
"tenang cantik.. kita bersenang senang dulu. aku ingin tau permainan ranjangmu cantik." ucap Bos mafia. sambil menoel dagu Aya
"Jangan sentuhh Aku.. cepat katakan apa yang kau mau? " tanya Aya
"tadinya aku mau buat penawaran. kau bebaskan anak buahku aku juga akan bebaskan abangmu. tapi melihat kemolekan wajahmu. aku jadi males membahas itu." ucapnya sambil mendekatkan bibirnya di telinga Aya.
"Jangan harap aku akan melakukan keduanya. karena aku ATHAYA DILARA tidak pernah menyerah. walau harus menjemput kematian sekalipun." tekan Aya
"waoowwww.. waoowwww...luar biasa sekali motto hidupmu cantik."
"Dan Aku seorang Mafia yang menguasai pasar gelap di negara ini. tidak akan pernah melepas mangsa yang sudah masuk dalam wilayahku. walau nyawa yang harus aku taruhkan." tambahnya.
"LEPASKAN ADEK KU.. JANGAN SENTUH DIA.. BAN*SAT...!! " teriak Kenan. sambil berusaha melepas ikatnya.
"Wao luar biasa.. kalo begitu aku akan mencicipi tubuhnya di depan mata abangnya. biar menjadi kenangan terindah sepanjang hidupnya." kata mafia dan tertawa terbahak bahak.
"LEPASKAN.. JAUHKAN TANGAN KOTORMU DARI TUBUHKU.. LEPASKAN...!! " Teriak Aya
Kreettt...
Mafia itu berhasil menarik kaos milik Aya. tadinya Aya pakai jacket. tapi Mafia itu berhasil melepaskan.
BUGHHH.. BUGHHH...
"Jangan pernah menyentuh kekasihku." sarkas Kaisar yang sudah ada di tempat ini.
"Kak Kaisar.." gumam Aya lirih.
Kaisar segera menyerang Mafia itu beserta anak buahnya.
Aya segera berlari untuk melepas Kenan yang sudah lemas.
"abang.. abang tidak apa apa kan.?" tanya Aya.
"Abang tidak apa apa Ay.. tapi bajumu.", ujar Kenan. Saat melihat baju adeknya sudah sobek di bagian dada hingga perut.
__ADS_1
Kenan segera melepas kemejanya, lalu di Pakaikan pada Aya
" AWASSS AY... !! " teriak Kenan
Brughh..
"ABANG...!!!"
Aya mengepalkan kedua tangannya. lalu segera berdiri dan menyerang balik orang sudah mencelakai abang.
Terjadi penyerangan antara Aya dan juga orang dari yang menculiknya
Bughhh... Bugghhh..
DOORRR.... DORRR...
Beruntung Teman teman Aya sudah sampai. mereka segera memborgol segerombolan mafia itu. dan ada yang sudah terkapar. dan sudah tak bernyawa.
"Bang Kenan.. bangun bang..!!" teriak Aya
"Zain.. cepat angkat bawa ke mobil. dan bawa krumah sakit terdekat" titah Kaisar pada anak buahnya
Aya beralih menatap dia pria yang Kasur sebut. "kemari mereka yang mengangkat bang Kenan saat Kenan sakit di rumah. dan sekarang pria ini juga yang mengangkatnya. siapa mereka sebenarnya." tanya Aya dalam hati.
"kak.. siapa mereka. kenapa selalu ada saat aku kesulitan." tanya Aya
"nanti aku ceritakan. sekarang kita harus segera, pergi dari sini." ucap Kaisar. sambil menghapus darah yang keluar dari bibir Aya.
"Ouuhhh..." pekik Aya. "sakit?" tanyanya
Aya mengangguk. Laku Kaisar segera mendekap tubuh Aya. "Kenapa tidak cerita jika Bang Kenan dalam bahaya?" tanya Kaisar lembut.
"Aku tidak akan menggadaikan keselamatan keluarga kak Kai." jawabnya
"Tidak akan ada yang tergadai kan. kaulah nyawaku Ay. jika terjadi sesuatu padamu aku tidak bisa hidup." ujar Kaisar.
__ADS_1
Darrel dan juga beberapa temanya sedang menyisir tempat ini. Darrel memandang Aya dan Kaisar. Cemburu..? iya jelas cemburu. padahal Aya sudah menolaknya. namun hati Darrel masih berharap Aya bisa dimiliki.
...***...
"kakak cantik. bunda kemana?" tanya Bocah yang sedang terbaring di rumah sakit. setelah 2 hari kritis. kini sudah menampakkan wajah cerianya.
"bunda Rafa kan sedang bekerja. di sini cuma ada kakek Rafa. tapi kakek Rafa sedang membeli air putih" jawab Mira saat mengecek kondisi keadaan Rafa.
"Apa, ini masih sakit?" tanya Mira
"Sedikit.. Om Rafa nakal. Rafa tidak tau salah apa, tiba-tiba di pukul dan berdarah." cerita Rafa
"Tapi sekarang Rafa sudah sembuh. besok mungkin Rafa sudah pulang." ujar Mira
Ada kesedihan yang di wajah Rafa. Mira langsung tanggap.
"Kenapa sedihhh?" tanya Mira
"Rafa tidak mau pulang. Rafa takut sama om nya Rafa. Rafa takut di pukul lagi." jawabnya.
"Tidak sayang.. mungkin omnya Rafa tidak sebgaja." ucap Mira.
Dari luar ruangan. terlihat sosok pria paruh baya. menatap sedih pada cucunya.
"Rafa jadi trauma untuk pulang. maafin kakek Rafa. tidak bisa mendidik om kamu." bisiknya
"Kakak keluar dulu ya Rafa. sebentar lagi pasti kakek Rafa datang." pamit Mira. karena sudah selesei mengecek keadaan Rafa.
"iya kakak cantik. nanti kakak cantik kesini lagi yaa. temani Rafa." ucap Rafa
Mira segera menyentuh rambut Rafa. kalo kakak belum pulang. pasti kaka kesini lagi untuk melihat keadaan Rafa.
"Terimakasih suster sudah menjaga cucu saya." ucap Papa Rafika
"sama sama pak. kalo begitu saya tinggal dulu. karena harus periksa yang lain." pamit Mira
__ADS_1
...**...