
Oh yaaa... di chapter ini sedikit berbeda, gak sedikit sih tapi banyak heheee.... karena di chapter ini tokoh utama kita tidak akan sering muncul seperti di chapter-chapter sebelumnya, karenaaaa... yang akan muncul di chapter ini adalah seseorang yang selama ini dicari-cari oleh kalian para pembaca setia ku. Siapa kah dia??? oke tanpa banyak basa-basi lagi kita langsung masuk ke ceritaaaa...
...~ ~ ~ ~ ~ ~ ~...
Di sebuah tempat yang luas terdapat banyak sekali orang-orang yang sedang berada di sana ada yang sedang berkerumun dan ada yang sedang bersih-bersih. Mereka semua terlihat serasi memakai pakaian dengan warna yang sama yaitu warna orange, dan yang membedakan adalah di baju yang mereka pakai tertera sebuah angka yang berbeda-beda di setiap orang dan setiap orang memanggil sesamanya bukan dengan sebutan sebuah nama, tetapi angka yang tertera di baju mereka.
Tiba-tiba datang seorang sipir wanita memanggil salah seorang diantara mereka.
"Tahanan 40063! segera ikuti saya ada tamu untuk Anda!" teriak sang sipir.
Lalu jalanlah seorang wanita dengan baju berwarna orange dengan sebuah angka 40063 yang tertera dibajunya. "Saya," ujarnya.
"Ikuti saya ada tamu untuk Anda!" ujar sipir wanita itu, lalu orang itu mengikuti sang sipir meninggalkan tempat itu.
Mereka yang tadinya terdiam memerhatikan sang sipir dan wanita tersebut yang telah pergi kini kembali melanjutkan aktivitas mereka yang tertunda.
"Heii! menurut kalian siapa tamunya?" tanya salah seorang wanita yang bajunya tertera angka 40065.
"Entah. Memangnya siapa?" seru seorang wanita lain dengan angka yang tertera dibajunya 40060.
"Aku tanya! kenapa kau malah balik bertanya bodoh!" balas wanita itu.
"Heeiii... kau mengataiku bodoh, bos lihatlah tahanan 40065 mengataiku bodoh."
"Memang kau bodoh," balas wanita lain dengan angka yang tertera dibajunya 40061.
"Aaaiiisshh... tidak ada apa yang membelaku, sekali-kali aku dibela lah."
"Apa mungkin... Tidak mungkin," seru salah seorang wanita lainnya dengan angka yang tertera dibajunya 40066.
"Apa? apa yang tidak mungkin?"
...~ ~ ~...
" Silahkan waktu mu 30 menit dari sekarang!" ujar sipir wanita itu lalu pergi, wanita itu berjalan perlahan dan melihat siapa yang datang berkunjung untuknya, ia pun duduk seraya memperhatikan orang didepannya.
Sebuah senyuman terukir di wajah sang tamu yang datang untuk seorang tahanan 40063, dapat terlihat di sana rasa kerinduan yang sangat amat dalam terpatri di wajah perempuan muda di depan seorang tahanan 40063. Meskipun jarak mereka dibatasi oleh sebuah kaca dua arah, tapi tetap tahanan 40063 dapat melihat dengan jelas sebuah senyuman, senyuman yang ia rindukan bertahun-tahun lamanya tak ada yang berubah dari senyuman itu. Ingin rasanya ia memeluk orang didepannya tapi, ego. Egonya lebih besar dari rasa kerinduannya.
Egonya yang meluluh-lantah kan semua, semua masa lalu yang tak akan pernah ia lupakan sampai mati.
"Sedang apa kau di sini? kenapa kau ke sini?" tanyanya pada perempuan didepannya.
"Seharusnya kau senang aku datang ke sini, apakah kau tidak senang jika aku datang?"
"Langsung saja, mengapa kau datang ke sini?"
Perempuan didepannya. pun tersenyum "aku hanya rindu. "
"Sejak kapan kau bisa rindu dengan ku?"
Lagi. Perempuan itu tersenyum lagi menanggapi pertanyaannya "sejak. kapan ya? eehhmmm.... sepertinya sejak aku memasukkan mu ke penjara. Mungkin. "
__ADS_1
"Lebih baik kau pergi dan jangan menemui ku lagi. "
"Kenapa ? aku kan merindukan mu. "
"Kau tanya kenapa?! seharusnya kau sudah tahu jawabannya. "
"Aku tak tahu. Coba jelaskan."
"Pergi. "
"Tidak. "
"Ku bilang pergi. "
"Waktu ku belum habis di sini. "
"PERGI!!! " teriaknya, membuat orang-orang yang berada di sana mengalihkan perhatian ke arahnya dan orang yang ia temui itu.
"Aku sudah bilang bukan aku yang membuat 'dia' pergi dari hidup mu, tapi kau lah yang membuat 'dia' pergi dari hidup mu. Aku hanya korban bukan tersangka. Jaga dirimu baik-baik, aku menyayangi mu, Ibu. Permisi, " perempuan itu pun menutup sambungan teleponnya dan melangkah pergi dari sana.
Setelah perempuan itu pergi dari hadapannya air mata yang ia bendung tak bisa ia tahan lagi, hancur sudah segalanya. Segalanya.
Seharusnya hari itu, hari di mana keegoisannya ia bisa kontrol, ia bisa tahan. Tapi... tak bisa ia sudah kelewat batas saat itu. Sebuah perjanjian dan rencana bodoh yang ia jalankan bersama seseorang menghantarkannya pada tempat ini.
Tempat untuk para pendosa yang yang melakukan tindakan kriminal. Yaaa.. tahanan.
Wanita itu pun pergi dari sana lalu berlari meninggalkan tempat tadi.
...~ ~ ~ ~ ~...
"Mungkin saja tamunya ada banyak, jadinya lama. "
"Jangan bodoh ! di sini yang boleh berkunjung hanya satu orang,itu pun harus memberi surat izin terlebih dahulu beberapa hari sebelum datang. Dan juga waktu berkunjung maksimal hanya 30 menit tidak lebih."
"Oh ya yaa... aku baru ingat heheheee.. "
"Aahh... apa mungkin ia kembali ke kamar?"
"Aahh... yaaaa... mungkin saja, kita kesana?"
"Yaaa... ayo ayoo."
Mereka pergi menuju ke tempat tujuan mereka, saat mereka sudah masuk ke sana mereka melihat seorang wanita tengah menangis tersedu-tersedu dipojok ruangan.
Dengan hati-hati mereka menghampirinya.
"Kau tak apa?" tanya seorang wanita yang bajunya tertera angka 40064.
Wanita itu mendongakkan wajah terlihat wajahnya yang sembab dan air mata yang tiada hentinya mengalir terus di kedua matanya.
"Aku tak apa, " jawabnya di tengah isakkannya.
__ADS_1
"Jangan berbohong, kami tahu kau pasti ada apa-apa, tenang kami akan selalu ada disamping mu kami tak akan pernah meninggalkan mu. "
"Yaaa.. Maya benar kami akan selalu ada untuk mu dan selalu ada terus disamping mu, apapun yang terjadi. Kita kan teman seperjuangan di sini," seru yang lain.
"Jika kau ingin bercerita, ceritalah kami siap menjadi pendengar baik mu. Tapi jika kau tidak ingin bercerita dan ingin sendiri, kami akan pergi, " ujar yang lain dengan hati-hati agar tidak membuat wanita didepannya menjadi tambah menangis.
"Tak usah, kalian tetaplah disini. Aku butuh banyak orang untuk mendengar keluh kesah ku."
"Baiklah," mereka pun duduk seraya memperhatikan wanita didepannya.
"Lizz.. apa yang datang tadi adalah putri mu? Athena?" tanya salah seorang diantara mereka.
Lalu salah seorang menyenggol lengan wanita yang bertanya tadi dengan mata melotot.
"Apa? aku hanya bertanya memangnya salah?"
"Bertanya memang tak pernah salah, tapi pertanyaan mu yang salah."
"Waaahh... apa kah benar? oohh... Lizz maaf kan aku, aku tak tahu, " ujar wanita itu dengan wajah polosnya.
"Apa apa tak tahu, apa apa tak tahu. Apa yang kau tahu?!"
"Entah."
"Sira kau tak salah, kau tak perlu minta maaf. "
"Tuuuhhh... Lizz saja bilang bahwa aku tak salah."
"Aaaiiisshh.... anak ini, ku gantung kau lama-lama di pohon cabe," ujar Maya.
Lizz tersenyum sedikit melihat kepolosan salah satu teman sekamarnya di sel tahanan ini.
"Sudah-sudah Dila tak usah diperpanjang, jika kau memang ingin menggantung anak ini, sekalian gantung saja ia pohon toege. "
Dan sebuah perdebatan aikonik terjadi antara Sira yang polosnya sampai ke akar-akar dan Dila yang rasa tak mau mengalahnya sampai ke akar-akar.
"Teman-teman terima kasih, kalian sudah mau menghibur ku dengan baik, meskipun air mata ini tetap keluar dan tak mau berhenti," ujar Lizz.
"Aahhh... Lizz kita kan teman, satu kamar, satu geng lagi jadinya kita akan selalu bersama saat salah satu diantara kita ada yang sedih atau ada yang sedang terpuruk, kita akan selalu bersama-sama kita kuat, kita bagaikan sekelompok pohon kelapa yang tinggi meskipun badai menerpa, angin bertiup kencang. Kita akan bersama! Kita hadapi bersama-sama," ujar wanita lainnya dengan semangat yang membara.
"Waah... kata-kata yang bagus Juju, dapat dari mana?" tanya Sira.
"BKKG. "
"BKKG?"
"Buku kata-kata bagus. "
"Beli dimana?" tanya Sira lagi.
"Toko bangunan."
__ADS_1
...26-02-2021...
SEGITU DULU SISANYA BESOK MAKASIHH.. 😊😊