
Kini matahari sudah kembali, kicauan burung-burung pun sudah berisik di telinga, kendaraan mulai berlalu-lalang, tak ada lagi kesunyian dan kegelapan malam. Yang ada hanya cahaya yang sudah menerangi bumi dan ramai akan orang-orang yang juga berlalu-lalang untuk memulai aktivitas mereka.
Bertepatan dengan itu seseorang gadis kecil sudah bangun dari tidur lelapnya.
"Hooaamm... aku di mana?" ujarnya seraya mengucek kedua matanya.
Lalu ia menengok ke arah jendela tepat di samping tempat tidurnya "woaah.. sudah pagi rupanya aku harus bersiap untuk sekolah," ucap nya saat ia menengok ke arah sampingnya lagi terdapat seseorang perempuan yang sudah lengkap dengan seragam dan duduk dengan memerhatikan dirinya.
"Kaa--kauu siapa?"
"Manusia."
"Aku tahu kau manusia tapiii.. kau siapa? lalu aku di mana? para pelayan juga di mana? daan kenapa kamar ku menjadi sempit seperti ini bahkan kamar pelayan saja tak sesempit ini," ujar anak perempuan itu.
"Sudah pertanyaan dan kritiknya?" tanya perempuan itu.
"Hah?"
"Hah hoh hah hoh.. dengar kau sekarang sedang aku culik, kau mengertikan arti dan makna kata 'culik ' kan?"
"Hemm kalau tidak salah yang di sekap itu kan? trus yang badannya diiket di bangku trus mulut nya di tutup pake lakban berwarna hitam, habis itu nanti ada yang minta uang? iya akan?!"
"Iyaa seperti itu lah, hanya saja kau tidak akan diikat di bangku, lalu mulut mu di tutup pakai lakban berwarna hitam."
"Lalu kau akan meminta uang pada keluarga ku dan lalu kau membebaskan ku saat kau sudah mendapatkan uang yang kau mau, begitu?" ujar anak kecil itu lagi.
Athena mencondongkan tubuhnya ke arah anak kecil itu dan anak kecil itu sontak memundurkan tubuh nya.
"Aku tak seperti itu. "
"Lalu kau seperti apa?"
"Aku. Yaa seperti aku sediri. Aku menculik mu bukan karena uang, jika dari awal niat ku menculik untuk uang seharusnya aku sudah menculik seorang anak mentri atau anak kerajaan sekalipun, agar aku bisa mendapatkan uang dengan jumlah yang lebih besar."
"Jika bukan karena uang, lalu karena apa?"
Athena memerhatikan wajah anak kecil di depannya lalu mengelus rambut panjang anak kecil itu dan tersenyum.
"Karena aku ingin.. keluarga mu bisa merasakan apa yang aku rasakan selama ini."
"Memangnya kau kenapa?"
Athena bangkit dari duduknya "aku sudah menyiapkan mu sarapan, kamar mandi ada di sana, baju-baju mu ada di lemari itu, kau tidak akan pergi ke mana pun termasuk pergi sekolah sampai kau bebas dari ku. Dan... tetaplah di sini jangan biarkan orang lain masuk kecuali diri ku. Paham?" ujar Athena dengan dinginnya dan tanpa menatapa ke arah anak kecil itu.
"Dan satu lagi.. semua barang-barang mu ku sita."
"Termasuk handphonen ku?"
"Handphone mu ku buang, tak ada alat komunikasi di sini, yang ada hanya tv di ruang tengah, dan satu lagi.. jangan keluar dari apartemen ini. "
__ADS_1
"Termasuk balkon?"
"Iya, aku akan pergi ingat kata-kata ku. "
"Iya."
Athena pergi meninggalkan apartemennya lalu ia mengunci apartemennya dari luar, dan berjalan menuju lift untuk turun ke bawah.
Di dalam apartemen...
"Tidak ada alat komunikasi, berarti tidak ada internet, handphone, komputer, laptop dan tab. Yang ada hanya tv dengan chainel dalam negeri, berarti juga tak ada kartun yang biasanya ku tonton... huufftt... malangnya dirimu Aliciaa.. ya ampuuun... eehh tapi tunggu deh, kalau benar dia menculik ku kenapa ia dengan berbaik hati memberi ku kamar dengan kasur empuk, meskipun masih empukkan kasur di kamar ku dan juga kenapa dia membuatkan aku sarapan, dan jugaa kenapa dia memberi ku beberapa fasilitas meskipun fasilitasnya tidak seperti ku di rumah? Baru kali ini ada seorang penculik yang memiliki hati, " gumam Alicia.
Kembali ke Athena..
Athena sudah berjalan ke luar dari loby apartemen ia berjalan menuju halte untuk menunggu bus, saat ia sedang menunggu bus sebuah kendaraan roda dua berhenti di depannya.
"Naik. "
"Siapa yaa?"
Orang itu membuka helmnya "oohh kau, tumben mau bawa motor ?"
"Lagi pengen aja, udah buruan naik dari pada nanti telat. "
"Iyaa, " Athena naik ke motor yang dikendarai oleh Azka.
Saat perjalanan mereka hanya diam saja, bahkan saat sampai di tempat tujuan mereka. Mereka tetap diam.
"Hmm?"
"Lo bawa tuh bocah kemana?"
"Mana aja. "
"Naaa.. jawab yang benar apa Naa.. lu bawa tuh bocah kemana?"
"Tumben kepo biasanya bodo amat?"
"Naaa.. gue serius, gue nanya gini gue takut lu apa-apain tuh bocah. "
"Emang menurut lo gue apain tuh bocah?"
"Yaaa bisa aja lu nyiksa dia atau lu jual di."
Athena segera menggeplak kepala Azka.
"Aawww...sakit Naa! lu mukul dari hati banget daahh.. ntar kalau gagar otak gimana?"
"Gak ada cerita dan logikanya seseorang geplak kepala orang lain langsung gagar otak," ujar Athena dengan sinis.
__ADS_1
"Yaaa udah trus lu bawa ke mana dia?"
"Intinya masih di bumi ini, di negara ini dan kota ini. Daann.. gue gak akan sampai nyiksa atau jual dia demi keegoisan gue doang. Gue masih punya hati nurani."
"Bener nih??"
"Terserah lu deehh, gue masuk ke dalem takut udah pada ngumpul."
"Eehh.. Naa, " ucap Azka memberhentikan langkah Athena.
"Kenapa?" tanya Athena dengan ketus.
"Sebelumnyaa.. gue mau nanya."
"Nanya apa?"
Azka mendekati Athena " sebelum lo mikir untuk culik tuh bocah lu udah mikir kedepannya kan ?"
"Maksudnya?" tanya Athena lalu menoleh ke arah Azka.
"Heeemmmm... maksud guee.. lo pasti udah mikir dong dengan lo membawa dia berarti lo udah buat dia masuk ke dalam masalah lo, dan dengan itu berarti lo udah mikir dengan mateng-mateng untuk kedepannya nanti. Iya kan Naaa?"
Athena terdiam atas pertanyaan Azka barusan 'memikirkan kedepannya?' pikir Athena.
"Ataauu.. lo belom mikir kedepannya kaya apa ?" tanya Azka lagi.
Athena terdiam seribu bahasa lalu tatapannya beralih melihat sekitarnya.
"Gue takut Naa.. kalau nanti lo bakal nyesel dan buat lo menderita. Gue gak mau kejadian dulu terulang kembali, gue gak mauu... "
"Udah cukup, " ucapan Azka terpotong oleh Athena "gak usah di terusin, gue udah mikir tentang itu. "
"Serius Naa?!! syukurlah kalau begitu bisa tenang gue, oke kalau gitu gue duluan yaaa, " ujar Azka lalu meninggalkan Athena sendirian di area parkiran sekolah.
"Jujur sebenarnya gue belom memikirkan tentang hal itu sampai ke sana, yang gue pikirin cuman satu buat mereka merasakan apa yang gue rasakan selama ini . Tapi gue paham betul kalau nanti gue bakal mendapatkan ganjarannya. Gak tahu kapan, yang gue tahu cuman sekarang bukan besok, " ucapnya di dalam hati kecil dan terdalamnya.
28-03-2021
Haii... ceritanya masih amburadul maaf yaaa..🙏🙏 oh yaa.. mau minta maaf lagi 😬 untuk beberapa minggu kedepan Athena tidak akan publish karena Author ada ujian...
Doain guysss... semoga ujiannya lancarrrr.. dapet nilai yang bagus banget.. gak muluk-muluk kok cuman mau nilai 100 😁😁😅
Dan juga semoga sehabis lebaran atau pas puasa pandemi bisa mereda dan juga bisa sekolah lagi seperti biasaa.. gak enak tahu sekolah di rumah 😭 gak kaya sekolah di sekolahan gak seruu.. gak bisa belajar bareng,gak bisa gosip bareng temen-temen lagii pokoknya masih banyak deehh...
Wuuuuhaaaaa.. sedih guysss 😭😭😭
Ya udah intinya untuk sekarang patuhi protokol kesehatan pakai masker bila keluar rumah, cuci tangan dan jangan lupa jaga jaraak.. tapi tetap jaga hati yaaa untuk dia 😅😬
Oke salam sayang dari Author byeeee 🙌
__ADS_1
Selamat bobo dan bermimpi indahh.. jangan lupa baca doa dulu biar tidurnya nyeyak.
Selamat malam ⛺ sampai jumpa di chapter-chapter selanjutnya byebyeeee 🙌😘