ATHAYA ( Mengejar Cinta Pria Arogant)

ATHAYA ( Mengejar Cinta Pria Arogant)
Lengkuhan Merdu


__ADS_3

...**...


Setelah acara pertunangan selesei, Semua tamu undangan sudah pada membubarkan diri. tinggal Keluarga besar Kaisar dan juga keluarga Aya. yang hanya ada Kaisar dan juga tante dan keluarganya l


"Apa kau mau pulang sekarang? " tanya Kaisar. saat melihat Aya begitu kelelahan.


"Ngak enak ninggalin mereka." ujar Aya


"Tidak masalah sayang. kau boleh pamit jika sudah sangat ngantuk." ujar Adelia


"Terimakasih tante" jawabnya


"kok tante sihh.. mama dong" kata Adelia. "mulai sekarang kau harus, memanggil dengan sebutan mama dan juga papa, bukan om dan tante lagi." ucapnya


Aya mengangguk. Akhirnya Kaisar pun berpamitan untuk mengantar Aya pulang.


Begitu juga dengan Kenan. Kenan juga pamit karena harus mengantar Mira temannya


Kaisar segera melajukan mobilnya setelah mesinnya menyala.


"kak.. kok nggak bilang sih. jika mama dan papa menyiapkan kejutan ini." ujar Aya setelah berada di dalam mobil.


"Aku juga tidak tau. mereka hanya bilang ingin segera meresmikan pertunangan kita. ternyata mama dan papa malah bikin aku terkejut. aku pikir papa memaksa aku untuk bertunangan dengan wanita pilihan papa." jawabnya.


1jam lebih mereka melakukan perjalanan.


Mereka sudah sampai di depan rumah Aya. Tiba tiba hujan turun dengan sangat serasa di tambah dengan petir yang bergemuruh.


Kaisar segera berteduh di rumah Aya. "Masuk dulu kak. biar kubuat kan teh hangat." ucap Aya.


Kaisar duduk di ruang tamu. sedangkan Aya masuk untuk membuatkan teh hangat. Namun sebelumnya Aya masuk kekamar dulu untuk berganti pakaian tidurnya.


"Aya.. " panggilnya


hemm..


"Hujannya masih deras. kamu kalo ingin istirahat, istirahat aja." ujar Kaisar


"Kenapa kak. Nggak papa kok jika harus nungguin sampa hujannya reda." jawabnya.


"Makasih ya Ay.." ucapnya. lalu mengecup bibir Aya.


"kebiasaan.." gumam Aya


Aya segera berdiri ingin menenangkan jantungnya berdebar begitu cepat.


DUAARRR... PETTT..


Aya segera kembali duduk dan memeluk Kaisar. bukan karena takut kegelapan atau suara petir yang begitu menggekar. namun karena sangat kaget sehingga dirinya terjatuh.


"Kenapa Ay.. kau takut?" tanya nya


"Tidak.. cuma kaget aja." jawabnya


Kaisar segera merengkuh tubuh Aya dalam dekapannya. Kaisar merasakan tubuh Aya gemetar, mungkin karena sangat kaget sehingga Aya pun tak bisa, mengendalikannya. Kaisar mengecup kening Aya. "Ada aku." lirihnya. lalu mengecup pipinya. Tak cukup dengan mencium pipi namun Kaisar malah mencium bibir Aya. Aya pun membalas ciuman Kaisar.

__ADS_1


Lidah mereka saling berbelit satu sama lain. saling bertukar saliva. ciuman yang lama semakin menuntut.


Aya segera menepuk dada Kaisar setelah merasakan pasokan oksigen mulai menipis. Kaisar segera melepas tautan bibirnya. lalu mengecup leher Aya. melepas pakaian Aya dan mulai meraba tubuh Aya.


Eunghh... suara lengkuhan Aya begitu nyaring di telinga Kaisar.


Kaisar menguasai dada Aya yang menonjol. Mere*as dan mengu*umnya.


Ouushh.." Aya mende*ah saat Kaisar mengh*sap put*ngnya


Kaisar mendudiukkan Aya di sofa dan melepas pakaian yang menempel di tubuh Aya.


"Aku ingin menjadikanmu bidadariku selamanya Ay." bisiknya


Tidak ada penolakan dari Aya. Aya seperti sangat mengharap sentuhan Kaisar lebih dari ini. Kaisar membawa Aya ke kamarnya.


Sampai di kamar, Kaisar segera melepas pakaiannya. Saat ini mereka berada di satu ruangan tanpa sehelei benang pun yang menutupinya.


Kaisar membelai lembut Belahan pa*a Aya. lalu mengecup nya dan memainkan klitnya.


Aaahhh.. Aya kembali mend*ah.


Milik Kaisar sudah berdiri dengan tegak..


ouhh.. Sahhkitthh.. ucap Aya lirih. saat benda padat keras itu di lesakkan di belahan pa*anya


"Aku akan pelan pelan Ay.." bisiknya.


"I love you babyh." ucap Kaisar sembari mencium Aya. Mendekap dengan erat tubuh kekasihnya. mereka terlelap, setelah saling merasakan rasa capek.


Mentari begitu indah menyambut.


suara burung yang berkicau saling bersahutan. di ruangan yang masih terang. dan semua lampu ruangan lainnya masih menyala.


Aya terbangun. dan mendengar dengkuran halus dari sisinya.


Aya menatap dirinya yang polos tanpa sehelai benang masih dalam pelukan Kaisar. begitu juga dengan Kaisar sama dengan keadaan Aya.


Eugh.. lengkuhan Kaisar. setelah merasakan ada pergerakan di tempat tidurnya.


"Jangan pergi.. tetaplah disini. menemaniku tidur." ucap Kaisar.


"Kak.. sudah pagi. kita harus bekerja. " jawab Aya.


Kaisar kembali menarik tubub Aya. hingga Aya kembali jatuh di dada bidang milik Kaisar. dengan posisi gundukan dada Aya berada tepat di wajah Kaisar.


Wajah Aya tiba tiba memerah jantungnya kembali brdebar. Kaisar tersenyum lalu mengecup pu*ingnya. "enak kali jika setiap hari dapat sarapan seperti ini Ay." gumamnya lirih. Aya segera bangun dan menyambar handuk yang ada di almari. dengan langkah yang sedikit sempoyongan karena efek permainan tadi malam.


huhh huhh huhh.. Jantung Aya berpacu begitu kencang. "Apa semua pria suka ceroboh gitu yaa.." gumamnya


Kaisar menatap sprehinya yang kusut. Kaisar menyentuh bercak darah milik Aya. lalu tersenyum. "Aku berjanji tidak akan pernah meninggalkanmu Ay..' gumamnya


Ceklek...


pintu kamar mandi terbuka. Kaisar menatap Aya intens, seolah olah enggan untuk mengalihkan pandangannya.

__ADS_1


Aya segera menunduk dan merasa was was dengan tatapan Kaisar. " apa aku telah membuat kesalahan?" tanya Aya lirih.


Kaisar segera mendekat dengan hanya memakai boxer hitamnya. lalu mengambil dagu Aya dan mengecup bibirnya


"Maafkan aku telah mengambilnya sebelum kita sah menjadi pasangan suami istri." ucap Kaisar.


Aya memandang wajah Kaisar. Bola mata hitam legam itu menatap bola mata kecoklatan milik Aya.


Aya segera memeluknya. "karena aku juga sangat mencintaimu Kai." jawabnya. Kaisar mengelus rambut Aya yang basah. dan mengecup keningnya.


"terimakasih Ay.. Terimakasih aku juga sangat mencintaimu." ucapnya


...**...


Kaisar sudah berada dirumah sakit.


"Tolong Dokter.. tolong anak saya.." ucap Seorang wanita yang membawa putranya ke rumah sakit dengan berlumur darah


"Apa yang terjadi buu." tanya Widya.


Anak itu segera mendapat pertolongan pertama. Tubuh bocah itu terkena sabetan benda tajam pada punggungnya. Banyak darah yang sudah dikeluarkan.


Kaisar segera menutup luka parah itu dengan menjahit.


"Dokter pasokan darah dengan golongan B+ tinggal satu. dan di PMI sudah tidak ada." ujar Widya


"Kalo begitu beritahukan pada ibunya. untuk mencari pendonor darah yang golongannya sama dengan anak ini." ucap Kaisar.


Siang ini adalah jam makan siang.


kebetulan Aya sedang berada di kantor pusat jadi agak dekat dengan rumah sakit Kaisar.


Aya bermaksud mengajak Kaisar untuk makan siang bersama.


Aya segera mencet tombol hijau pada kontak Kaisar. tidak ada jawaban. Aya pun berinisiatif membelikan makanan saja dan akan menikmati berdua disana


Derrttt.. Derrttt..


"Hallo Aya.." panggil Kaisar


"Kak.. kebetulan aku ada di dekat rumah sakit kakak. Kita makan siang bersama. Aya mau ajak kakak makan siang bersama." ujar Aya


"Iya boleh.. kau bawa kesini saja ya.. Kebetulan kakak juga sedang sibuk. kita makan di ruangan kakak." ujar nya. Aya pun menyetujuinya


20 menit kemudian


"Enak nggak kak." tanya Aya.


"Enak.. apalagi jika makan nya di temani wanita cantik seperti ni " jawabnya


"ihh gombal aja terus."


"Dokter.. anak itu kembali kritis. dan orang tuanya belum menemukan darah yang cocok." ucap Sofi.


"maaf ya sayang. aku harus ngecek kembali keadaan bocah itu.", pamitnya lalu mengecup kening Aya.

__ADS_1


Kaisar segera berdiri meninggal Aya. "Ada apa sihh.." gumamnya


__ADS_2