ATHAYA ( Mengejar Cinta Pria Arogant)

ATHAYA ( Mengejar Cinta Pria Arogant)
Pemilik Arloji


__ADS_3

Namun saat mau menolong. tiba tiba datang segerombolan lelaki dengan benda tajam yang di todongkan ke arah Aya dan juga sopir taxi.


"apa apaan ini..?" tanya Aya


"Serahkan barang berhargamu.. atau kematian yang akan menjemputmu. " ucap salah seorang yang di tutup wajahnya.


Aya diam diam mencari celah lengah beberapa lelaki itu.


BUGHH.. BUGHHH... Aya berhasil melawan dan menangkap salah satunya.


"Nuang senjata kalian. atau teman kalian yang akan menjemput nyawanya." ancam Aya


Aya segera membuka topeng pria itu..


"Kauu... " pekik Aya


Aya masih ingat wajah ini. ini adalah Fahri adik Rafika.


"Suruh teman temanmu pergi atau kau ku bawa kekantor polisi." ucap Aya


Fahri gemetar mendengar kalimat kantor polisi. masih trauma saat mendengar teman nya kemarin masuk kepenjara dan jempol kakinya hilang satu.


"Kalian pergilah..." perintah Fahri.


"Tapi bos.. bos bagaimana?" tanya Salah anak buahnya.


"Aku tidak apa apa." jawabnya.


Mereka segera meninggalkan Fahri sendiri.


Setelah mereka pergi Aya segera melepas Fahri. "apa yang kau lakukan? kenapa kau jadi seperti ini?" tanya Aya


Fahri masih menatap Aya. masih mengingat siapa wanita yang ada didepanya


"jangan sok akrab. aku tidak mengenalmu." ucap Fahri. lalu segera meninggalkan Aya


"Tapi aku mengenalmu. ingat jika kau masih melakukan pekerjaan ini. jangan harap aku akan mengampunimu." ujar Aya


Fahri masih bingung dengan Aya. Fahri sama sekali tidak mengenalnya lihat saja belum pernah.


Sedangkan Aya. Aya sangat mengenalnya. karena Aya pernah melihat Fahri beberapa kali saat datang ke rumah Kenan. hanya meminta uang pada Rafika


Fahri menghentikan langkahnya. lalu menoleh memandang Aya


"Sebenarnya siapa kamu.. kenapa kamu bisa mengancamku?" tanya Fahri sembari mendekat kearah Aya.


"Itu tidak penting. yang aku tanyakan lebih penting. sejak kapan kamu menjadi preman. apa sejak bang Kenan menceraikan kakakmu. sehingga tidak ada yang menjamin kehidupanmu?" tanya Aya yang menohok.


Fahri jadi ingat dengan wajah Aya.


"Owhh.. jadi kau Athaya gadis yang katanya kakakku selalu mengganggu keluarga kakakku. heh.. Sudah puas kau menghancurkan keluarga kakakku?" tanya Fahri


Aya mengernyitkan keningnya tidak tau. "Apa maksudmu..? " tanyanya


"Karena kamu.. Kenan selalu meninggalkan kakakku. kakakku kurang perhatian dari suaminya. akhirnya kakakku mencari kesenangan dengan orang lain. tapi apa.. kakakmu malah menceraikan kakakku." jawabnya


"Itu tidak benar.. itu bukan karena aku." sahut Aya. tak ingin menjelek jelekkan keduanya.


Fahri segera pergi meninggalkan Aya. "terserah kamu kalo tidak percaya."


"pak.. ayo pak kita jalan lagi." ucap Aya setelah tidak melihat Fahri lagi.

__ADS_1


30 menit kemudian


Aya sudah sampai di rumah kakaknya. disana sudah ada beberapa teman dan Saudara jauh.


"Aya.. kau sudah besar sekarang." ucap Seorang wanita.


"Tante Debby." panggilnya.


Debby adalah adik dari ayahnya yang tinggal di luar kota mengikuti suaminya.


"Iya Ay.. lihat itu Amira, dari tadi nanyain kamu." ucapnya.


Aya segera menoleh dan melihat Amira. "Aya.. " panggilnya


Mereka segera berpelukan melepas kerinduan. setelah sekian lama tidak pernah bertemu. kini mereka bertemu sudah sama sama dewasa.


"Selamat ya Ay.. kata bang Kenan kau sekarang jadi powan. Aku senang mendengarnya." ucapnya


"Terimakasih Am.. kau sendiri? " tanya Aya


"Aku masih bantuin toko kue milik mamaku." jawabnya


"nggak papa.. malah seneng dong mama ada temennya." ucap Aya


"Ayo segera siap siap. Kenan sudah siap tuhh dari tadi nungguin kamu." tegur Debby


...***...


Saat ini mereka tengah berada di rumah Fahira


Fahira terlihat lebih cantik dengan kebaya putihnya. biasanya Fahira hanya memakai pakaian kantor dan juga daster dirumah. kali ini Fahira benar benar cantik dengan penampilan sore ini.


Acara pertunangan hanya di hadiri oleh keluarga terdekat dan Teman teman Fahira juga Kenan.


Ayah Fahira berjalan menyambut kedatangan keluarga Kenan. Dengan senyum merekah Ayah Fahira mempersilahkan keluarga Kenan untuk duduk di tempat yang sudah di siapkan.


Acara segera di mulai. rangkaian demi rangkaian sedang di lalui. kini Kenan dan Fahira sudah resmi bertunangan. Dan acara pernikahan akan segera menyusul. Kenan dan Fahira tidak akan menunggu terlalu lama. mereka suda sama sama dewasa jadi lebih cepat lebih baik.


Derttt.. Derttt..


Suara ponsel yang nyaring berdering dari saku celana ayah Fahira


Ayah Fahira yang diketahui bernama Hermansyah pun segera menyingkir untuk menerima telpon..


"Baik.. setelah acara putriku selesei aku segera ke gudang." jawabnya


"Ayah.." panggil Fahira


"Iya, nak.." jawabnya


"Bisa nggak Ayah tidak menerima telpon dulu. ini acara ku ayah" pinta Fahira


"Iyaa.. maaf Ayah selalu sibuk dengan pekerjaan Ayah." jawabnya Herman segera menonaktifkan ponselnya


Walau berada di acara pertunangan putrinya namun pikirannya melayang di gudang.


Aya segera pamit pada Keluarga calon kakak iparnya. karena ada pekerjaan yang harus segera di atasi. lagipula acaranya juga sudah selesei.


Setelah berpamitan Aya segera meninggalkan rumah megah milik Keluarga Fahira.


...***...

__ADS_1


Kini Aya sudah berada di kantornya


Aya sedang ngobrol dengan Fandi


"cari tau pemilik arloji ini Fan." ucap Aya sembari menyerahkan arloji mahal yang sudah di simpan begitu lama di lacinya


"ini.. dapat dari mana kamu Ay.. ini arloji mahal loh." tanyanya, sambil mengamati Arloji yang ada di tangannya.


"Aku tau itu mahal.. makanya aku minta padamu untuk mencari tau pemiliknya. tidak mungkin kan arloji itu tidak ada datanya di sana." ucap Aya pada Fandi.


Fandi adalah sahabat Aya sejak kecil. orang tua Fandi memiliki toko Jam tangan yang bermerk. jadi Fandi tau mana jam tangan mahal dan murah.


"Ok.. aku akan segera cari tau. tapi untuk apa Ay..?" tanyanya


"Untuk penyelidikan kasus.. udah kerjakan saja." jawabnya.


"Tapi ada satu syarat." jawabnya.


"Duhh.. syarat apaan?? uang bensin?" tanya Aya


Fandi malah tertawa terbahak bahak. "mana ada Fandi minta ganti uang bensin." jawabnya


"Lantas apa? jangan bilang carikan aku wanita." sahut Aya


"Betull.. kenalkan aku teman wanitamu Ay.." jawabnya


"kamu ini.. nggak takut tuu kenan kutukan..?" tanya Aya


"Bercanda doang.. aku sudah insaf." jawabnya.


"Aku ingin kau nanti malam temani aku." jawabnya


"Kemana?" tanyanya


"Temenku ulang tahun. aku ingin kau menemaniku di acara ulang tahun temanku." jawabnya


"Nggak ada yang lain gitu Syaratnya. aku kan sibuk Fan." ujar Aya


"Ayolah Ay.. siapa tau kamu tertarik dengan salah satu temanku." ucap Fandi


"lihat saja nanti.. terkadang aku ada pekerjaan mendadak." jawabnya


"Aku jemput nanti jam 7. kau harus sudah siap." ucap Fandi


"Jangan memaksa.. aku tidak.. suk.." belum juga selesei ngomong Fandi sudah pergi meninggalkan.


"Kebiasaan.. sebelll." gumamnya.


...**...


Aya berjalan dengan bergandengan tangan dengan Fandi memasuki gedung restoran. di mana undangan ulang tahun di adakan.


Saat melangkah Aya tidak sengaja mendengar suara lelaki yang sangat tidak asing di telinganya.


Aya menghentikan langkahnya sebentar dan menoleh ke asal suara tersebut.


Disana ada beberapa pria yang tengah bercanda ria bercampur dengan beberapa wanita.


Deggg...


...Bersambung ...

__ADS_1


__ADS_2