ATHENA (TAMAT)

ATHENA (TAMAT)
chapter 25


__ADS_3

Semuanya masih menatap tak percaya apa yang sudah aku lakukan, yaaa... aku Menyiram seorang perempuan yang sedang membully Lyra sahabatku, perempuan tersebut membalikkan badannya dan menghadap diriku ia menatap tak suka padaku aku hanya diam membalas tatapannya, ia yang memulai dan ia juga yang harus mengakhiri.


" Siapa yang beraninya menyiram diriku!" ujarnya dengan marah.


" Aku. Kenapa kau mau marah atau tidak suka hmm.. " balas ku dalam keadaan tenang.


" Lyra ayoo kita pergi dari sini, tempat ini sangat tidak cocok untuk perempuan seperti mu," lalu aku menarik tangan Lyra untuk pergi dari tempat jahat ini, sebelum aku pergi aku berhenti tepat dihadapan Vanessa " kau tak pantas untuk memperlakukan sahabat ku seperti itu, jika aku melihatnya lagi kau atau teman-teman mu melakukan hal yang dapat membuat sahabatku menangis dan dipermalukan aku tak segan-segan membalasnya dengan hal yang sama atau lebih. Paham!" segera aku menarik Lyra dari sana dan pergi meninggalkan tempat tersebut.


Aku masih menarik Lyra dan sampailah kami di sebuah taman " seharusnya kau tak diam, seharusnya kau membalasnya."


" Aku tidak mau membalas mereka."


" Kenapa?" tanya ku dengan menatap Lyra.


" Jika aku membalas mereka, aku akan sama saja seperti mereka. "


" Jangan suka ditindas Lyra, jika kau sering ditindas kau akan ditindas secara terus-menerus."

__ADS_1


" Aku tahu. Aku hanya menaati perintah orang tua ku saja. Hanya itu. " ucapnya seraya menundukkan kepalanya.


Aku pun memberinya tisu " Ini, keringkan kepala mu dengan tisu ini, siapa tahu bisa membantu."


Lyra pun meraih tisu pemberian ku " terima kasih. "


" Dulu aku juga pernah tindas saat aku masih kecil, lalu seorang memberi tahu ku bahwa aku jangan mudah untuk ditindas atau dipermalukan, aku harus kuat dan aku harus bangkit untuk membalas mereka yang sudah menindas ku. Aku tak peduli aku di cap sebagai anak yang nakal, aku hanya mempertahankan harga diri ku. Itu saja karena harga diri ku sangatlah penting." ucap ku.


" Kenapa kau ditindas?" tanya Lyra.


" Karena aku tak punya ayah atau ibu, seorang perempuan yang merawat ku selama ini bukanlah ibu ku yang sebenarnya, tapi aku tetap menganggapnya sebagi ibu ku. "


" Penjara. " jawab ku.


" Oh maaf aku tak bermaksud..."


" Tak apa, sudahlah lupakan saja. Oh ya kudengar ada festival dekat pusat kota, kau mau ikut bersama ku kesana?"

__ADS_1


" Festival apa?"


" Festival buah, bagaimana kau mau ikut?"


" Eehhmm.... boleh tapiii, kita kan pakai seragam sekolah bagaimana jika nanti... "


" Sudahlah tak usah dipikirkan di sana kan siapa saja boleh datang, lagian kita masih pakai baju meskipun seragam sekolah. Yayaya ikut yaa??" ujar ku.


" Eeehhhmmmm... baiklah ayoooo....lagian sudah lama aku tak lihat festival yang sesungguhnya biasanya aku hanya melihat dari layar tv saja. "


" Okeeee.... sip yuk berangkaaattt.. "


Kami pun menuju ke arah festival dengan berjalan kaki, dan akhirnya kami pun sampai terlihat di sini sangat meriah sekali semua orang berkumpul di sini dengan meriah dan senang, aku dan Lyra mulai berjalan menikmati festival ini, sungguh ini sangatlah senang, di sini kami bisa memakan buah segar dengan gratis, lalu minum jus buah, pie buah, salad buah, dengan gratis dan tentunya dengan harga murah, lalu kami bermain banyak games yang memang sudah tersedia di festival ini sampai kami melihat juga parade mobil yang disulap sedemikian rupa berbentuk buah yang sangat lucu. Sampai di puncak acara yaitu malam hari kami melihat kembang api yang nantinya jika sudah meledak di langit kembang api tersebut berbentuk buah-buahan yang sangat segar


Hahahahahah....


Dan acara pun selesai, kami menikmati dengan bahagia dan senang. Sungguh festival ini sangat menyenangkan.

__ADS_1


01-12-2020


__ADS_2