ATHAYA ( Mengejar Cinta Pria Arogant)

ATHAYA ( Mengejar Cinta Pria Arogant)
Senyum Merekah


__ADS_3

"Siapa bilang kau tidak cantik. Aku mau kok jadi pacar keduamu." ujar Fandi


"Ihh nggak lucu.. lagian aku tidak suka sama kamu Fan." jawab Aya. yang hanya di balas ketawa oleh Fandi


...**...


Di tempat yang beda.


Kaisar baru saja memasuki apartemen nya. Kaisar segera berganti pakaian dengan pakaian tidurnya. Pandangannya jatuh pada Laptop yang ada di meja rias.


Kaisar segera berdiri dan meraih laptop nya. Segera berselancar di apk ping nya. Masih sama Nama Athaya yang di tuju.


"Masih sama belum dibuka. Apa Aya sudah ganti IG ya" batin Kaisar. Tak ingin berlarut larut memikirkan kemungkinan terburuk. Kaisar segera menutup kembali laptopnya.


Berharap Tuhan masih mempertemukan dirinya dengan Athaya. walau hanya sekedar minta maaf. itu keputus asaan Kaisar saat menunggu pesannya di buka oleh Athaya.


...***...


Pagi begitu cerah.


Aya tengah menikmati segelas susu dan pisang goreng. sambil duduk di teras belakang rumah.


Bibirnya tersenyum bahagia. ketika mengingat mama nya yang sedang menjemur pakaian. "Ma.. Aya kangen banget sama mama dan papa." gumamnya


Derttt Derttt.


ponsel Aya berdering.


Aya segera menggeser tombol hijaunya. saat tertera nama pemanggil.


"Hallo Selamat pagi." sapa Aya


"Siapp. selamat pagi komandan.. Saya akan melaporkan hasil interogasi nya." jawab Bimo.


"Baik Bim. Aku akan segera datang." jawabnya


Setelah panggilan telpon berahir. Aya segera masuk untuk mandi.


15 menit ritual di kamar mandi pun selesei. Aya segera keluar dan segera berganti pakaian. Aya menyemprotkan sedikit parfum ke tubuhnya. setelah memoles wajah sedikit agar terlihat lebih cerah.


Aya berjalan keluar dan segera mengambil kunci motornya.


Aya lebih suka dengan berkendara roda dua. karena ingin menikmati udara segar di pagi hari.


30 menit kemudian.


Aya sudah sampai di Kantornya. dan di sana sudah di tunggu Bimo selalu tim introgasi.


Aya melangkah dengan senyum merekah.



"Selamat pagi komandan.." sambutan kehormatan beberapa bawahan Aya.


"Selamat pagi.. bawa masuk keriangan saya berkas dan tim sekarang juga" titah Aya. Setelah memasuki area kantor.


Aya segera membuka email lewat laptopnya. Dari kantor pusat telah melaporkan.

__ADS_1


Jika akan mengadakan penggerebekan Secara gabungan. dari beberapa kabupaten.


Tim introgasi memasuki ruangan Aya. untuk melaporkan hasilnya kerja 2 hari.


Setelah ada penekanan di penekanan untuk tersangka. ahirnya mereka buka mulut. karena Mendapat kekerasan dari pihak introgasi.


" Baguss.. Secepatnya kumpulkan tim untuk mengadakan Apel." titah Aya.


...***...


"Bos.. apa yang akan kita lakukan." ucap seorang pria dari anak buah gembong narkoba.


"Hubungi Herman sekarang juga. " titah Bos besarnya.


Pria yang di ketahui namanya Opang itu segera menghubungi Herman.


Namun seringan demi seringan itu tidak ada sambutan.


"Bos.. Herman tidak mengangkatnya." ucap Opang.


"Hubungi terus sampai dia mengangkat." titahnya sekali lagi.


Hari ini barang yang di kirim dari luar negeri akan segera tiba. dan gudang ini sudah tercium oleh pihak berwajib. tidak mungkin barang barang itu akan aman disini. sebagai alternatif barang itu akan segera di bawa ke gudang milik Herman.


...**...


Herman tengah bermesraan dengan wanita.


Setelah mengurung Larasati selama 24 Tahun. Herman tidak ada lagi tertarik pada Larasati.


Ahhhh.. Suara desa*n panjang dari kamar pribadi Herman.


"bos.. ponselnya berdering." ujar wanitanya.


"biarkan saja.. aku masih ingin merasakan dagingmu" jawab Herman. Herman masih menghujani cumbu*n pada wanita nya.


"Bos.. sebaiknya di angkat dulu. siaoa tau penting." ujar wanita itu lagi


"Baiklah.." jawabnya


Herman segera mengangkat ponselnya


"Iya Hallo.. ada apa Pang.?" tanya Herman


"Sibos mau bicara." jawabnya


"Iya bos.." jawab Herman setelah tersambung dengan Bos besarnya


"pastikan malam ini barang itu sampai di gudang mu dengan aman." ujar Bos nya


"Gudang saya.. kenapa di bawa kesini bos." tanyanya


"apa anak buatmu tidak bilang. jika malam ini akan ada penggerebekan gabungan di kota ini?" tanya Bos besarnya


"Siall.." umpat nya dalam hati. anak buahnya tidak ada yang memberi tau.


"Baik bos.. saya akan pastikan barang itu mendarat sampai sini dengan aman." jawabnya

__ADS_1


pembicaraan pun segera berahir karena si bos langsung memutuskan sepihak.


"Kita lanjut lagi bos." ajak Lisa. yang dari tadi sudah memainkan senjata andalan milik Herman.


"Ahhh.. lisssaa... kaa uuu.. benar benar wanita yang bisa membuatku melayang." puji Herman.


...***...


Setelah apel selesei.


Aya segera memasuki ruangannya


"Hai Fan.. kau sudah disini?" tanya Aya


"Kumis ku hampir semua tumbuh uban karena menunggumu Ay." jawabnya.


"Ahh jangan lebbay.. lagian kenapa tidak kabari dulu aku." ucap Aya


"cek kembali tuu ponselmu." titah Fandi


Aya segera mengembil ponselnya yang ada di laci. setelah di cek Aya tersenyum.


"Maaf aku tidak selalu membawa ponselku." jawabnya


"Bagaimana.. apa kau sudah mendapatkan data kepemilikan arloji itu" tanya Aya


Fandi segera mengangsurkan kertas yang bertuliskan.


SERTIFIKAT KEPEMILIKAN BARANG BERHARGA.


LARASATI..


jadi yang memiliki barang ini seorang perempuan. gumamnya


"Kau taui Fan.. ini pemiliknya adalah perempuan? " tanya Aya


"Iya Ay. itu akurat.lihat tuhh tahun berapa itu sertifikat di buat" ucap Fandi


Aya kembali mengajamatinya lagi.


"ini sudah selama 25 tahun yang lalu Fan." jawab Aya


"Nahh.. itu.. barang yang itu sudah tidak keluar lagi." jawabnya


Aya segera menghala nafas panjang.


"Ay.. jika kau mau menyelidiki nya sebaiknya membawa teman. aku hawatir perempuan itu seorang Pshichopat." ucap Fandi


Aya hanya, menanggapi dengan senyum. "terimakasih Fan sudah di ingatkan." jawabnya


...***...


"Ap benar bu.. ini adalah alamat rumah ini.? ", tanya Aya. pada seorang wanita


" Benar nak. tapi rumah ini sudah jadi gudang. penghuni nya sudah pindah tidak tau pindah kemana." jawabnya


...Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2