
...***...
Setelah acara ke butik selesei. mereka segera melanjutkan untuk makan siang.
Hati Aya sedari tadi tidak tenang. sebelum tau keadaan abang nya saat ini. Gelisah, gundah dan hawatir jadi satu dalam perasaan Aya. namun Aya berhasil menyamarkan dengan tersenyum dan canda bersama keluarga Kaisar.
"nanti nginap di rumah mama ya Ay." ujar Adelia
"Tidak ma. lain kali aja. Aya ada janji sama teman Aya." jawabnya
Kaisar segera melirik dan melihat wajah Aya.
"siapa sihh yang ingin kamu temui Ay?" tanya Kaisar. yang tidak bisa menyembunyikan rasa cemburunya.
"Febby kak.. nanti kakak antar Aya yaa ke rumah Feeby." sahut Aya kemudian.
"Yaa.. jam berapa nanti kamu kesana?" tanya Kaisar.
"setelah urusan kita selesei." jawabnya
Mereka segera melanjutkan makan siangnya. Amanda sudah cabut lebih dulu karena Fandy menjemputnya. Sedangkan Adelia tengah menunggu sang suami menjemput. sekalian makan siang.
"Haii Kaisar.." sapa seorang pria.
Kaisar segera menoleh kearah pria yang sudah memanggilnya.
"Hai.." jawabnya. Kaisar segera berdiri menyambut kedatangan sahabatnya.
"Ay.. ini Haikal teman kuliah dulu." ucap Kaisar mengenalkan pada Aya.
"Ohh.. kak Hai ternyata sahabat kak Kaisar yaa.." gumam Aya.
"Iya.. kaliann?" tanyanya
"ini calon istriku. Athaya namanya. kami selalu menyebut Aya." ujar Kaisar dengan memeluk Aya dari samping.
Haikal tersenyum sambil mengacungkan jempolnya.
"Ok.. deh.. jangan lupa undangannya." katanya kemudian.
...**...
Acara jalanya sudah selesei. Aya segera kerumah Febby dengan diantar Kaisar.
"Nanti telpon kaka. biar kakak jemput." ujar Kaisar.
Aya mengangguk saja. karena dirinya akan langsung pergi ke tempat itu bersama Febby.
Setelah Kaisar pergi. Aya segera mengaktifkan kembali ponselnya.
^^^**08178****^^^
^^^"Kau mau bermain main denganku rupanya**."^^^
dan masih lagi pesan yang dikirim oleh orang itu.
__ADS_1
"Feb.. bagaimana?" tanya Aya.
"Kita harus bersiap Ay. kita harus datangi mereka dengan team kita. jangan gegabah Ay." ujar Febby. saat Aya bilang akan menemui mereka sendiri.
dari pesan itu mereka tidak akan mainain jika Aya datang dengan membawa teman temannya.
"Aku hawatir sama bang Kenan." jawabnya
"Ok.. kami akan mengikuti kalian dari jauh. kau tetap di depan sebagai pemimpin kami. aku yakin mereka sangat bebahaya." sahut Febby.
"Baiklah.. aku ikuti saranmu."
Aya segera mengganti pakaiannya dengan pakaian biasa. mereka tidak ingin melihat Aya dengan seragamnya.
Aya lebih memilih celana jeans dan jaket kulit warna hitam. Rambut Aya biarkan terurai.
"Kau jalan aja dulu Ay. aku akan mengikuti mu dari belakang. mereka juga sedang menuju kesini.
Aya segera mengambil ponselnya.
Crepp.. Suara tangkapan kunci mobil yang Febby lparkan ke Aya.
" pakailah mobilku. aku akan bersama Darrel. dan juga yang lain." ucapnya
"ok.." jawabnya
Aya segera keluar dan melihat mobil Febby yang terparkir rapi di samping rumah orang tuanya.
Aya tidak tau jika ada dua pasang mata yang mengintainya.
^^^Bodyguard^^^
^^^"Bos. Nona pergi dengan mengendarai mobil." ^^^
**Kaisar
"Apa kau yakin itu calon istriku? "
^^^Bodyguard**^^^
^^^"Yakin bos.. Saya hafal wajah kekasih bos."^^^
Kaisar
"kalo begitu.. ikuti jangan sampai tau. dan selalu kirim keberadaan kalian secepatnya. aku segera menyusul."
Panggilan segera di akhiri.
Kaisar segera mengambil kaos dan celana jeans. tidak lupa dengan jacket dan topinya.
Kaisar segera mengambil moge yang terparkir di basement apartemen.
Kaisar melihat Lokasi terkini yang dikirim oleh anak buahnya
__ADS_1
Sedangkan Febby dan juga teman temanya sudah berkumpul dan ingin segera membuntuti Aya.
...**...
Semakin jauh Semakin tidak Kaisar mengerti. *kenapa Aya pergi sejauh ini. siapa orang yang akan di temuinya.* batin Kaisar
Kaisar mulai curiga saat dirinya mengikuti GPS yang dikirim oleh bodyguard nya
Tut.. Tuuuttt... Kaisar melakukan panggilan dengan anak buahnya.
^^^"Kalian sedang tidak ingin bermain main denganku kan?" tanya Kaisar yang langsung pada pokoknya. ^^^
"Tidak bos.. kami masih mengikutinya. dan kami pun ragu jika itu kekasih bos" jawabnya
^^^"Baiklah.. kalian tetap awasi mereka." ujar Kaisar lagi. Kaisar hanya tak ingin mengikuti orang yang salah. ^^^
Setelah selesei dengan kedua anak buahnya. Kaisar segera melakukan panggilan dengan Aya
Tuuuttt.... Tuutttt...
Tidak ada jawaban. Kaisar semakin yakin itu adalah Aya.
"Siapa sihh yang akan kau temui Ay." kesalnya.
Hingga 1 jam lebih
Aya berhenti dan segera turun dari mobil.
Sesuai petunjuk Aya harus berjalan sekitar 500 meter untuk sampai di tpat Kenan.
Kedua bodyguard itu juga berhenti. dengan menyembunyikan mobilnya.
Yang satu mengikuti Aya dengan mengendap endap. dan yang satu menunggu Kaisar datang.
Kaisar juga telah sampai.
"Di mana dia?" tanya nya
"Bos.. sebaiknya motor di parkir di situ. saya yakin Non Aya dalam bahaya." ujar Anak buahnya yang baru datang.
"Apa maksudmu??" kepanikan Kaisar saat mendengar ucapan Aya dalam bahaya dan langsung menarik kerah kaos yang di pakai.
"Bos.. tenang bos.. kita lihat dulu." ujar nya
Mereka pun segera melangkah kemana Aya tadi melangkahkan kakinya.
...**...
"Di mana Abangku?" teriak Aya saat sudah berada di depan penculik.
"Waoo.. pantesan saja abangnya cakep. orang adeknya juga cakep gini." ucapnya.
"Cuihh.. jangan macem macem.. cepat bebaskan abangku. apa yang kau mau?" tanya Aya
"Tenang Cantik..
__ADS_1