ATHAYA ( Mengejar Cinta Pria Arogant)

ATHAYA ( Mengejar Cinta Pria Arogant)
Gaun Pengantin


__ADS_3

...**...


"Kai.. " panggil Alien dan langsung masuk.


Kaisar seketika mendongak dan melihat kehadiran Alien.


"Al.. kau masih disini?" tanya Kaisar.


"Kai.. Aku minta maaf, udah hianatin kamu aku nyesel kai.", ucap Alien yang sudah berada tepat di mana Kaisar berdiri.


" Alien.. tolong jangan seperti ini.. ini tidak benar Al." Ujar Kaisar. sambil mencoba melepas tangan Alien yang sudah main peluk dan menangis.


Ceklek..


pintu ruangan Kaisar di buka dari luar.


"Kak Kai.." gumamnya.


"Amanda.. Aya.." Ucap Kaisar lirih.


Aya menatap tak percaya. matanya mulai berkaca kaca.


"Kau bilang mau minta kesempatan padaku Kak Kai. kau bilang mulai dari awal. tapi apa.. kau malah bermesraan dengan Alien.", batin Aya. Aya segera pergi meninggalkan ruangan Kaisar.


" Maaf Al.. ini tidak benar." ucapnya lalu segera mendorong tubuh Alien. dan mengejar Aya.


Amanda hanya, menatap benci Alien.


"Kau.. tidak puas kah kau menyakiti kak Kai dan Aya. kenapa kau selalu datang di waktu mereka sedang membangun kepercayaan. kenapa kak Alien." teriak Amanda pada Alien


"Karena aku sangat mencintai Kaisar. aku sadar apa yang pernah kulakukan pada Kaisar itu salah. makanya aku datang untuk memperbaikinya kembali." ujar Alien


"jangan mimpi. kakkakku tidak akan pernah tertarik lagi sama, wanita yang mudah di rayu." ujar Amanda


...**...


"Aya.. tolong jangan salah paham lagi." ujar Kaisar setelah berhasil menangkap Aya.


"Kak Kaisar mau dengan siapapun itu bukan urusan Aya. Aya datang kesini hanya mengantar Amanda. Aya tidak ada perasaan sedikitpun pada kak Kaisar " ujar Aya.


"Kalo tidak ada.. kenapa kamu lari dan mnghindari kak Kaisar Ay.?" tanya Kaisar


...**...


Di tempat yang beda

__ADS_1


Kenan dan Fahira tengah memilih pakaian pengantin di Butik langganan.


"Ken.. ini bagus tidak?" tanya Fahira. sambil menunjukkan pakaian pengantin


Kenan segera melihatnya. "Ini kurang cocok terlalu tebal.", jawaban


Kaisar segera, memilihkan gaun pengantinnya.


Kenan mengambil pakaian berwarna Krem.


" Aku tidak suka lengan panjang Ken. " jawabnya manja. Saat Kenan menujukan gaun.



Kenan kembali memilihkan pakaian untuk calon istrinya.


"kalo ini.. gimana sayang" ujar Kenan dengan menujukkan gaun yang lain.



"bagus Ken.. aku suka." jawabnya.


"Yaudah di coba sana.." ujar Kenan. Fahira segera masuk ke ruang ganti untuk mencoba gaunnya


Ponsel Kenan berdering, Kenan segera menepi sebentar sebelum mengangkatnya


"Kak.. Aya sudah mulai mencium siapa pembunuh papa dan mama." ujar Aya.


"Ohh Syukurlah.. Terus orang itu.. apa sudah di tangkap? " tanyanya


"Belum kak.. ini baru dugaan Aya. yang membunuh papa itu adalah orang yang di bayar." jawabnya


"maksudnya.. ada yang punya dendam gitu sama orang tua kita?" tanya Kenan


"Ini baru dugaan kak. Nanti kakak tunggu kabar baiknya saja. Malam ini Aya bersama rekan akan menyisir tempat sebagai dugaan persembunyian merka" ujar Aya lagi.


"Aya... hati hati yaa.." ucap Kenan. rasanya Kenan begitu kawatir jika adeknya akan melakukan Oprasi penyisiran persembunyian penjahat.


"Ken.. ini bagus nggak?" tanya Fahira.


Kenan memandang Fahira dari ujung kaki hingga atas. dan tersenyum.


"kau begitu sangat cantik dengan gaun ini." ucap Kenan


"Masak sihh ken.? " tanya Fahira tidak percaya.

__ADS_1


"Iya.. aku jadi ingin cepat cepat menikahi kamu Ra." tambah Kenan


Setelah mereka memilih gaun pengantin. kini mereka beralih ke deretan toko kosmetik yang berkwalitas


Kemarin dapat rekomendasi dari teman kantornya. jika toko ini sangat bagus dan aman serta pelayannya sangat ramah.


"Ada yang bisa di bantu kak?" tanya Seorang pramuniaga


"Mbak. saya mau ambil yang ini. " tunjuk Fahira pada Sample yang sudah ada di meja.


"Sebentar ya kak. soalnya ini lagi hitz jadi sering kehabisan stok." jawabnya.


"Iya mbak.. saya akan tunggu di sini." jawab Fahira


Tak begitu lama seorang wanita yang berbeda datang.


"maaf mbak. produk yang Anda pilih sedang dalam pengiriman." ucapnya


Kenan segera mendongak dari tatapan ponselnya, setelah mendengar suara wanita yang tidak asing di telinganya


"Rafika." gumam Kenan Lirih.


Rafika segera membungkuk memberi salam. lalu tersenyum pada keduanya. Walau hatinya terasa di cabik cabik oleh ribuan Kuku, namun Rafika berusaha mengendalikan nya


"Maaf.. karena pengiriman lagi ada sedikit masalah, jadi agak lama menunggu." ujar Rafika lagi.


"ohh.. gimana Mas.?" tanya Fahira manja pada Kenan.


"Ter.. terserah kamu saja sayang." jawabnya.


"Mbak.. saya titip uang saja nanti kalo sudah ada bisa dikirim ke alamat ini." ujar Fahira dan langsung menyerah kan alamat pada Rafika


"baik mbak. nanti akan segera kami kirim" jawab Rafika.


Walau sudah bercerai namun di hati Kenan masih ada sedikit rasa pada Rafika. apalagi Rafika adalah wanita pertama yang tidur dengannya.


Setelah mereka pergi.


"Mas Kenan.. ternyata kau juga baru akan menikah. sayangnya aku sudah tak ada niat untuk membina rumah tangga lagi." gamamnya.


Rafika menatap pasangan calon pengantin itu dengan denyutan nyeri di dada. rasanya sangat cemburu pada pemandangan itu.


"Ya Kau berhak bahagia mas.." batin Rafika. lalu segera kembali melangkah keruanganya.


Rafika segera membuka gawainya di galery. masih tersimpan foto foto diri nya bersama Kenan. mereka sangat bahagia. namun setelah kehadiran Gilang. rumah tangga yang bahagia itu tak bida lagi di utuhkan kembali.

__ADS_1


Rafika segera menghapus semua foto foto itu. karena sangat tidak mungkin Kenan akan berbalik melangkah ke diri nya.


__ADS_2