ATHAYA ( Mengejar Cinta Pria Arogant)

ATHAYA ( Mengejar Cinta Pria Arogant)
Tertembak


__ADS_3

...**...


Setelah Fandi pergi, Aya segera ngecek kembali Sertifikat kepemilikan Barang mewah. "Aku harus cari tau pemilik ini. Karena aku yakin pemiliknya adalah seorang pria."


Jam istirahat telah tiba. Aya segera mengambil kunci motor. "Huda.. Aku pergi sebentar." pamitnya.


"Siap bu Komandan.", jawab Huda.


setengah jam kemudian


Aya sudah berada di alamat yang di tuju. Aya celingukan mencari Rumah dengan nomer yang tertera di Sertifikat yang di bawa.


Aya memandang Warung makan yang ada seberang jalan. Aya segera melangkah menuju warung itu.


"permisi bu." ucap Aya saat memasuki warung sederhana.


"Iya non. ada apa yaa?" tanya pemiliki warung. sembari menatap penampilan Aya


"Ap benar bu.. ini adalah alamat rumah ini.? ", tanya Aya. pada seorang wanita


" Benar nak. tapi rumah itu sudah jadi gudang. penghuni nya sudah pindah tidak tau pindah kemana." jawabnya


"Pindah?" tanyanya


"Iyaa.. mereka sudah pindah lama. dan sekarang rumah besar itu hanya jadi gudang semen. ini mereka penjaga gudang." ucap pemilik warung sembari menunjuk 2 orang yang sedang makan.


Aya segera menunduk dan tersenyum pada kedua pria itu.


"Emang ada apa ya bu polisi?" tanya Salah seorang pria itu.


"Tidak.. saya hanya mencari seseorang. saya di kasih alamatnya disini.' jawabnya.


" Kalo begitu.. saya pamit dulu pak bu.. terimakasih infonya." pamitnya.


"Memang siapa yang Bu polwan cari?" tanya pemilik warung itu


"Bu Larasati.." jawabnya. kedua penjaga gudang itu saling menatap. lalu mengalihkan tatapanya pada penampilan Aya.


"Saya permisi dulu bu.." pamitnya lagi


Aya segera pergi meninggalkan warung itu. Segera menyalakan mesin motornya. dan meninggalkan Komplek.

__ADS_1


...***...


"Bos.. tadi ada polisi mencari Nyonya." Sardi salah satu anak buah Herman melaporkan


"Polisi??" cicitnya


Sardi dan Jaka mengangguk.


"Ada apa polisi mencari Laras.?" tanyanya


"Kami juga tidak tau bos.. tapi polisi itu masih sangat muda dan cantik." jawabnya.


"Ok.. antar aku pergi ke gudang belakang." ucap Herman meminta anak buahnya untuk mengantar ke gudang di mana istrinya berada.


Ketiga orang itu segera mengikuti dari belakang.


Herman sudah sampai di tempat Laras berada. Laras terlihat makin kurus dan tua. rambutnya yang berantakan karena tidak pernah di rawat.


Herman mengingat wajah istrinya dulu yang sangat cantik. kecantikannya itu membuat Herman cemburu dan sampai sekarang Herman masih sakit hati atas dugaan penghianatan istrinya.


Greekkk.. Greekkk..


terdengar suara gembok rantai di buka. Laras menatap suaminya yang semakin hari terlihat malah semakin gagah dan berisi.


"Polisi..?" tanyanya " Kau bodoh Herman.. dari mana dan dengan apa aku menghubungi polisi?" tanya lagi


Lalu Herman memandang anak buahnya. "panggil Karta kesini. aku yakin Karya dan istriku bersengkongkol." ucapnya


"Baik bos.", jawab jaka.


"Tadi ada polisi mencarimu, awass saja jika kau berani melapor polisi tentang keadaanmu. jangan harap kau bisa bertemu dengan putrimu." ancam Herman


"hahhh.. kejahatan itu pasti akan segera terungkap. jadi jangan pernah merasakan keamanan dalam hidupmu Herman. suatu saat akan ada yang curiga atas hilangnya aku yang selama 24 tahun ini." Larasati berseri. Larasati berharap suatu saat ada seorang yang menolongnya masih dalam keadaan hidup. Larasati sangat merindukan putri semata wayangnya yang sudah tak pernah dilihatnya.


"Jangan harap kau akan keluar dari sini dalam keadaan hidup." ucapnya sembari mencengkram rahang istrinya


Larasati hanya menanggapinya dengan senyuman. "suatu saat kau yang akan terdekam seperti ini." ancam nya.


Herman segera melempar tubuh Larasati. setelah itu pergi meninggalkan Larasati di gudang sendiri.


...**...

__ADS_1


Malam ini Herman dan beberapa anak buahnya sudah siap menuju Dermaga. di mana Barang barang penyelundupan itu akan segera tiba.


Herman dengan beberapa anak buahnya mengendarai mobil Box yang biasa untuk oprasi malam.


Ditempat yang beda


Tim Aya dan juga Tim Darrel sudah mengepung gudang miliki Gembong Narkoba.


Sudah lengkap dengan senjatanya.


"Kau kesana.." ucapnya.


Saat ini Tim Aya bergabung di kota besar. bukanlah di kota di mana Aya di tempatkan.


Mereka melihat gerak gerik orang orang yang ada didalnya. seperti tidak ada aktifitas yang membuat mereka curiga. didalam gudang ada beberapa pria yang tengah bermain kartu sembari bercanda.


Targetnya bukan Gembong yang bekerja sama dengan Herman.


"Angkat tangan.. tempat ini sudah dikepung polisi" Darrel berseru setelah berhasil menerobos ke dalam gudang smbil menodongkan pistolnya.


Sontak mereka segera mengangkat tangannya. Tim polisi segera menggeledah isi gudang.


DORR...


Suara tembakan dari musuh telah di lesatkan..


DORR... DORR..


Sontak Tim Darrel dan Aya segera siaga.


terjadi tembak menembak di dalam gudang.


"AAUUU... " Teriak seorang yang terkena tembakan peluru dari lawan.


"Dilla.." pekik Darrel. saat melihat Aya sudah meringis terkena tembakan dari atas. Darrel segera mengarahkan tembakan di mana seseorang yang sudah menembak Aya.


DORR... DORR..


"Cepatt.. bawa Komandan Dilla keluar. " teriak seorang anak buah.


...***...

__ADS_1


"Aya.. bertahan lahh.." Ucap seorang pria yang sudah mendapati Aya kritis saat di bawa kerumah sakit.


Next..


__ADS_2