ATHAYA ( Mengejar Cinta Pria Arogant)

ATHAYA ( Mengejar Cinta Pria Arogant)
Tidak Percaya


__ADS_3

"Aya.. ada apa Ay.." tanya Fahira saat melihat Aya dengan seragam polisinya. Fahira tau jika Aya seorang polisi.


Namun Fahira tidak tau apa tujuan Aya kesini.


"Apa yang terjadi dengan Kenan?" tanyanya


"Tidak terjadi sesuatu kak. kami di tugaskan kesini ini membawa Om Herman ke kantor polisi." Jawa Aya


"Ayah.. ada apa dengan Ayah. apa Ayah sudah melanggar hukum Ay?" tanya Fahira lagi


"mohon maaf kak.. kami hanya bertugas untuk membawanya. untuk pertanyaan selanjutnya Kak Ira bisa datang langsung ke kantor polisi." jawabanya


"Ayah.. " teriak Fahira.


Herman segera keluar dan ingin melihat siapa tamunya.


"Hlohh.." pekik Herman saat melihat Aya dengan seragam polisi.


Selama ini Fahira dan juga Kenan tidak pernah memberi tau tentang pekerjaan Aya


"Nak Aya.. ada apa yaa?" tanya nya, seolah tidak tau apa apa.


"Kami datang kesini karena kami dapat tugas untuk membawa pak Herman ke kantor polisi." jawabnya


"Tapi ini ada apa nak? kenapa tiba tiba bapak di bawa? bapak salah apa?" tanya nya lagi.


"Karena bapak terlibat dalam kasus pengedar obat terlarang dan juga sebagai produksinya.", ujar Aya


" Ay.. ini tidak mungkn. ayahku hanya pemilik toko material bangunan. kamu jangan ngaco deh Ay.." jawab Fahira yang belum percaya pada berita itu.


"Mohon maaf.. untuk keterangan selanjutnya. mari kak Ira ikut kami ke kantor pilisi." jawabnya


"Bimo.. Fatih. cepat bawa pak Herman kemobil.' titah Aya


" Siap Komandan." jawabnya

__ADS_1


"Aya.. kau jangan asal membawa ayahku. dia tidak mungkin melakukan ini." teriak Fahira


Namun Aya tidak peduli. karena semua bukti sudah ada di tangan Aya. bahkan Aya akan memberi hukuman begitu banyak pasal yang sudah dilakukan oleh Herman.


...***...


'Kenan.. kau kemana sihh.. dari tadi nomermi tidak aktif.' gumam Fahira. sejak tadi Fahira mencoba menelpon Kenan. namun panggilannya itu tidak mendapat jawaban dari Kenan. melainkan dari operator.


'Kenan...' teriak Fahira frustasi.


Fahira segera mengambil kunci mobilnya. Fahira harus menyusul ayahnya kekantor polisi.


"Aya tidak boleh mengurung Ayah ku di penjara tidak mungkin Ayah melakukan kejahatan itu." gumam Fahira.


Derrttt... Derrttt..


Fahira segera mengangkat panggilannya tanpa di lihat siapa yang sudah menelponnya.


"Ken.. kau kemana aja sihh.. Adekmu sudah membawa ayahku kekantor polisi. kau harus bisa mencegahnya." ucap Fahira kesal.


Fahira segera melihat layar HP nya.


"Apa sihh.. aku sudah membayarmu mahal. jadi jangan hubungi aku lagi." teriak Fahira kesal.


"Bos.. ini sangat darurat bos. jika si bos tidak memberi saya uang lagi. maka saya akan memberikan video ini pada calon suami si bos." amacam pria itu.


"Kurang ajar kamu.." bentak Fahira lalu segera menutup ponselnya


...***...


"Aku tidak akan memaafkanmu Herman. kau sudah membunuh kedua orang tuaku. aku akan menuntutmu hingga kau membusuk di penjara." Kenan berteriak di pantai.


Sejak tadi malam Kenan tdak pulang. ponselnya Kenan nonaktifkan. tak ingin ada yang menganggu termasuk Fahira. Kenan jadi enggan untuk bertemu Fahira apalagi membayangkan wajahnya. rasanya melihat kelakuan ayahnya hari Kenan begitu benci..


🍍Buah jatuh tak jauh dari pohonnya. 🍍Itu Yang Kenan pikir saat ini. hanya ada prasangka buruk pada Fahira

__ADS_1


Kenan teringat kembali perkataan Aya. jika Ibunya Fahira saat ini berada dirumah sakit. "Semoga ibunya Fahira orang baik. hingga kebaikannya itu menurun ke anaknya." harapan Kenan.


...**...


Herman sudah mendekam di penjara.


"Aya.. tolong jelasin apa kesalahan ayahku. sehingga harus mendekam di tempat ini?" tanya Fahira. setelah sampai di rumah sakit


"Kaka Ira bisa lihat ini. dan membacanya. kakak bisa bacakan?" tanya Aya. sembari menyodorkan beberapa foto Herman bersama seorang pria di antara obat obatan di dalam pabriknya.


"Ini.. ini tidak mungkin Aya. Ayahku hanya seorang pemilik toko bangunan. jadi tidak mungkin mempunyai pabrik sebesar ini." ujar Fahira


"Kakak lebih tidak akan percaya lagi. saat kakak tau jika om Herman adalah orang yang membunuh orang tuaku." ucap Aya dengan nada sangat lemah.


"Mak.. maksudmu.. ayahku yang sudah membunuh orang tuamu Ay. itu tidak mungkin." sangkalnya. selama ini Fahira percaya jika ayahnya seorang yang sangat baik. di tinggal ibu Fahira bersenang senang dengan pria lain. namun ayahnya malah yang membesarkan Fahira dengan kasih sayang.


"Itu benar nak." ucap Seorang wanita yang sudah memasuki ruangan Aya.


Aya sengaja menghadirkan Larasati agar Fahira bisa sedikit lega karena telah bertemu dengan ibunya yang sangat dirindu.


"Siapa dia Aya.? " tanya nya


"Itu ibu Kakak. Ibu Larasati." jawabnya


Fahira menatap benci ibunya. "Kemana saja kamu.. kamu sudah pergi meninggalkan kami sekarang datang datang kau membuat tuduhan untuk ayahku. jika ayahku seorang pembunuh.?" Fahira berbicara dengan nada tinggi.


"apa maksudmu nak? ibu tidak menuduh ayahmu, itu memang kenyataannya." jawabnya


...***...


"Maafin ibu nak. ibu tidak bermaksud untuk meninggalkan kamu. ibu di sekap oleh ayahmu. di gudang rumah lama kita." ucap Larasati.


Saat ini mereka sedang duduk di taman kantor polisi.


**🌹Dicerita ini kok Othornya kurang semangat yaa.. gegara dapat paketan zonk dua duanya. merasa nggak pernah pesan online. tapi kok ada nama barang anak yang di butuhkan anak. tau nggak isinya apa? cuma lipatan kardus aja. 😭 🌹

__ADS_1


Curhat**


__ADS_2