
Athena telah sampai di sebuah klinik 24 jam ia pun memasuki klinik tersebut dengan cepat ia memasuki sebuah ruangan yang sudah di infokan oleh penelepon tadi.
" Akhirnya..." ucap Athena.
" Baiklah kalau begitu saya permisi dulu, jaga kondisi Anda tetap stabil dan jangan biarkan luka ini basah agar cepat mengering dan sembu," ujar sang dokter lalu ia pun pergi meninggalkan Athena dan Lyra.
" Kenapa bisa seperti ini?" tanya Athena.
" Aku terjatuh biasa," jawab Lyra.
" Jika kau hanya terjatuh biasa tidak mungkin seorang perawat sampai menelepon ku dan menyuruh ku ke sini. "
Lyra hanya diam tidak menggubris ucapan Athena ia malah memalingkan wajahnya.
" Ayo kita pulang ini sudah malam, " Athena mengajak Lyra untuk pulang dan mereka pulang bersama lagi.
Saat di pertengahan jalan tiba-tiba Lyra memberhentikan langkahnya " ada apa kenapa berhenti ?" tanya Athena.
" Aku tidak ingin pulang."
" Lalu. Kau ingin kemana?"
" Aku tidak tahu, tapi untuk sekarang aku tidak mau pulang. Ke rumah. "
Athena menarik napasnya " Ya sudah ayo ikut aku," Athena mengajak Lyra untuk pergi ke suatu tempat dan Lyra pun hanya mengikutinya saja, dalam perjalanan tidak ada perbincangan lagi setelah Lyra mengatakan bahwa ia tidak mau pulang ke rumah.
Perjalanan mereka pun sampai di suatu tempat, sekarang mereka sudah berada di taman tempat di mana ia dan Lyra pertama kali bertemu, mereka juga duduk di tempat yang sama dan di posisi yang sama Athena di sebelah kiri, Lyra di sebelah kanan.
" Cerita kan kenapa kau bisa seperti ini."
" Aku sudah bilang aku hanya terjatuh biasa."
" Kau boleh berbohong pada orang lain tapi, kau tidak bisa berbohong pada ku. Aku dapat melihat dari sorot mata mu dan juga wajah mu. Sekarang ceritakan. "
Bukannya Lyra menceritakan apa yang telah terjadi padanya ia malah menangis , Athena yang tak tega Lyra menangis ia pun memeluk Lyra, Athena berpikir jika dengan memeluk Lyra dapat membuat Lyra tenang.
" Menangislah , menangislah sampai kau puas, jika menangis membuat mu merasa lebih tenang. Tak apa aku di sini sahabat mu di sini, kau tak sendiri," ujar Athena dengan lembutnya sebenarnya Athena juga ikutan menangis hanya saja ia masih bisa menahannya agar tangisannya tak keluar.
__ADS_1
Setelah Lyra merasa lebih baik ia pun menceritakan apa yang terjadi dengannya.
" Saat aku berjalan pulang menuju rumah tak lama aku melihat Vanessa dan teman-temannya,mereka sudah menunggu ku di depan rumah ku sepertinya mereka marah karena aku..karena aku... "
" Karena aku apa?" tanya Athena.
" Aku tidak sengaja berbicara dengan salah satu pacar mereka, itu pun pembicaraan kami hanya sebatas tugas tidak lebih. "
" Apa!! jadi mereka melukai mu hanya salah satu teman mereka mempunyai pacar, dan pacarnya itu hanya berbicara dengan mu. Iya?"
" Iya hanya itu, tidak ada lagi. "
" Wow... woww.. cemburu buta sekali, hanya hal sepele seperti itu sampai melukai bagaimana jika masalahnya besar bisa-bisa sudah end, hebat sungguh hebat, " ujar Athena sampai ia bingung harus bagaimana caranya mengekspresikan kekagetannya.
" Tapi tunggu, kalau yang waktu itu kita pertama kali bertemu dan aku melihat mu dibully itu juga itu permasalahannya atau ada yang lain mungkin ?" tanya Athena.
" Itu berbeda lagi, kalau masalah itu... itu lain," ujar Lyra.
" Oh. Masalah lain ku kira sama, " Ucap Athena.
Cukup lama mereka di taman sampai Lyra merasa ia ingin pulang.
" Kau mau pulang, baiklah ayo aku akan antar kau sampai tepat depan rumah mu persis. Ayo!" mereka pun pergi dari taman mereka berjalan beriringan gelak tawa menghiasi malam ini dengan lelucon yang Lyra atau Athena buat.
Waktu berlalu Athena telah mengantar Lyra sampai depan rumahnya, setelah itu Athena pergi menuju rumah saat hendak sudah memasuki rumah tiba-tiba ponselnya berbunyi ia segera merogoh kantung jaketnya ada sebuah pesan masuk ke ponselnya.
Bibi Zahra
" Athena sayang maaf ya hari ini bibi tidak akan pulang, karena pekerjaan bibi masih banyak jadi kau di rumah sendiri tak apa kan Nana sayang? "
^^^Athena^^^
^^^" Iya tak apa, bibi jangan lupa untuk makan dan istirahat Nana gak mau bibi sakit, kalau bibi sakit nanti Nana sedih gak ada lagi ngasih duit jajan Nana. Oke bi Zahra selamat malam. "^^^
Tak lama sebuah pesan masuk
Bibi Zahra
__ADS_1
" Hahahaa.. kau ini bisa saja, yaa... selamat malam, mimpi indah sayang. "
Dan berakhir sudah percakapan mereka lewat pesan, Athena pun segera memasuki rumah lalu menutup pintu dan menguncinya supaya aman.
Paginyaaa.....
" Hoaaaammmm.... jam berapa ini?" Ucapnya baru bangun dari tidur nyenyak nya seraya melihat ke arah jam dinding.
" Waahh waktunya salat subuh," Athena pun beranjak dari ranjangnya menuju ke kamar mandi untuk berwudhu selepas itu menunaikan ibadahnya.
Waktu pun berlalu Athena telah usai membersihkan rumah mulai dari menyapu, membersihkan sofa, membersihkan barang-barang dari debu, mengepel lantai, mencuci baju, memasak dan membersihkan dapur selesai memasak dan itu semua memakan waktu yang cukup lama, karena memang rumah bibi Zahra lumayan besar dan memiliki dua lantai jadi ia harus bekerja extra.
Saat dirinya tengah duduk di sofa untuk beristirahat datanglah seseorang masuk ke dalam rumahnya dan membuat Athena sedikit kaget.
" Bibi.. "
" Hai sayang maaf ya bibi baru pulang, " ucap Bibi Zahra.
" Iya tidak papa bi, sini Nana bantu, " Athena pun membantu bibi Zahra membawa barangnya, lalu bibi Zahra duduk tepat di sebelah Athena.
" Nana sini duduk sayang bibi mau ngomong, ujar bibi Zahra menyuruh Athena untuk duduk didekatnya.
Athena pun segera duduk di samping bibi Zahra " ada apa bi?" tanyanya.
" Ini," ucapnya seraya memberi sebuah tas yang ukurannya cukup besar.
" Ini apa bi?"
" Ini adalah perlengkapan sekolah mu, kau sudah diterima di sebuah sekolah, untuk urusan administrasi bibi sudah menyelesaikannya jadi, nanti kau tinggal masuk saja ke sekolah baru mu. "
" Bibi serius?!"
" Iya bibi serius, masa bibi bohong. "
Athena pun dengan senang memeluk bibi Zahra " Terima kasih bi... Terima kasih. "
" Iya sama-sama."
__ADS_1
Athena pun melepas pelukannya masih dengan perasaan senang ia pun membuka isi tas tersebut terdapat sebuah seragam sekolah yang lengkap, dan juga ada tas sekolah, sepatu sekolah, bahkan buku tulis dan perlengkapan sekolah lainnya sudah lengkap. Sungguh ia benar-benar sangat senang sebentar lagi ia akan masuk sekolah, iya sekolah... tak terpikirkan olehnya bahwa ia dapat merasakan duduk dibangku sekolah yang real dan nyata , bukan lagi sekolah di rumah seperti dulu.
28-11-2020