
...***...
Ehemm...
Deheman Kaisar membuat Darrel menoleh. lalu tersenyum pada Kaisar yang berpenampilan Dokter.
"Kami akan mengecek kondisi pasien. silahkan keluar sebentar." ucap Kaisar.
Darrel menunduk. menatap Kaisar dengan penampilannya.
"Aneh.. biasanya seorang dokter akan ngecek pasien dengan di dampingi suster. tapi kenapa dokter ini datang sendiri tanpa membawa alay medis" batinnya.
Namun Darrel hanya mengangguk lalu keluar .
"Aku keluar di Dil.." pamitnya.
Aya mengangguk. walau rasanya dirinya tak ingin berdua dengan Kaisar diruangan ini.
Sungguh Persendian seolah lumpuh saat Kaisar kembali melangkah kearahnya. rahang tegasnya tatapan datarnya membuat hati Aya kembali berdebar
"Kak Kaisar.. kenapa sihh harus kesini sendiri. dimana asistenmu ishh.. nggak tau apa jika jantungku terasa ingin copot saat melihat mu." batin Aya
"Jadi ini... kamu bilang jika ada hati yang harus di jaga." tanya Kaisar setelah tepat berada di samping Aya. sambil menatap dengan pandangan kecewa.
"Bukan.. bukan itu.. Dia.. dia.. temanku." jawab Aya terbata karena jujur sangat gugup saat Kaisar ada di dekatnya
Tangan dan bibir Aya gemetar. wajahnya pias dengan tatapan Kaisar yang seolah mengintimidasi nya.
"Ay.. kenapa kau menghilang.? Aku hampir gila mencarimu." ucap Kaisar. setelah berhasil menguasai jantungnya.
"ma.. maksud kak Kai?" tanyanya
"Apa IGmu ganti.?" Kaisar balik bertanya.
Aya menggeleng. dan menatap Kaisar. "sejak kapan dirinya menjadi stalker di medsosku. bahkan Aku pun tak pernah lagi menengok medsosku." batin Aya
Ceklek...
terdengar gagang pintu ada yang memutar
"Bang Ken.." gumam Aya.
"Syukurilah.. kau selamat dek. abang sangat hawatir." Kenan berujar setelah melihat keadaan adeknya sudah duduk dan ngobrol dengan dokter muda.
Dua perawat datang dengan membawa 2 kantong darah yang baru datang dari PMI.
__ADS_1
"Dokter.. kami akan segera memasang Kantong darahnya." ucap Mira.
"Iya.." jawabnya
Kaisar segera mengecek kembali detak jantung Aya.
Dug... Dug... Dug..
Kaisar mendengar sangat jelas jantung Aya berdebar begitu cepat. seperti bedug yang yang selalu di dengar saat malam lebaran. Wajahnya memucat sambil menatap Kaisar.
"Jika saja tidak ada orang lain selain dirinya dan Kaisar di ruangan ini. sudah pasti aku akan memeluk kak Kaisar. dan aku akan mengungkapkan jika aku sangat merindukan mu." batin Aya.
Begitu juga Kaisar. Kaisar pun memikirkan hal yang sama tentang perasaanya. Kaisar juga tak bisa menguasai perasaanya
"Besok.. kau boleh pulang." ucap berat Kaisar.
Aya hanya diam menatap Kaisar. "secepat itu." gumam Aya lirih. namun Kaisar masih bisa mendengarnya
Kaisar tersenyum. "karena semuanya sudah kembali normal. hanya perlu menetralkan jantung nya saja.'" ucap Kaisar. yang dapat sambutan pipi merah milik Aya
Kaisar pun sebenarnya belum ingin jauh jauh dari Aya. namun karena Keadaan Aya sudah membaik maka Kaisar harus bisa melepaskan.
...**...
Amanda sudah pulang lebih dulu karena harus menyelesaikan skripsinya .
"iya.. dan aku butuh bantuanmu Ay." ucap Fandi
"bantuan apa?" tanya Aya
"Aku ingin kau membantuku untuk meyakinkan Amanda. jika aku sangat mencintainya." ujar Fandi
"kalo itu sihh.. Kamu yang harus meyakinkannya Fan. masak aku sihh.. kan kamu yang jatuh cinta." Jawa Aya
...**...
"Bagaimana keadaan Aya Kai.?" tanya Adelia, saat melihat Kaisar sudah memasuki rumahnya.
"Sudah membaik ma..", jawab Kaisar. Lalu segera duduk menghampiri mamanya.
" Kau lelah nak, mama buatin teh hangat ya." ucap Adelia. Kaisar mengangguk.
" Nanti antarin mama jenguk Aya ya Kai. mama sudah sangat merindukan anak itu yang setiap pagi buat keluarga kita ramai karena kehadirannya" ucap Sang mama
Kaisar mengangguk
__ADS_1
"Kai akan mandi dulu mam, Setelah itu Kaisar akan antar mama kerumah sakit" jawabnya
"Iya Kai.. mama juga akan buatin sesuatu untuknya." jawab Adelia
Ting.. Tong..
Ting... Tong..
Suara bel rumah berbunyi sangaat nyaring.
"Bik.. Lihat siapa yang datang." Adelia berseru kepada bik Marni yang membantu di rumah ini.
"Baik Nyonya."
Ceklek...
"Non Alien." gumam Bik Marni
"Apa Kaisar ada bik.? " tanya Alien
"Emm.. anu Non.. tuan muda sedang istirahat. soalnya baru saja pulang praktek." ucap Bik Marni
"ohh.. apa tante Adel ada bik?" tanyanya
"Nyonya sepertinya mau pergi Non." jawabnya
"Ya sudah.. nanti saja saya kesini lagi bik." ucapnya.
Alien meninggalkan rumah Kaisar dengan hari kecewa. Wajah Alien begitu terlihat sangat tertekan.
"Siapa yang datang bik.?" tanya Adelia.
"Anu Nyonya.. Non Alien." jawabnya
"Alien.. ada apa dia kesini?" tanya Adelia yang masih sibuk membuatkan makanan untuk Aya dirumah sakit.
"Saya juga tidak tau Nyonya. Tapi Non Alien mencari tuan muda." jawabnya
"Terus bibik bilang apa?" tanya Adelia
"Saya jawab jika tuan muda sedang istirahat." jawabnya
...***...
"Kai.. dengerin Aku dulu Kai.. aku minta maaf udah hianati kamu." ujar Alien.
__ADS_1
Next...