
...***...
"Aku tidak percaya. Ayah sejahat itu sama ibu. Ayah itu sangat menyayangi ibu. ayah selalu menangis saat merindukan ibu , ayah selalu bilang menyesal tidak bisa membahagiakan ibu. jadi tidak mungkin ayah sejahat itu. mengurung ibu bertahun tahun. bahkan tega membunuh orangtua dari calon suami Ira bu."
"Fahira.. untuk apa ibu mengada ada. lihat ini.." ikat Larasati sembari menunjukkan bemas luka luka yang Herman ciptakan. "kau masih bilang ibu mengada ada?" tanya Larasati
"Sampai detik ini Ira hanya percaya sama ayah.", jawabnya.
Derrt..
Derttt...
ponsel Fahira berdering.
Fahira segera melihat siapa pemanggil nya. tak ingin keceplosan ngomong..
" Ada apa lagii?" tanya nya
"Bos lihat saja sendiri video yang saya kirim. dan jika sibos tidak memberi saya uang. maka saya akan kirim video itu ke calon suami si bos" jawabnya
"Kurang ajar sekali.. kau berani mengancamku." bentak Fahira. lalu segera, menutup panggilannya.
......๐Jika kamu berhasil memisahkan mereka berdua. aku akan membayar mungkin lebih. sampai dia benar benar berpisah. buat dia jatuh cinta kembali padamu. dan aku akan menjamin kehidupan keluargamu. ๐......
Argghhh....
Teriak Fahira
Fahira segera mengetikkan sesuatu.
G.
"Cepat temuin aku 15 menit lagi. jangan sampai terlambat."
Masih centang satu.
"Kau mau kemana nak?" tanya Larasati. Fahira menatap ibunya. tidak tega untuk meninggalkan sendiri disini.
"Ayo ibu ikutlah bersamaku." sahutnya.
"Sebentar nak. ibu pamit nak Ayah dulu." jawabnya. Fahira hanya mengangguk dan tak ingin kembali kedalam lagi.
...***...
__ADS_1
"Kak Kaisar.. mau bawa kemana sih Aku?" tanya Aya.
"Udah diem aja.", jawabnya lembut
Kaisar segera membawa Aya ke tempat yang sudah Kaisar siapkan.
" Sayang.. lihat lah.!" ujar Kaisar. Sambil menunjukkan pemandangan malam. selama ini Kaisar ingin sekali mengunjungi tempat ini. namun karena kesibukannya Kaisar pun belum sempat mengunjunginya.
"ini.. " gumam Aya. dengan mulut terbuka tidak percaya.
Kaisar menoleh dan menatap Aya. tersenyum tipis lalu menyentuh dagu Aya. dan mengatupkanya
"Kau sangat lucu saat terkejut sayang." ujar Kaisar. Wajah Aya seketika memanas dan menampakkan warna merahnya karena sangat malu.
Kaisar segera menyentuh pinggang Aya dan menarik agar menedekat. "jangan pernah tinggalkan aku lagi Ay.." ujar Kaisar. dan menempelkan kening mereka berdua.
Jantung Aya berdebar begitu kencang. begitu juga dengan Kaisar.
Kaisar mendekatkan bibirnya pada bibir Aya. mengecup nya dengan lembut. tidak ada penolakan. Kaisar pun mengulangi lagi "balas Ay." lirhnya
pasokan oksigen semakin menipis . Aya segera memukul dada Kaisar pelan. Kaisar melepas ci*mannya. Kaisar segera menyapu bibir Aya yang basah dengan ibu jarinya
"Manis.." gumamnya.
Aya, menunduk belum berani untuk bertatapan langsung dengan mata elang milik Kaisar.
Kaisar kembali mengambil dagu Aya. "kenapa Hmm?" tanya nya . yang di jawab dengan gelengan.
Kaisar membawa Aya dalam dekapannya.
"Tetaplah di sisiku Ay. tetaplah menjadi Aya nya Kaisar. tetaplah menjadi ibu dari anak Kaisar." gumam Kaisar lembut.
Aya semakin mengeratkan pelukannya. rasanya tidak kuat berada di pelukan Kaisar saat ini.
Kaisar menggandeng tangan Aya menuju bangku bangku yang sudah ada. "apa kau menyukai tempat ini?" tanya Kaisar.
Aya, mengangguk.
Kaisar segera meletakkan kepalanya di paha Aya. Kaisar mengambil tangan Aya dan mengecup punggungnya berkali kali.
__ADS_1
Aya mengelus lembut rambut Kaisar. Entah sejak kapan Aya berani menyentuh kepala pria tegas dan arogant ini. rasanya tidak percaya dengan situasi saat ini.
Aya mendengar dengkuran lembut dari Kaisar. Aya tersenyum tipis saat menyadari Kaisar tertidur di pangkuannya.
"Kenapa perasaanku ini tak bisa hilang kekamu Kai. padahal aku dulu udah sangat membencimu." gumamnya pelan.
Aya tetap membiarkan Kaisar tidur. hingga Langit semakin menampakkan perbedaan. cuacanya juga sudah berubah.
Kaisar menggeliat. dan menatap depan yang sangat tidak di percaya.
"Shitt.." umpat nya. saat menyadari jika masih ada tangan yang lembut berada di kepalanya.
Kaisar segera bangun dan mendapatkan Aya tersenyum kearahnya
"Maaf.. aku ketiduran." lirihnya dengan menunduk.
"Kak Kaisar ngantuk banget yaa?" tanya Aya
Kaisar mengangguk.
"Kenapa tidak bangunin kaka Ay." tanya nya
"Kakak sepertinya sangat lelah. Aya tidak tega bangunin." jawabnya
"Kita pulang.. sudah sangat malam ini" aja Kaisar. yang di angguki oleh Aya.
Namun saat Aya mau berdiri kakinya begitu kebas. "kenapa? " tanya nya. Aya menggeleng tidak tau sebagai jawabanya
Kaisar segera mengangkat Aya dan menggendongnya.
"ini pasti karena aku terlalu lama tidur di pangkuanmu." ucap Kaisar.
"Kak.. tidak apa apa kok" ujar Aya.
"Sudah diamlah." jawab Kaisar.
Kaisar segera membuka pintu mobilnya . dan segera menaruh Aya di jog depan.
...***...
๐Untuk fisual. kalian boleh membayangkan siapapun yang menjadi idola kalian ya Gaes.. ini hanya sebatas gambaran saja. ๐
__ADS_1