
" Bagaimana sayang, apakah kau ingin bersekolah ?" tanya bibi Zahra.
Lalu Athena tersenyum " Sekolah ?" tanya balik Athena.
" Iya... Sekolah, di sekolah bagaimana ?"
" Apa bibi serius, ingin menyekolahkan ku di sekolah ?" tanya Athen lagi.
" Iya sayang bibi serius, lihat apa diwajah bibi terlihat sedang bermain-main dengan pertanyaan itu?" seraya menatap serius Athena.
Mereka terdiam sampai tiba-tiba....
" YAAAA.... AKU MAU BIBI, AKU MAU SEKOLAH!" jawab Athena penuh dengan semangat dan senang tentunya.
" Baiklah, bibi akan mencarikan mu formulir pendaftaran sekolah,"jawab bibi Zahra penuh dengan kepastian.
__ADS_1
" Terimakasih bibi terimakasih," Athena pun memeluk bibi Zahra penuh dengan kebahagiaan.
" Sama-sama sayang, sama-sama," bibi Zahra pun membalas pelukan Athena dengan penuh kehangatan, lalu bibi Zahra melepas pelukannya.
" Baiklah bibi akan berangkat bekerja, hati-hati di rumah dan bisakah kau berikan ini pada tetangga sebelah?" bibi Zahra pun memberikan sebuah barang yang entah isi nya apa pada Athena untuk diberikan pada seseorang.
Athena pun mengambil barang tersebut lalu, menganggukkan kepalanya yang berarti ia mengiyakan.
" Ya sudah, bibi berangkat oh ya, di dalam laci deket rak sepatu ada uang, uang itu untuk belanja bahan masakan bisakah kau berbelanja bahan masakan itu dan kau tidak usah khawatir, di sana sudah ada list bahan apa saja yang nanti kau beli,"ujar bibi Zahra seraya bersiap untuk berangkat kerja.
" Oke, aku akan belanja,"ucap Athena.
" Byeee sayang... oh ya di dalam tas itu ada alamat di mana kau bisa mengantar barang itu," Ucap bibi Zahra yang sudah membuka pintu rumah.
" Oke," balas Athena.
__ADS_1
Bibi Zahra memasuki taksi tersebut seraya mebuka kaca mobil itu " Bibi berangkat kerja dulu sayang, hati-hati yaa... Daaaahhh.... " mobil pun berjalan meninggalkan halaman depan rumah.
" Daaadaaahhh... bibi," balas Athen seraya melambaikan tangannya dan mobil pun hilang dari pandangannya.
" Oke, aku akan mandi dulu lalu memberikan barang titipan bibi ke sang penerima, lalu aku akan belanja bahan masakan. Oke semangat Athena memulai hari baru dan lembaran baru,"ujar Athena memberikan semangat pada dirinya.
Athena pun masuk ke dalam rumah dan melanjutkan aktivitasnya, cukup lama ia sibuk dengan aktivitasnya. Ia pun berangakat untuk mengantarkan titipan barang itu lalu, berangkat membeli bahan masakan.
Ia berjalan menyusuri jalanan melihat aktivitas orang-orang di sini, ia meniliti setiap orang yang ia lihat sungguh berbeda dengan tempat tinggalnya dulu, kalau di sana orang-orang sibuk dengan dagangannya, lalu pertaniannya, peternakannya dan juga di sana orang-orang suka bercengkerama dan juga ramah pada setiap orang yang mereka temui di jalan mau yang dikenal atau tidak dikenal mereka akan memberikan keramah-tamahannya.
Kalau di sini yang ia lihat semua orang sibuk dengan dirinya masing-masing ada yang sedang sibuk bermain gadjet, ada yang sedang sibuk menelepon ada juga, yang paling ia bingung ada sekelompok orang yang sedang duduk bersama-sama tetapi, tidak ada percakapan apapun antara mereka, mereka hanya sibuk dengan gadjet mereka masing-masing lagi. Sungguh sangat jauh perbedaaannya yang dekat malah menjauh, yang menjauh belum tentu mendekat.
Ia pun sudah sampai didepan rumah tersebut
" Apa ini benar rumahnya, coba kulihat lagi alamatnya," ia pun melihat lagi alamat yang tertera di kertas itu " bener kok ini rumahnya, kok rumahnya gede banget ya, halaman rumahnya juga bisa muat 2 mobil atau 3 mobil nih, kalau traktor masuk muat gak ya? dah lah gak tau ngapain juga dipikirin kan niatnya ke sini mau ngasih barang titipan ngapain juga mikirin rumah orang. Haadeehh.. " monolog Athena pada dirinya.
__ADS_1
Ia pun memasuki rumah tersebut dan memencet bel rumah itu, tak lama kemudian ada sebuah suara dari dalam rumah itu dan pintu pun terbuka.
13-11-2020