ATHAYA ( Mengejar Cinta Pria Arogant)

ATHAYA ( Mengejar Cinta Pria Arogant)
Menggoda


__ADS_3

...**...


Kaisar bersama Aya tengah menunggu Kenan yang sedang di tangani dokter


"Sekarang katakan.. siapa dua pria itu kak.?" tanya Aya. Saat melihat pria yang melangkah mendekati mereka berdua


"Dia.. Dia bodyguard ku. yang aku mintak untuk selalu mengawasi mu." jawabnya


"Bos.." panggil Zain. lalu membungkukkan badanya di depan Kaisar.


"Aku ingin kau berjaya disini. Aku akan mengantar kekasihku istirahat." kata Kaisar pada Zain.


"Baik bos.." jawabnya.


"Tapi Bang Kenan.." ucap Aya.


"Setelah di pastikan keadaan selamat. nanti akan kami pindah di rumah sakit kita." jawabnya.


"Kita??"


"Iyaa.. sebentar lagi rumah sakit itu juga aka menjadi milik kami juga. Sudah ayoo biruan. keburu malam non." ujar Kaisar.


Aya kembali menatap Kenan dari luar ruangan. berat sekali untuk meninggalkan abang nya.


Aya segera berjalan kearah Kaisar berdiri. Kaisar segera, menggamit tangan Aya. menautkan jemarinya dan segera, melangkah menuju parkiran motornya.


"Sebaiknya kita naik mobil. aku hawatir kamu akan kedinginan.", ujar Kaisar


" Tidak apa apa naik motor. udah biasa." jawabnya


Kaisar segera mengambil helm milik Zain. dan memakaikan pada Aya. Kaisar pun melepaskan jaketnya untuk Aya.


"Aku tidak apa apa cuma pakai kemeja. yang penting itu kamu." tolak Aya.


"Jangan membantah. aku paling tidak suka di bantah." jawabnya.


Aya seketika diam. menuruti apa yang Kaisar lakukan. setelah jaket dan helm terpasang. Kaisar segera, menaiki motornya lalu Aya juga naik di belakang Kaisar.


Kaisar mengambil tangan Aya untuk di lingkaran di perutnya. "Tetaplah seperti ini sampai kita sampai. karena dengan begini aku akan lebih nyaman dalam berkendara." ujar Kaisar.


Tidak ada obrolan di pejalanan. karena prcuma saja tidak akan mendengar.


1 jam sudah berlalu


kini mereka mulai memasuki kota yang mereka tempati.


"Kau menginap di apartemen ku saja. aku tidak ingin terjadi sesuatu padamu lagi." ujar Kaisar. Saat mereka sudah sampai di gedung apartemen Kaisar.


"Tidak usah.. aku pulang kerumah bang Ken aja." balasnya.

__ADS_1


"Kau tak pernah mau memahamiku Ay.. aku sangat hawatir saat aku tidak di sisimu. Seperti kejadian tadi" kata Kaisar dengan datar


"Aku bisa ja...."


Cupp.. ciuman bibir Kaisar mampu membungkam mulut Aya yang hendak protes.


Kaisar belum ingin melepas karena pasti Aya akan lebih mengomel.


"Jangan membantah lagi apa yang aku ucapkan." jawabnya. Lalu segera meraih pinggang Aya dan merangkulnya untuk masuk ke apartemen.


Mereka sudah sampai di dalam apartemen.


"Aku sudah menyiapkan pakaian untukmu." ujar Kaisar. lalu mengangsurkan papebag pada Aya


"Mandi.. dulu.. aku sudah menyiapkan air hangat untukmu. aku akan membuat makan malam untuk kita" ujar Kaisar.


Aya segera masuk ke kamar mandi. sedang Kaisar pergi kedapur untuk membuatkan makan malam untuk dirinya dan juga Aya.


Dikamar mandi.


Aya berendam di jacuzzi yang sudah Kaisar siapkan.


Sambil menikmati aroma therapy yang di teteskan kedalam air. membuat seolah otot otot yang menegang tadi menjadi rilex.


10 menit sudah Aya berendam. ahirnya Aya pun mengahirunya dan segera mengambil handuk yang sudah di kamar mandi


Setelah itu Aya mengeluarkan pakaian yang Kaisar berikan tadi.


"yang benar saja.. aku akan memakai pakaian ini. " gumamnya.



Di dapur


Kaisar senyum senyum sendiri. membayangkan Aya keluar dengan pakaian yang sangat transparan. lekuk tubuhnya akan kelihatan semua.


Kaisar hanya ingin tubuh Aya milik dirinya seorang. karena Sebentar lagi mereka akan menikah.


Aya Keluar dengan handuk saja.


"Kak Kaisar sengaja yaa.. ngasih aku pakaian kayak gini. maksudnya apa coba?" kesal Aya dengan membawa pakaian yang sudah Kaisar beli


Kaisar sudah membeli itu dengan malu malu. bahkan pramuniaga nya semua wanita muda.


"kok nggak di pakai sihh.." ujar Kaisar


"Nggak mau tipis banget." jawabnya


"Pakai dong sayang.. kita kan sebentar lagi mau nikah." ucap Kaisar.

__ADS_1


"Ngak mau pokoknya." jawab Aya sambil mengerucutkan bibirnya kesal.


Kaisar tersenyum lalu menggoda Aya. dengan tanganya Kaisar menjelajahi pipi Aya. lalu merengkuh tengkuk lehernya. menariknya dan Kaisar pun menciumnya.


Aya tidak menolak. juga tidak membalas. jantungnya berdebar sangat kuat. ntah kenapa di saat Kaisar memberi ciumannya Aya seperti tidak memiliki kekuatan untuk menolak.


Akhirnya Aya pun membalas ciuamnanya. bibir mereka saling menempel. begitu juga dengan lidah yang semakin membelit. Kaisar menyadari Aya tidak mampu untuk berdiri.


Kaisar segera meraih pinggang Aya, lalu mengangkat dan di duduk kan di atas meja makan. Ciuman itu semakin panas. tangan Kaisar melepas handuk yang Aya pakai. lalu tanganya mere*as gundukan dada Aya


Auushhh... Lengkuhan Aya. Kaisar semakin menenggelamkan wajahnya di dada Aya.


lalu turun kebawah. membuka belahan pah*nya. dan membelai lembut dengan ibu jarinya.


Aashhh.... Aya kembali med*sah. merasakan kenikm*atan yang Kaisar ciptakan..


Kaisar menenggelamkan wajahnya di sana. memainkan lidahnya di bagian sensitif.


Aasshhh...


...***...


Derttt... Derttt...


ponsel Kaisar berdering tengah malam.


Kaisar segera terjaga, dan melihat Aya tidur begitu nyenyak. Kaisar tersenyum lalu mengecup kening Aya. dan mengangkat kepala Aya dari lengannya. menaruh kepala Aya pada bantal.


"Ada apa Zain?" tanya Kaisar.


^^^**Zain^^^


^^^"Bos.. Bos Kenan sudah boleh di pindah. dan ini saya sudah berjalan ke kota bersama ambulance yang membawa bos Kenan**."^^^


"Ya sudahh.. nanti kalo sudah sampai di rumah sakit kabari lagi."


^^^**Zain^^^


^^^"Baik bos**. "^^^


Kaisar segera menaruh kembali ponselnya dan membaringkan tubuhnya sambil mendekap tubuh Aya yang polos dengan sangat kuat. seperti takut akan ditinggal pergi.


...**...


Pagi begitu Indah..


Aya mengeliat saat merasakan ada tangan kekar yang memeluknya. lalu menoleh ketika buahnya yang polos. dan melihat tangan Kekar milik Kaisar tengah mengetat.


"Lagi lagi.. aku tak bisa menolak percintaan itu." batinnya

__ADS_1


Aya menatap Wajahnya Kaisar yang tertidur. lalu segera, melepas, tangan Kaisar yang masih mengetat. Namun Kaisar malah semakin menguatkan dekapannya.


"Kau pasti sudah bangun.." ucap Aya.


__ADS_2