
" Kau yakin tidak ingin pulang bersama ku?" tanya Lyra yang sudah memasuki mobil.
" Ya tidak usah. Aku akan pulang dengan berjalan kaki saja, " ujar Athena.
" Hufftt... baiklah hati-hati di jalan," ucap Lyra.
" Iya.. oke sampai jumpa."
" Sampai jumpaa... daaaahh... Athenaaaa... " mobil Lyra sudah pergi menjauh dari pinggir jalan, kini tinggal aku sendiri udara malam ini cukup dingin untung saja aku membawa jaket jadi, aku bisa memakai jaket ku.
Festival buah telah usai Lyra sudah pulang dengan mobil pribadinya tadi, supirnya menjemputnya pulang sebenarnya Lyra sudah mencoba mengajak ku untuk pulang bersama hanya sajaa.... aku ingin pulang sendiri.
Aku berjalan menyusuri kota di sini terlihat banyak toko-toko dan juga cafe masih buka dan terlihat masih ramai, jam menunjukkan pukul 7 malam tapi aku belum kembali pulang ke rumah, tiba-tiba handphone ku berbunyi aku segera merogoh saku jaket ku, ku lihat handphone ku terdapat sebuah notif masuk segera ku buka isi dari notif tersebut.
Bibi Zahra
" Sayang maaf mengganggu mu , bisakah kau tempat bibi bekerja sebentar untuk mengambil sesuatu ini alamatnya jln.begonia no.666 . Terima kasih"
Setelah aku membaca isi pesan itu aku segera berjalan menuju tempat bibi bekerja sebenarnya aku tidak tahu pasti letak alamat yang bibi kirimkan pada ku, jadi aku hanya memakai insting ku saja kemana kaki ini melangkah dan selama perjalanan akhirnya aku sampai di tempat yang kutuju, Hahaha... ternyata insting ku bisa benar Pikirku.
" Apakah ini benar alamatnya jalan begonia no. 666... yaaaahhh... ini memang benar alamatnya," segera aku menelepon bibi Zahra.
__ADS_1
" Halo bii... aku sudah di depan alamat yang bibi kasih pada ku.. tapiiii... aku harus kemana?"
"........."
" Oohh... baiklah pintu timur, oke aku akan menuju pintu timur."
Ku tutup sambungan telponnya, tapi tunggu... pintu timur sebelah mana? kanankah? atau kirikah? aku tidak tahu arah-arah seperti itu.... ya sudahlah aku harus memakai insting ku lagi jadi aku harus keee.... kiri.. pikirku lalu aku menuju jalan ke sebelah kiri.
Daaannn... ternyataaa... benar lagiii.... insting ku benar dan tepat lagiii... aku bisa melihat bibi Zahra sedang berdiri dekat pintu, dengan cepat aku berlari ke arah bibi Zahra.
" Bibi!!"
" Astaga anak ini membuat jantungan saja. "
" Ya sudahlah... ini bawalah pulang, " sambil menyerahkan sebuah tas berisi sebuah kotak didalamnya.
" Ini apa?"
" Kau bisa melihatnya nanti, ya sudah pulang sana. "
" Bibi mengusir ku?!!"
__ADS_1
" Eehhmmm.... entahlah menurut mu?"
" Aaiiisshhh... bibi ini baru saja aku sampai, kasih minum kek, suruh duduk sebentar kek, kasih cemilan dulu kek, atau apa kek... laaahh... ini malah suruh pulang langsung," ujar ku dengan wajah cemberut.
" Ululuuhhh.... keponakan bibi tersayang ini... tapi maaf bibi tidak bisa berlama-lama, karena pekerjaan bibi masih banyak. Oh yaa paling nanti bibi akan pulang larut malam jadi kau setelah ini kau langsung pulang dan istirahat tidak perlu menunggu bibi. "
" Ok. "
" Tapi tunggu sebentar kenapa kau masih memakai seragam sekolah ?"
" Ehehehehh... anu bibi... tadi sebenarnya aku pulang cepat karena guru sedang rapat tapiiii.... karena aku malas pulang ke rumah jadinya aku langsung ke festival buah. Ehehehheh... "
" Kau ini.. ya sudah setelah ini pulang langsung ke rumah ya!"
" Siap bos," ujar ku seraya memberikan hormat kepada laksama bibi Zahra heheheh...
Bibi hanya tertawa melihat tingkah ku ini, aku pun langsung berbalik menuju jalan pulang dan bibi sudah masuk kembali ke dalam pintu atau bisa dibilang gerbang itu, saat aku baru berjalan beberapa langkah aku melihat banyak sekali mobil masuk ke dalam gerbang besar itu yaaaa... sepertinya gerbang utama tempat ini aku hanya bisa melihat dari jauh saja saat semua mobil sudah masuk gerbang pun tertutup aku dengan kepo tingkat dewa mencoba melihat masuk ke dalam dan dapat!
Aku bisa melihat semua mobil berhenti di pintu utama keluarlah segerombolan orang memakai pakaian serba hitam dengan kaca mata hitamnya tak lupa sebuah alat seperti earphone bertengger di telinga orang-orang tersebut setelah mereka semua keluar, beberapa dari mereka membukakan pintu mobil dan beberapa dari mereka seperti berjaga-jaga orang kaya memang aneh... pikirku.
Saat beberapa orang berpakaian hitam tersebut membukakan pintu mobil nampaklah orang-orang dengan pakaian yang sangat mewah yang laki-laki memakai jas dengan rapih dan yang perempuan memakai dress mahalnya... itu hal biasa karena orang kaya bebas sampai suatu ketika mata ini tertuju pada wanita yang sepertinya sudah berumur 40 tahunan yang masih awet muda bersama dengan seorang perempuan yang ia gandeng bersama nampak kebahagiaan muncul diantara mereka dan Athena tak suka dengan itu.
__ADS_1
05-12-2020