
...***...
"Dil... Sepertinya pasien itu sedikit mengalami kepikunan." ujar Haikal. setelah tadi memberi tau Aja, jika pasiennya sudah siuman.
"Masak sih kak?" tanya Aya. padahal Aya bermaksud menanyakan identitas wanita itu. tapi jika keadaan nya seperti itu. Aya pasti tidak akan mendapatkan informasi apapun
"Kalo begitu kita lihat saja. aku bantu menenangkan ibu itu." ujar Haikal.
Aya pun mengangguk dan mereka segera masuk.
"Selamat siang ibu.." ucap Aya setelah berasa di ruangan pasien
Ibu itu tersenyum ceria saat melihat kehadiran Aya. Aya segera membalas senyuman nya.
"Apa yang ibu rasakan?" tanya nya
"Nak.. bisa usir pria itu? " tanya nya. Larasati masih takut pada laki laki yang di lihatnya selama di sekap, Larasati hanya mendapat bertahan dan kekerasan dari anak buah suaminya.
"Dia Dokter Haikal ibu. dia yang merawat ibu disini" jawab Aya
"Tapi ibu takut nak. ibu takut pada pria." ucapnya
Akhirnya Haikal pun keluar. karena sepertinya sang ibu itu lebih nyaman dengan wanita
"Sekarang.. boleh kenalan. ibu ini siapa namanya?" tanya Aya tanpa basa basi.
"Ibu Larasati nak." jawabnya.
"ibu Larasati." cicitnya
"Iya.. Ibu sudah lebih dari 25 tahun di sekap diruang gelap itu nak." ujar nya
"Siapa yang menyekap ibu?" tanya Aya
Larasati menceritakan semua kejadian. kenapa dirinya di sekap oleh suaminya di gudang. dan menceritakan jika dirinya belum pernah melihat lagi wajah putrinya.
Aya segera mengeluarkan Arloji yang selalu di bawa.
"apa ibu tau.. ini milik siapa?" tanya nya
Larasati segera mengambil arloji itu dari tangan Aya. lalu segera mengamatinya.
"Ini dulu ibu yang membeli nak. untuk hadiah ulang tahun suami ibu." jawabnya.
Larasati kembali cerita kehidupan bahagia keluarganya. Beruntung Larasati tidak mengalami syok atas penyekapan dan tindakan kekerasan dari Herman.
Aya masih menanyakan ciri ciri pria yang di sebut sebagai suami. walau Larasati itu memberikan keterangan ciri cirinya namun Aya tetap belum tau yang sperti apa.
Aya segera mengeluarkan ponselnya. dan memperlihatkan poto pria yang bernama Herman juga. walau itu tidak mungkin tapi siapa tau benar.
__ADS_1
"Masak iya om Herman. calon mertua kakaknya seorang penjahat. " batin Aya.
"apa Suami ibu seperti ini wajahnya?" tanya Aya. sembari memperlihatkan poto Herman saat ngobrol dengan Kenan sang kakak.
'iya nak.. dia itu Herman suami ibu." jawabnya.
Sedikit ada keraguan sihh..
mungkin ibu Larasati sangat terobsesi dengan Herman. sehingga memiliki kahaluan nya sendiri. apalagi selama kurang lebih 25 tahun dikurung. sudah pasti kesehatan psikologis nya terganggu
...***...
"Bang.. Abang di mana?" tanya Aya pada Kenan lewat panggilan telponnya.
Saat ini Aya sudah berada di kantornya. Aya harus menceritakan semuanya tentang calon mertuanya.
Setelah kemarin Aya dan Haikal mendatangkan dokter ahli psikiater. Emang Larasati tidak ada gangguan mental. semuanya normal bahkan memorinya masih sangat bagus
Tapi Aya ragu. pasalnya dalam waktu dekat ini abangnya akan segera menikahi wanita pujaan hatinya.
"Abang sedang di kantor Ay. ada apa?" tanya nya
"Bisa nggak bang, kita ngobrol sebentar. " tanya, Aya
"Ya udah.. ngobrolnya disini saja Ay." jawabnya
"Tidak bisa, bang."
pip..
panggilan pun sudah di akhiri.
Aya segera, mengambil surat penangkapan untuk Herman.
Sampai saat ini kasus di bunuh nya orang tua Aya tidak pernah di proses. Aya melihat semua berkas berkas yang tertata rapi di gudang Kantornya.
Aya menemukan 8 tahun yang lalu. saat abangnya melaporkan kasus penembakan kedua orang tuanya hanya tergeletak di antara tumpukan kertas usang.
Laporan itu hanya di buat tanpa diproses oleh pihak berwajib. "sungguh sangat miris hukum di negaranya. semuanya bisa di beli dengan uang." batin Aya.
"Aku akan membuka kembali kasus itu. dan pelapor tetap abang Kenan." gumamnya.
Aye segera membawa kertas itu keluar. dan mulai di ketik ulang.
" selamat siang komandan Athaya." Sapaan dari seorang pria
"Selamat siang.' jawabnya lalu mendongak menatap siapa yang hadir.
" Kak Kai.." gumamnya
__ADS_1
Kaisar tersenyum. lalu duduk di depan Aya.
"sibuk yaa.. sampai pesanku tak ada yang di buka." tanya Kaisar.
"hemm.. " Aya menatap Cengo pada Kaisar.
"Iya.. kakak dari tadi kirim pesan. tak ada satupun yang kau baca." jawab Kaisar.
Dari tadi Aya memang tidak membuka pesan. Hanya membuka kontak dan obrolan panggilan.
Aya segra membuka ponselnya. dan melihat ada banyak pesan dari beberapa teman dan juga Kaisar sendiri.
Aya hanya tersenyum kikuk saat mendapat tatapan kesal dari Kaisar.
"maaf.. ", lirihnya
" Aku hawatir Ay.. saat pesan pesanku tidak yang di baca. apalagi aku teringat kejadian tadi malam. aku jadi tak bisa tenang bekerja." ujar Kaisar.
"Jangan terlalu memikirkan yang tidak tidak kak. Aya akan baik baik saja.", jawabnya
" Ayoo.." ajakny
"Kemana? "
"Ayoo ikut saja." ujar Kaisar lagi
Aya segera berdiri dan segera mengambil tas slempangnya. Kaisar segera menggandeng tangan Aya keluar ruangan. mereka menuju mobil Kaisar yang terparkir di deketan mobil mobil mewah.
...**...
"Kak.. " Aya terpaku dengan pemandangan yang sangat indah.
Kaisar membawa Aya ke sebuah tempat yang jarang sekali di ketahui oleh orang lain.
Hanya beberapa orang saja yang pernah kesini.
Kaisar sudah menyiapkan kursi dan meja. untuk mereka berdua. Kaisar melakukan ini untuk meyakinkan cinta nya pada Aya
"kakak.. apa kakak yang menyiapkan ini semua.? " tanya nya
"Iya.. ini ideki. tapi yang mengerjakan anak buahku." jawabnya.
Kaisar sudah menyewa Bodyguard untuk mengawasi Aya. Tanpa sepengetahuan Aya.
Sebenarnya Kaisar merencakan nanti malamnya namun karena tidak ingin berlama lama. Kaisar pun ingin menyegerakan melamar Aya
semangatttt.. 💪💪💪
...***...
__ADS_1
Aya duduk Di kursi ruang tengah sambil melihat televisi. Masih memikirkan ucapan Kaisar tadi siang.
......"Kai.. maukah kau menerima ku sebagai orang yang akan menemani masa depanmu. bersama anak anak kita? " ......