ATHENA (TAMAT)

ATHENA (TAMAT)
chapter 28


__ADS_3

Pagi ini cuaca sedang tidak bersahabat hujan turun dari pagi-pagi buta hingga sekarang, suhu udaranya pun cukup dingin aku tengah menyesap cokelat panas ku sembari memandangi turunnya hujan, bibi Zahra tidak bisa pulang ia memberi pesan padaku bahwa ia akan menginap di sana sampai 3 hari kedepan jadi aku akan sendirian di rumah.


Saat aku tengah sibuk dengan pemikiran ku tiba-tiba bel rumah ku berbunyi segera aku beranjak menuju pintu depan.


" Hai"


" Hai ayo silahkan masuk oh ya... kau bisa meletakkan payung mu di tempat payung dekat pintu," ujar ku seraya berjalan masuk ke dalam.


" Kenapa tidak memberi kabar jika kau ingin datang ?" tanya ku.


" Bagaimana aku bisa memberi kabar jika aku ingin datang, aku saja tidak punya nomor telepon mu," lalu ia duduk berhadapan dengan ku.


" Mau cokelat panas?" tawar ku.


" Karena kau menawarkan aku mau," ucapnya dengan senyuman konyolnya.


" Baiklah," aku pun beranjak dari tempat duduk lalu menuju dapur membuat cokelat panas untuk tamu ku yang tak diundang ini, tak berapa lama cokelat panasnya sudah siap.


" Ini. "


" Terima kasih, " dengan senyumannya.


" Yaaa.. "


" Bibi Zahra mana, aku tidak melihatnya apa dia masih tidur?"


" Tidak. bibi Zahra tidak bisa pulang katanya 3 hari kedepan ia menginap di tempat kerjanya," jelas ku.


Ia pun hanya menganggukkan kepalanya sembari menyeruput cokelat panasnya


" Oh ya, bagaimana sekolah mu apakah menyenangkan ?"

__ADS_1


" Cukup menyenangkan."


" Cukup? apa arti dari cukup itu ?"


" Yaaa.... cukup, cukup menyenangkan."


" Hanya itu?"


" Iya, memangnya apa lagi?"


" Oohh... Godd... kau tahu arti dari 'cukup' itu cukup bisa berarti cukup atau juga bisa berarti kurang."


" Eeeee... aku tak mengerti, " ucap ku memang tak mengerti maksudnya.


Keadaan sunyi senyap karena masih dalam keadaan bingung tentang apa yang Lyra katakan daan....


Braaakkk...


" Sudahlah lupakan, " ucap Lyra.


" Kau benar-benar membingungkan Lyra. "


" Memang, " seraya menyeruput kembali cokelat panasnya.


" Kau tahu Lyra aku-...." sebelum kalimat ku berlanjut Lyra sudah memotong kalimat ku.


" Aku tidak tahu, kau saja belum menjelaskan pada ku bagaimana aku bisa tahu," ucapnya.


" Makanya aku beritahu agar kau tahu, " ucap ku dengan kesal.


" Oh baiklah."

__ADS_1


" Sudahlah! tidak jadi, mood ku berubah karena dirimu."


" Hoohh... kenapa bisa, memangnya kenapa?"


" Aahhhh.. sudahlah lupakan! "


" Athena ku beritahu yaa.. dulu waktu kecil kalau saat hujan seperti ini ibu ku selalu memberikan ku cokelat panas dan membuatkan ku kue brownies cokelat dengan taburan keju berlimpah di atasnya," ujar Lyra sembari mengingat-ingat masa kecilnya.


" Masa kecil mu sungguh menyenangkan, berbanding terbalik dengan ku. Dulu aku memang pernah bahagia tapi hanya sebentar tidak bertahan lama."


" Kenapa bisa? " tanya Lyra pada ku.


" Ada seseorang yang tak mau dan tak suka aku bahagia. "


" Siapa?"


" Seseorang yang katanya adalah seorang pahlawan dalam kehidupan, menemani dalam kegelapan dan kesendirian, pandai dalam segala bidang, tak pernah kenal lelah, ia sangat dicintai dan disayangi semua orang."


Aku terdiam sejenak amarah dan kebencian ku datang kembali dalam diriku " tapi aku membencinya. Sangat membencinya. "


" Kenapa kau membencinya dan kenapa juga dia tak mau kau bahagia ?" tanya Lyra lagi padaku.


" Kau mau tahu jawabannya?" tanya ku balik.


" Tentu, kenapa tidak."


" Kenapa kau ingin tahu?"


" Entahlah hanya saja, aku mendapat firasat bahwa kau menyembunyikan sesuatu."


Aku pun menyinggungkan senyuman atas apa yang Lyra katakan padaku, ia berkata bahwa aku menyembunyikan sesuatu , tapi memang benar aku menyembunyikan sesuatu dan merencanakan sesuatu yang sangat hebat.

__ADS_1


14-12-2020


__ADS_2