengan Kaisar. saat tatapan mereka saling bertemu.
Kaisar tersenyum lalu segera berdiri. "sudah sangat malam. ayo tidurlah. biar kak Kaisar tidur di sofa." ujar Kaisar
"Kak.. " panggil Aya
hemmm..
Aya langsung berlari kepelukan Kaisar. "Aku merindukan kamu kak. aku sangat merindukan kamu." gumam Aya yang berada dalam dekapan Kaisar
"Aku juga Ay.. aku juga merindukan kamu." jawabnya. Kaisar segera, mengambil dagu Aya lalu mengecupnya.
Tak puas dengan satu kecupan. Kaisar mengulang lagi.. "tetaplah ada untuk Kaisar Aya. tetap selalu ada untuk Kaisar." ucapnya sambil terus mencium bibir Aya.
merekapun saling mencium. Kaisar melepas tali Kimono yang Aya pakai. kimono pun jatuh dan terpampang lah tubuh Aya yang sangat polos tanpa apapun.
Kaisar mere*as payud*ra Aya dengan lembut. mengecup dan meninggalkan bekas disana.
Aachhh... suara des*an Aya membuat gai*ah Kaisar semakin naik. Kaisar membaringkan tubuh Aya dan kembali menyerangnya.
__ADS_1
Aahh.. kaahhh kaiihh..