
...***...
Satu minggu sudah berlalu.
Kenan tengah berada di rumah sakit di depan ruangan dokter laboratorium. menunggu hasil dari tes bersama Rafa.
"Pak Kenan." panggilnya.
Kenan segera masuk setelah namanya di panggil.
"bagaimana Dokter.." tanyanya
Dokter itu segera membuka hasil yang di tunjukkan oleh sampel darah Kenan.
Dokter menatap rincian keterangan dari hasil yang tertera secara cermat.
Dokter itu mengangguk lalu tersenyum.
"Di keterangan ini banyak kesamaan Antara Ayah dan anak. dan hasil utamanya juga sama. Kami mengatakan jika anda adalah ayah biologis dari anak yang bernama Rafa." terang dokter.
Kenan percaya dengan hasilnya. namun juga bahagia karena anak itu adalah anak kandungnya.
Wajah Kenan berseri lalu segera pamit meninggalkan ruangan dokter. dan segera melajukan mobilnya ke rumah orang tua Rafika.
"Ken.. " panggil Rafika yang tengah membereskan mainan Rafa.
"Fika.. Rafa adalah anak kandungku. lihat ini hasilnya Fik." ucapnya sambil menujukkan hasil tes DNA nya.
Hati Rafika gembira saat menerima kenyataan jika Rafa adalah anak dari pria yang sangat di cintai. Kenan adalah pria yang baik bertanggung-jawab dan penyanyang
Tiba tiba raut wajah Rafika berubah sedih
"kenapa Fik?" tanya, Kenan yang melihat perubahan pada Rafika
"ken.. aku mohon jangan pisahkan aku dengan Rafa. dia adalah hidupku. aku tidak sanggup jika harus berjauhan darinya." ucap Rafika
"Aku tidak akan memisahkan kalian. aku hanya ingin memberi kasih sayangku pada Rafa. tolong jangan halangi aku. walau kita tak bisa hidup seatap lagi. tapi kita masih bisa, membesarkan Rafa bersama sama" terang Kenan.
"Terimakasih Ken.. terimakasih kau mau mengerti perasaanku.", kata Rafika.
Rafa terlihat sedang main sepeda.
" Bunda.. om Baik.." panggil Rafa
Kenan segera menoleh dan memandang wajah Rafa.
__ADS_1
Kenan segera menggendong Rafa mencium dan memeluk nya.
"mulai sekarang Rafa panggil Ayah ya. karena ini Ayah Rafa." ujar Kenan
"Ayah.." cicitnya
"Iya.. Ayah."
"Yee Rafa punya Ayah." teriaknya. begitu bahagia.
"Duduk dulu Ken. biar aku buatin teh." ujar Rafika
"Tidak usah Fik. aku mau ajak Rafa jalan jalan. boleh?" tanya nya
Rafika mengangguk tapi jangan sore sore yaa pulangnya
...***...
Rafika tengah berjalan jalan dengan Rafa di taman.
"Rafa.. itu Ayah.." ucap Rafika. mereka ada janjian bertemu di taman bersama Kenan Rafika dan juga Rafa
"Ayahh.." teriak Rafa saat melihat Kenan keluar dari mobilnya.
"Rafa jangan lari lari nak.." teriak Rafika
"RAFA AWASSS...!!!" Teriak Kenan saat melihat ada mobil yang tiba tiba melaju dengan kecepatan kencang
Rafika segera menarik Rafa hingga Rafika harus terjatuh terjerembab kedepan. wajah Rafika mencium mobil yang melaju dengan kecepatan super..
"bundaa.." pekik Rafa.
Kenan segera berlari menghampiri Rafika dan juga Rafa
"Tolong... tolongg.." teriak Kenan. Kenan segera mendekap Rafa dan menyembunyikan wajahnya dalam dadanya. agar tak melihat darah yang keluar dari kepala Rafika.
Bebrapa orang berdatangan dan langsung menolong Rafika, membawa Rafika kerumah sakit.
"Tolong Dokter.. tolong..." teriak Kenan saat sudah ada di rumah sakit
Beberapa perawat langsung membawa Rafika keruang UGD. dan segera memberi pertolongan.
Tangan Rafika bergerak dan mencari sesuatu.
"Mbak Fika.. bertahanlah.. mbak Fika akan baik baik saja." ucapan yang terlontar dari suster yang sangat Rafika kenali.
__ADS_1
"Mirah.. Kau mirahhh kaannn.." ucap Rafika
"Iya, mbak.. ini mira."
"Aku titip Rafa Mirah.. Ku harap kau bisa menjaganyah dengan kasih sayang" ucap Rafika yang mulai tidak jelas. Rafika kembali terbatuk untuk yang terahir kalinya.
Rafika tau Jika Mira adalah wanita yang baik. karena Rafika beberapa kali melihat Rafa ngobrol bersama Mira. Rafa juga sering menceritakan tentang tante cantik yang baik.
"Mbak.. bertahanlah.." ujar Mira lagi
Kenan yang ada di ruangan itu hanya menatap nanar. wanita yang dulu pernah mengisi hidupnya kini sudah tak berdaya dengan wajah yang berlumur darah.
Tak terasa Kenan pun meneteskan air matanya.
Tuuutttttttt.....
Bunyi suara detak jantung yang sudah berhenti.
"Mbak Fika..." gumam Mira tak percaya.
Kenan Segera keluar dan memeluk Rafa dengan erat. "Aku berjanji Fika.. aku akan memberi kasih sayangku pada Rafa. sebagai mana engkau memberi kasih sayangmu pada Rafa juga."
"Ayah.. bunda mana?" tanya Rafa
"Maafin Ayah.. tak bisa membawa bunda pada Rafa lagi." ucapnya
"Apa bunda meninggal?" tanyanya. bagaimana mau menjelaskan pada bocah kecil ini. jika ibunya telah meninggalkan dirinya untuk selama lamanya
Kenan mengangguk lalu memeluk Rafa dengan erat.
"Tidak.. bunda tidak meninggal bunda masih ada disini bersama Rafa. bunda... bunda.. jangan tinggalin Rafa bunda." teriak Rafa.
Rafa berontak untuk melepas dari delapan Kenan. Buat Rafa Rafika adalah ibu yang sangat menyayanginya. tidak pernah sekalipun Rafika membentak dirinya
"Bang..", panggil Aya. Aya dapat telpon dari Kenan jika Rafika telah mengalami kecelakaan.
" Rafika telah tiada Ay." ucapnya lirih.
"Rafa sayang.. sini sama tante." Aya berkata sambil mengulurkan tanganya
Rafa pun langsung berpindah pada Aya. Aya mengelus punggung Rafa.
"sabar sayang.." ucap Aya.
...**...
__ADS_1