
14 Tahun kemudian.....
"Ibu aku berangkat yaaa..." sambil berlari dari tangga menuju pintu depan untuk keluar.
"Sayang... ini sarapannya makan dulu," terdengar suara seorang wanita yang umurnya sudah tidak muda lagi.
"Sudah bu tadi aku sudah minum susu yang ada di atas meja makan," sambil memakai sepatu miliknya.
"Jangan minum susu saja makan roti nya juga," menyodorkan sepotong roti berselai anngur "ibu ini sudah telat kami tidak ingin terlambat," dengan wajah cemberut nya.
"Baiklah sebentar.... " tak lama wanita yang ua panggil ibu itu keluar dari dalam "ini bekal untuk kalian jangan lupa dimakan dan ingat dihabis juga."
"Iya bu aku pamit yaa.... daaahhh.... " perempuan itu pun pergi hilang dari pandangan wanita yang ia sebut ibu "hhmm... anak-anak itu" ia pun masuk kembali ke dalam rumah dan menutup pintu.
"Adekkkk... tunggu kakak..... " teriak perempuan tersebut sambil berlari mengerjar adik nya ayoo kak.. cepet nanti bus nya keburu pergi."
__ADS_1
Mereka pun akhirnya bisa masuk ke dalam bus dan mendapat tempat duduk "waahhh... kalian sepertinya buru-buru sekali?" tanya supir bus tersebut "iya pak supir kami takut nanti kami terlambat dan tidak bisa masuk," jawab perempuan tersebut.
"Kalian tidak akan terlambat pak supir akan mengantar kalian tepat waktu jadi duduk dengan tenang dan bus siap berangkat, " kata supir bus itu, bus pun berjalan membelah jalanan yang samping kanan kiri adalah ladang sayuran, ladang gandum, dan kebun buah dan tak lupa ada hutan yang harus mereka lewati untuk mencapai daerah perkotaan.
"Baiklah bagaimana penampilan ku? "
"Kak , kita saja masih berada di bus belum sampai tujuan kita, " jawab sang adik.
"Iyaaa... kakak tahuu sayang tapi penampilan harus diutamakan lihat penampilan kamu ini rambutnya di gerai aja jangan di kuncir mana di kuncir dua lagi jelek tahuu.. " sambil melepas ikatan di rambut sang adik.
"Kak... kakak...kakkk....kak Hanaaa" panggil nya sambil memegang lengan kakaknya " apasih.. " dengan ketus nya
"Kak Hana marah?" tanya nya "menurut kamu?" tanya balik ke adik nya "menurut aku kakak marah iya dehh maaf mayra kak, gini deh biar kakak gak marah nanti kakak aku masakib pie buah gimana? " tawar adik nya yaitu Mayra.
Kakaknya pun melirik sekilas sambil berpikir
__ADS_1
" Hhahahahaah..... " " iihh.. kok kakak malah ketawa "
"Kamu itu lucu banget sihh... "sambil mencubit kedua pipi adik nya itu "aahh.... kakak lepas ini sakit."
"Iya iya kakak lepas," lalu Hana pub melepas cubitannya dari pipi adik nya "kamu itu mana mungkin kakak marah sama kamu, kakak gak bisa marah sama kamu soalnya kakak gak mungkin marah sama adik kesayangan kakak ini."
"Aaahhh..... kakakku aku juga sayang sama kakak, " mereka berdua berpelukan didalam bus untungnya bus yang mereka naikki tidak teralalu ramai jadi mereka tidak merasa malu untuk berpelukan sekaligus mereka sudah mengenal para penumpang yang lain sebab mereka masih satu desa.
Bus pun masih berjalan, akhirnya mereka sudah sampai di tempat tujuan mereka pu turun dari bus tak lupa memberi salam dan berterimakasih kepada supir bus.
Setelah mereka turun mereka berjalan menuju tempat yang memang mereka ingin datangi dan sampailah mereka pada sebuah gedung yang arsitekturnya malah hampir mirip seperti museum, tempat yang mereka datangi adalah tempat audisi.
"Akhirnya sampai juga dan kita datang dengan tepat waktu ayo kita masuk, " saat mereka ingin masuk Hana menghentikan langkahnya.
"Tunggu!" lalu Hana menghadap ke sang adik dan merapikan sedikit pada penampilan adik nya "sudah ayoo kita masuk, " adiknya Mayra hanya menggeleng kepalanya karena menurut nya apa yang di lakukan sang kakak seharusnya tidak perlu, tapi ya itu lah Hana penampilan adalah nomor 1 .
__ADS_1
11-09-2020