ATHENA (TAMAT)

ATHENA (TAMAT)
chapter 03


__ADS_3

Pagi pun tiba saat nya Lizz untuk melanjutkan kegiatannnya yang tertunda kemarin, saat sedang asik melanjutkan kegiatannya tiba-tiba suara bel rumah pun berbunyi


tingtong...


"Yaa.. tunggu sebentar"


Lalu ia pun beranjak pergi untuk membukakan pintu.


"Hai....." sapa seorang perempuan yang sangat ramah


"Oh hai juga.." balas Lizz ramah


"Perkenalkan namaku Jiza dan ini anak perempuan ku Hana rumah ku tak jauh dari sini. "


"Ohh.. halo nona Jiza perkenalkan namaku Lizz aku orang baru disini, maaf ya aku belum bisa memperkenalkan diriku pada yang lain karena, aku baru pindah semalam, " ujar Lizz


"Oh.. tak apa aku mengerti lagi pula aku mengetahui ada orang baru disini itu dari suamiku semalam saat dia sehabis pulang dari bekerja ia melihat seseorang masuk ke rumah ini, dan ternyata rumah ini sudah dihuni oleh baru, dan juga sebagai tanda perkenalan ini aku membuat pie buah sekalian bekal untuk suamiku bekerja, " sambil memberika pie buahnya pada Lizz


"Aahhh... terimakasih banyak nona jiza aku sepertinya sangat merepotkan mu. "


"Aahh.. tidak kok aku merasa tidak direpotkan, oh ya panggil aku Jiza saja jangan pakai nona itu terlalu formal. "


"Oh,baiklah jiza mari masuk, " mereka pun masuk ke dalam rumah Lizz


"Silahkan duduk maaf ya sedikit berantakan. "


"Tidak apa, " ujar Jiza


"Sebentar akan ku buatkan minuman."


"Tidak usah, kami tidak ingin merepotkan mu, " ujar Jiza


"Tidak kok, tidak merepotkan santai saja, " lalu Lizz pun ke dapur untuk membuatkan minuman kepada jiza dan juga Hana anaknya jiza


Tak lama kemudian Lizz pun kembali sambil membawa nampan yang berisi teh hangat dan juga cemilan kecil


"Maaf ya aku hanya ada teh hangat dan jyga cemilan, " sambil menaruh nampannya di meja


"Ya." jawab jiza

__ADS_1


Mereka pun mengobrol sambil meminum teh dan juga memakan cemilan mereka tak menyadari bahwa Hana tiba-tiba tak ada di samping jiza.


"Hahahah... tidak lagi pula aku dan suamiku merasa lebih senang bertempat tinggal di daerah seperti ini lebih asri dan sejuk makanya aku, anak-anak dan juga suami ku pindah kesini, " terang jiza.


"Lalu bagaiman Hana, apakah ia betah disini? " tanya Lizz.


"Iyaaa.. sepertinya begitu Hana sangat - ..." saat ia menengok Hana sudah tidak ada didekatnya.


"Loh.. Hana kemana dia? " tanya jiza.


"Bukannya tadi didekat mu? " tanya Lizz pada jiza.


Iya tadi dia ada sini tapi kemana dia... " ujar jiza sangat khawatir.


"Ayo kita cari Hana pasti dia masih ada disekita sini, " ujar Lizz.


"Iya ayoo.. " jawab Lizz.


Mereka pun mencari Hana disekitar rumah seperti di ruang makan, dapur, kamar mandi, halaman belakang, teras depan, ruang tamu dan ruangan lainnya tapi Hana tak kunjung ditemukan.


"Apakah kau menemukan Hana?" tanya jiza.


"Oohh... Tuhann.. dimana Hana, ohh.. Hana dimana kau sayang..." ujar jiza yang sangat khawatir pada putrinya Lizz membantu jiza untuk menenangkannya agar tidak merasa bersalah karena tidak menjaga putrinya dengan baik.


"Tenanglah jiza pasti Hana masih disini, di dalam rumah ini lagi pula jika dia memang keluar pasti pintu depan akan berbunyi, " ujar Lizz seraya menenangkan jiza.


"Tapi, tunggu ada satu ruangan yang belum kita datangi. "


"Ruangan... ruangan apa bukankah seluruh ruangan sudah kita datangi tapi Hana tidak ada, " ujar jiza.


Lalu, Lizz pun pergi ke ruangan tersebut dan jiza mengikutinya dari belakang mereka, naik ke lantai atas di ujung sana ada sebuah ruangan yang pintunya ber cat merah muda mereka memasuki ruangan tersebut, didalamnya terdapat sebuah kasur kecil untuk bayi dan barang-barang khusus bayi lainnya dan disampin itu mereka melihat Hana sedang duduk di karper berbulu yang empuk sambil bermain boneka.


"Hana... sayang... putriku kau disini ternyata," ujar jiza dengan perasaan lega.


"Ibuuu.... " Hana pun berlari kearah jiza dan langsung memeluknya.


"Oohh... sayang ku... ibu mencari mu diseluruh tempat tapi, ternyata kau disini rupanya, " ujar jiza yang masih memeluk putrinya.


"Lain kali jika Hana ingin pergi ke suatu tempat bilang pada ibu mu ya... kasihan dia mencari-cari mu, " ujar Lizz dengan lembutnya sambil mengelus surai hitam rambut Hana masih dengan kelembutannya.

__ADS_1


"Maaf kan Hana bu.. tadi Hana lupa memberi tahu ibu, Hana ingin berjalan-jalan tapi kaki Hana malah menyuruh Hana untuk pergi kesini dan Hana pergi kesini, Saar Hana sampai disini Hana melihat banyak boneka dan juga Hana bertemu teman baru disini" jelas Hana dengan celetuk polosnya.


"Teman... disini, siapa?" tanya jiza ibunya.


"Iya teman, itu disana " tunjuk Hana ke tempat tidur bayi.


Mereka pun melihat disana ada bayi kecil yang sangat cantik sedang tertidur dengan pulas.


"Oohh.. perkenalkan ini anakku Athena" sebuah pernyataan dari Lizz.


"Anak mu, wahh cantik sekali, dia bukan seperti bayi tapi seperti boneka lihat lah saat dia tertidur pun masih dengan senyuman" ujar Jiza dengan senang.


"Hana mau lihat teman Hana," ujar Hana dengan polosnya.


"Iya sini ibu gendong, " Jiza pun menggendong putrinya untuk melihat Athena kecil.


"Wahhh.. bukankah dia sangat cantik bu seperti ku, " ujar Hana dengan senyuman manisnya


"Iyaa.. oh ya dimana suamimu aku tidak melihatnya? " tanya jiza pada Lizz


"Hhhmm.... suamiku sudah menikah dengan perempuan lain, jadi aku dan dia sudah bercerai dan kami berpisah aku membawa putriku, " ujar Lizz dengan raut sendunya


"Aahh.... maaf kan aku, aku tidak tau kalau kalian sudah berpisah, maaf kan aku, " jawab jiza dengan perasaan bersalah.


"Tak apa, lagi pun kami sudah bahagia dengan kehidupan kami masing, " ucapnya sambil tersenyum.


"Oh ya, sepertinya kami sudah terlalu lama disini dan juga mengganggu aktivitas mu jadi kami harus pulang."


"Oh kalian akan pulang cepata sekali, tak apa lain kali kalian bisa bermain disini lagi."


"Iya,baiklah kami pulang Hana ucap kan sampai jumpa pada bibi Lizz."


"Sampai jumpa bibi Lizz besok aku akan bermain lagi kesini" ucap Hana.


"Iya sayang," ujar Lizz.


Mereka pun turun menuju pintu utama, mereka berpisah jiza dan putrinya pulang sedangkan Lizz dia masuk kedalam rumah dan menuju ke kamar bayi kecilnya.


"Sayang.... maaf kan ibu mu ini, ibu akan merawat mu, menjaga mu, menyayangi mu, dan membesarkan mu ibu menyayangi mu nak, " Lizz pun mencium bayi kecilnya dengan kasih sayang, meskipun Lizz hanya ibu pengganti tapi, Lizz tetap akan menyayangi dan mencintai Athena putri kecilnya.

__ADS_1


30-08-2020


__ADS_2