
"Azka, " ujar Athena hanya sebuah gerakan bibir saja.
"Nama saya Azka Wester, salam kenal semua, " ujar Azka dengan senyuman ramahnya.
"Baiklah Azka silahkan duduk di bangku yang kosong di sana, " ujar sang guru menunjukkan satu bangku kosong, tepat di samping Athena.
Azka berjalan mendekat menuju Athena senyuman tetap terpatri di wajahnya dan tatapannya tak pernah lepas dari Athena. Sedangkan Athena nampak tak peduli, tapi sebenarnya ia peduli dengan tatapan Azka.
Azka pun segera duduk tepat di samping Athena ia meletakkan tas nya, lalu duduk layaknya seorang murid yang baik.
"Apa kabar Athena ? lama tak berjumpa huh..." ujar Azka dengan suara yang hanya Athena dengar , Athena diam tak menjawab dan lebih memandang ke arah depan. Sedangkan Azka hanya menyinggungkan sebuah senyuman.
"Baik anak-anak... buka bukunya halaman 80 sampai 85, kita bahas sekarang!" dan pelajaran pun di mulai.
Saat pelajaran sedang berlangsung Athena melihat ke arah sebelahnya tepat di tempat Azka duduk, ia hanya mendengar penjelasan dari guru saja tanpa melihat buku, karena Azka murid baru jadi untuk buku paket ia belum memilikinya, saat itulah dengan tiba-tiba Athena menggeser buku paketnya di tengah-tengah agar Azka bisa melihat buku juga.
Sontak Azka segera mengalihkan pandangannya ke arah Athena "jangan terbawa perasaan aku hanya membagi saja agar kau juga bisa belajar," ujar Athena tanpa melihat ke arah Azka.
__ADS_1
"Sifat mu masih sama seperti dulu, tak pernah berubah."
"Aku tetaplah Athena yang dulu tak pernah berubah. "
"Huh? tapi aku rasa kau sedikit berubah, hanya sajaa... kau tak merasakannya," lalu mengalihkan pandangannya lagi menyimak penjelasan guru kembali.
Athena mengalihkan pandangannya ke arah Azka lalu menaikkan satu alisnya "kau mengatakan bahwa aku tidak pernah berubah dari dulu,lalu kau mengatakannya lagi bahwa aku sudah berubah. Aneh!" lalu segera menatap ke arah depan kembali.
"Hahaha.. maksud ku sifat mu tidak pernah berubah, yang berubah hanya. kau semakin cantik dan aku rasa aku tak akan pernah melepaskan mu. Lagi. "
Brakkk...!!
"Ada apa Athena? kenapa kau menggebrak meja mu, apa kau tidak suka dengan cara mengajar ku," ujar sang guru menatap ke arah Athena.
"Maaf bu, saya mau ke toilet."
"Huuuhh... jika kau ingin ke toilet tak usah menggebrak meja kau menganggu pelajaran."
__ADS_1
"Maaf bu. "
"Ya, sudah sana!" Athena pun segera pergi meninggalkan kelas menuju toilet, sedangkan seseorang yang membuat Athena seperti itu hanya menyinggungkan senyuman dan menarik buku paket Athena ke arahnya.
"Kita lanjutkan lagi pelajarannya," pelajaran pun di lanjutkan kembali.
Kini Athena telah berada di toilet perempuan ia berdiri di depan cermin kamar mandi lalu membuka keran dan membasuh wajahnya,lalu ia mengeringkan wajahnya dengan sebuah tisu dan menatap ke arah cermin.
"Azkaa! kau membuat ku marah! " ujar Athena marah, deru napasnya naik turun, amarah mengumpul sampai ubun-ubunnya.
Athena menarik napasnya dan mengehembuskannya lagi supaya emosinya bisa mereda "tenang Athena, tetap tenang Athena.. tetap tenang.. kau bisa menghadapinya, ia hanyalah seorang anak kecil nakal yang selalu merengek kepada ibunya. Tenang dan biarkan saja, jangan pedulikan dia, " ujar Athena pada dirinya.
Ia pun meninggalkan toilet dan berjalan menuju ke kelasnya, ia pun sampai di depan pintu kelasnya lalu masuk ke dalam kelas, dan duduk kembali ke tempatnya.
"Bagaimana? sudah tenang Athena?" tanya Azka.
Athena nampak tak memedulikan pertanyaan Azka dan segera ia menarik kembali buku paket miliknya ke arahnya dari Azka "segera ambil buku paket mu di perpus, aku tidak suka berbagi, " ujar Athena dengan ketusnya.
__ADS_1
"Dan aku juga tidak suka berbagi jika milikku dirampas oleh orang lain," senyuman kembali terpatri di wajah Azka, mungkin menurut murid perempuan lain senyuman Azka sangatlah manis dan ramah, tapi menurut Athena senyuman itu adalah sebuah mimpi buruk.
08-01-2021