ATHAYA ( Mengejar Cinta Pria Arogant)

ATHAYA ( Mengejar Cinta Pria Arogant)
Firasat Buruk


__ADS_3

"kak.. Aya mau donorin darah untuk anak nya kak Fika." ucapnya


"Kau mengenalnya?" tanya Kaisar, sambil mengerutkan keningnya


"nanti saja aku ceritanya." jawab Aya.


Kaisar segera membawa Aya keruang laboratorium untuk di cek. "Tapi apa kau tidak apa apa Ay..?" tanyanya


"Tidak apa apa kak. kasian jika dia hanya terbaring lemah di sana."


"Aku semakin menyayangimu. kau tak pernah merasa terbebani oleh apapun." ujar Kaisar. Kaisar mendekap tubuh Aya. Mencium bibirnya dengan lembut


Ehemmm...


Kaisar segera melepas tautan bibirnya setelah mendengar deheman dari Sofi.


Aya hanya menunduk malu. sambil menyembunyikan pipi merah dan segera melangkah mengikuti Sofi duduk menunggu hasilnya selesei.


...**...


"Bagaimana dengan Rafa Fik?" tanya mama nya Fika


"Masih di tangani dokter mam. bagaimana Fahri?"


"Dia sudah di bawa kekantor polisi. Mama nggak nyangka jika Fahri sekarang berperilaku seperti itu."


"Semua itu karena dulu kita terlalu memanjakannya." ujar Papa Rafika


"Iyaa.. sudahlah pa.. jangan di ungkit lagi. mana kita tau jika hasilnya akan seperti ini." Kata mama Rafika dengan menyolot sambil bibirnya yang maju.


"Ma.. Biarkan Fahri mendapat balasannya disana. Fika masih nggak Terima dia perlakukan Rafa kayak gitu."


"Iya. mama ngerti kok. mama juga ingin dia dapat pelajaran di sana."


Rafa masih belum sadarkan diri di ruangan. Monitor yang terhubung dengan detak jantung masih berjalan dengan normal.


Perawat datang dengan membawa dua kantong darah untuk Rafa


"Aya.. bagaimana..?"


Aya mengangguk lalu memandang Orang tua Rafika


"Ini.. Aya adeknya Kenan?" tanya papa Rafika

__ADS_1


"iya pa.." jawabnya


"Wah. sekarang kau jadi orang hebat nak. pasti orang tuamu bangga jika mereka masih ada disini."


"Terimakasih om."


Sedangkan mama Rafika hanya melirik sekilas memberi senyuman saat saling bertatap saja.


Mereka tidak menanyakan kabar Kenan. karena waktu itu Rafika tau jika Kenan akan segera menikah dengan teman kantornya.


"Kalo begitu Aya pamit dulu. karena masih banyak urusan." pamitnya. Aya segera menyalami orang tua Rafika seperti dulu Aya memperlakukan mereka dengan baik.


"Makasih ya Ay.." ucap Rafika. lalu memeluk Aya.


Kaisar sudah menunggu di mobil. untuk mengantar Aya. karena jam prakteknua sudah selesei. lanjut nanti jam 4 sore. sesuai jadwal.


...***...


"Apa yang di katakan Wanita tadi Ken?" tanya Mira


"Fahira.. Fahira mengurung diri di kamarnya semenjak kita bertemu di pengadilan." jawab Kenan


"Terus."


"Nggak usah di bantu Ken. siapa tau mereka memasang jebakan untukmu. agar kamu tidak membatalkan pernikahan nya" ujar Mira


"Kok kamu berfikiran seperti itu sih Mir." tanya Kenan


"Maaf Ken.. bukan maksudku menghasut kamu Ken, tapi kalo mengingat keluarga Fahira kayak apa Ken." ujar Mira.


"Tapi jika kamu ingin memperbaikinya itu terserah kamu. aku hanya mengingatkan saja." tambah Mira. Mira tidak bermaksud untuk menguasai Kenan. Mira tau jika Kenan masih trauma berhubungan dengan wanita.


Jam istirahat pun sudah usai. Mira pamit untuk pulang karena harus kerja. minggu ini Mira dapat jadwal malam.


Kenan memasuki ruangany. namun tanganya di cekal oleh Hadi.


"Ada apa sihh." tanyanya


"di panggil bos tu." ujar Hadi.


"ngapain si bos panggil aku. tumben sekali." gumamnya. Kenan pun tak jadi masuk ruangannya. dan segera masuk kekantor bos.


Tok.. Tokk..

__ADS_1


"Masuk.." sahut seorang pria dari dalam ruangan


...***...


"Terimakasih ya Kak. udah mau antar lagi." ujar Aya. setelah sampai di rumahnya Kenan.


beberapa hari ini Aya akan nginap di rumah Kenan. karena ada pekerjaan yang sangat penting disini.


Beberapa hari ini. Aya sedang memantau tempat persembunyian Teman teman Herman. Dan selama ini Aya mendapati jika Tempat sunyi. siang dan Malam Aya sudah mengawasinya. namun belum terlihat adanya aktifitas di Sana.


Besok adalah sidang terahir Herman. Aya akan menyempatkan dirinya untuk hadir. sebagai keluarga korban.


"Bang Kenan. Bang Kenan mau kemana?" tanya Aya


"Abang ada kerjaan keluar kota. mungkin untuk waktu lama."


Mendengar ucapan Kenan. entah kenapa tiba tiba perasaan Aya jadi tidak nyaman. seolah olah ada yang ingin mencelakainya.


"Bang.." panggil Aya. Kenan menghentikan langkahnya. lalu menoleh ke Aya yang sedang menatap diri nya.


Aya segera, berhambur kepelukan Kenan.


"jangan lama lama. Aya hawatir akan ada kejadian buruk yang menimpa abang." ujar Aya.


"Kamu tenang saja. abang akan baik baik saja. kau tak usah cemas. abang pasti kembali. " jawabnya


"Perasaan Aya tidak enak bang." jawabnya


"jangan hawatir. ini adalah kerjaan abang. do'akan abang selalu baik baik saja."


Aya menatap kepergian Kenan. ada perasaan tidak ihlas saat abangnya itu memasuki mobilny.


terlihat Kenan sudah menyalakan mesin mobilnya. Aya segera mengecek kontaknya dan memanggil seseorang yang.


"Hallo.. Ada apa Ay?" tanyanya.


"Tolong awasi mobil dengan nomor ini. pantau terus jangan sampai lengah. " jawabnya


"Dia siapa? apa itu target kita?"


"bukan Febby. dia abangku Aku merasa akan ada hal buruk yang menimpanya" jawabnya


"Baiklah.. Aku akan segera ngecek nomer cipnya. kau tenang saja" jawabnya

__ADS_1


Panggilan segera berahir. Aya segera masuk untuk membersihkan badanya dari keringat.


__ADS_2