
Perjalanan yang sangat lama dan akhirnya mereka pun sampai di daerah yang terpencil bahkan bisa dibilang sangat terpencil sebab daerahnya hampir berada di wilayah pegunungan.
"Baiklah nak, kita sudah sampai kita akan mencari tempat tinggal yang layak untuk kita huni " tersenyum pada bayi digendongannya sambil mengusap kepala sang bayi.
"Permisi.. maaf nyonya " tanya sang wanita kepada salah seorang penduduk di sana "Apakah disini ada rumah yang bisa saya dan anak saya tempati? " orang itu pun mejawab "Ohh.. sepertinya ada tempatnya di sebelah sana nyonya hanya perlu bejalan lurus tak jauh dari sana terdapt sebuah toko roti lalu nyonya belok kanan disana nyonya ada sebuah rumah yang ku dengar sudah lama kosong " jelas orang itu.
"Oh baiklah terimakasih nyonya " ucap Lizz "Sama-sama " mereka pun pergi menuju tempat yang sudah diarahkan oleh orang tadi,wanita itupun berjalan dan terus berjalan dan tak lama kemudian sampailah di tempat yang dituju.
"Woahh... apakah benar yang orang tadi katakan bahwa ini tempatnya " dia melihat sebuah rumah sederhana yang masih bagus tetapi, agak sedikit kotor lalu, dia mencari pemilik rumah itu saat ia sedang mencari ia tak sengaja menabrak seorang lelaki tua
bruukk...
"Aahh.. maaf kan aku tuan... maaf, " ujar Lizz yang tak sengaja menabrak seseorang "oh tak apa harus nya aku yang meminta maaf karena tidak melihat ada orang dihadapan ku,ehmm... omong-omong sedang apa kau di depan rumah ku? " tanya lelaki tua itu.
__ADS_1
"Aahh.. jadi ini rumah mu, aku berniat untuk membeli rumah ini apakah boleh? " tanya wanita itu pada seseorang dihadapannya.
"Oh.. tentu saja, tapi rumah ini sedikit agak kotor dan juga kata orang- orang sekitar rumah ini berhantu " sambil berbisik saat kata 'hantu' itu.
"Eehhmm... tak masalah mungkin saat aku akan tempati nanti, hantu-hantu disini akan pergi " ucap Lizz " aahh.. kau ini bisa saja hahahahhaha... " sambil tertawa.
" Baiklah karena kau setuju aku akan menjual rumah ini oleh mu deal? " seraya memeberikan jabatan tangan kepada orang tersebut "deal... " balasnya dengan balasan jabatan tangan juga "baik terimakasih tuan atas kerjasamanya."
"Terima kasih. "
"Ooh ya, siapa namamu nyonya kita belum berkenalan."
"Oh perkenalkan namaku Lizz, " sambil menjabat tangan orang didepannya "namaku Roby ,oh ya aku punya sebuah toko yang tidak jauh dari sini jika kau ingin ke toko ku. "
__ADS_1
"Oh, baiklah tuan, terimakasih kapan-kapab saya dan athena akan berkunjung ke toko tuan Roby, " ujar Lizz sambil tersenyum.
"Baik aku pergi dulu, sampai jumpa, " sambil melambaikan tangan dan Lizz pun membalas lambaian tangannya.
Mereka pun masuk kedalam rumah, saat sudah masuk keadaan di dalam agak kotor dan tak terawat. "Baiklah sayang serpertinya pekerjaan kita lumayan banyak, jadi lebih baik kita lakukan sedikit-sedikit saja, pasti akan cepat selesai, " sambil tersenyum dan melihat ke arah athena yang juga ternyata membalas senyumnya.
Lizz pun membersihkan ruangan demi ruangan-ruangan sambil menggendong Athena yang selalu didekapnya, waktu pun tak terasa sudah gelap dan matahari sudah menghilang dari peredarannya.
"Baiklah sayang,sekarang sudah malam apa kau lapar seharian kita tidak makan tapi, kenapa kau tak memberi tahu ku bahwa kita belum makan atau beristirahat dan juga kau tidak menangis, baiklah tak apa ayo kita makan lalu beristirahat dan kita lanjutkan besok okee, " Lizz pun menyiapkan makan malam atau makan siang entahlah karena mereka juga belum makan seharian.
Setelah itu, mereka pun beristirahat untuk melanjutkan tugas yang sudah menunggunya besok.
06-08-2020
__ADS_1