ATHAYA ( Mengejar Cinta Pria Arogant)

ATHAYA ( Mengejar Cinta Pria Arogant)
Bonus


__ADS_3

"Cepat tolong pak. kasian dia. dia pasti kesakitan." ucap seorang wanita muda. yang melihat seorang wanita tengah merasakan kesakitan.


perut buncit nya itu telah menandakan akan segera mengecil. kemungkinan wanita itu sedang hamil. Mereka segera membawa ke rumah sakit.


Dokter jaga segera memberi pertolongan pada wanita muda.


Alina. Wanita yang di nyatakan hilang dari rumah sakit jiwa kini tengah merasakan betapa sakitnya saat ingin melahirkan.


Keluarga Alina entah berada di mana saat ini. Ayah nya meninggal karena serangan jantung. ibunya tidak kuat menopang hidupnya yang tiba tiba saja jadi miskin saat sang suami meninggal. kini tidak pernah nampak.


Sedangkan Gisella adek Alina kini sudah memiliki keluarga sendiri. dan tidak mau mengurus Alina yang sakit jiwa. malu jika harus memperkenalkan keluarganya sendiri pada dunianya.


Hidup Alina berada di jalanan setiap hari. bagaimanapun juga Alina sangatlah cantik. tubuhnya juga bagus kulitnya yang putih.


Tidak menjadi mustahil Alina di santap oleh preman preman yang memenuhi jalan. Wanita yang sudah kehilangan akal sehatnya itu sering di gauli oleh ketua preman.


Alina harus mengalami kekerasan sek*sual di dunia luar.


Oweekkkk...


Oweekkkk...


lahirlah bayi Alina yang sangat cantik. belum sempat Alina memeluk bayinya. Tuhan telah mengambil dahulu kehidupan Alina.


...**...


Pagi telah tiba.


"Ada apa Sus? bagaimana dengan pasien semalam.? tanya Aya


"Bayinya lahir dengan selamat dok. tapi ibunya." jawab Suster yang tadi malam menangani


"Ibunya kenapa? " tanya Aya


"ibunya sudah meninggal bu." jawabnya

__ADS_1


"Ya Tuhan.. " gumam Aya.


Aya segera masuk keruangan Alina. Benci.. itu masih melekat di hati Aya. Wanita yang ada di depannya itu telah merenggut kebahagiaan Aya. bagaimana Aya akan memaafkannya. Tapi bagaimanapun Alina sudah menerima balasannya. dihukum seumur hidup. dan baru menjalani 3 tahun. Alina harus kehilangan akal sehatnya. sehingga harus di rawat di rumah sakit jiwa.


"Urus dia Sus. dan segera makamkan." kata Aya pada Suster


Aya segera, memasuki ruangan bayi. dan melihat bayi milik Alina. Aya menyentuh pipi bayi itu. reflek bayi itu membuka mulutnya.


"Kau haus sayang." gumam Aya


Aya segera mengangkat bayi itu dan memberinya susu formula. "Kau cantik sekali sayang."


Aya, menatap lekat bayi itu dan menciumnya. "mulai sekarang kamu adalah putri mama. kau memilki keluarga sekarang. kau memilki kakak." ucapnya


Aya berkeinginan untuk mengurus bayi itu dan menjadikan putrinya.


...**...


Aya pulang kerumah dengan membawa bayi kecil.


"Mama.. Itu adek.?" tanya Gavin


"Mau mah.. Gavin sangat mau." jawabnya


"mah siapa nama adek Gavin?" tanya Gavin


"Emmm.. siapa yaa. kita kira Gavin ingin memberi mama siapa?"


Mereka berdua berpikir. memikirkan nama yang cocok buat bayi perempuan itu.


"Bagaimana kalo kita kasih nama KANAYA ALORA." tanya Aya


"Bagus mam.. Gavin suka. Gavin akan memanggil Naya." ucapnya.


Gavin sangat menyukai adek bayinya.

__ADS_1


Terlihat mobil mewah yang memasuki halaman rah Aya.


"Oma.. Opa..." pekik Gavin. lalu Gavin segera menghampiri mereka berdua.


"Ohh cucu opa." ucap Efendi lalu segera menggendong Gavin.


"Oma.. Opa.. Gavin punya adek bayi sekarang." ucapnya


Kedua orang tua itu mengerutkan keningnya. "anak laki laki tidak boleh main boneka. mendung main mobilan sama opa" ucap Opa


"Bukan boneka opa. tapi adek bayi beneran." jawabnya


Oweekkkk....


Oweeekkkk....


Setelah mendengar suara tangisan bayi itu. Adelia dan Efendi saling memandang. lalu menatap Gavin. "bayiii.." tanyanya


Gavin m ngangguk lalu segera menarik tangan nenek dan kakeknya


"Aya.. bayi sipa ini.." tanya Adelia. kaget saja Aya memilki bayi dan tidak memilki suami.


"Ma. " Aya segera menghampiri kedua orang itu dan menyambut dengan uluran tangan.


Aya mulai menceritakan tentang asal usul bayi itu.


"apa kau yakin. dia wanita baik baik.? bagaimana jika dia adalah wanita malam?" tanya Adelia


"Aya yakin ma.. lagian bayi itu tidak bersalah. kasian jika tidak ada yang mengurus." jawabnya


"Taruh aja di panti asuhan." Jawa Efendi


"Jangan opa. Gavin sangan menyayangi adek bayi itu." jawabnya


setelah ada perdebatan dengan sang cucu. akhirnya Orang tua Yang di sebut oma dan opa itu seru nih untuk menganggap bayi perempuan itu adalah cucunya. toh mereka juga belum memilki cucu perempuan. Anak Amanda yang perempuan tapi malah di bawa pergi jauh oleh Fandy da juga Amanda keluar negeri.

__ADS_1


...**...


👉Mungkin untuk kelanjutan Athaya. akan kami hadirkan kisah Gavin dengan kehidupan Gavin.👈


__ADS_2